Pemerintah Desa Tapanrejo, Kabupaten Banyuwangi, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk menentukan lokasi final pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Tapanrejo pada Sabtu, 31 Januari 2026, dihadiri unsur Tiga Pilar, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), serta tokoh masyarakat setempat.
Musdes ini digelar menyusul kendala perizinan di lokasi awal, yakni SD Negeri 4 Tapanrejo. Kepala Desa Tapanrejo, Drs. Sulaiman, menjelaskan bahwa proses penghapusan aset di sekolah tersebut membutuhkan waktu hingga tiga bulan, sehingga berpotensi menghambat percepatan pembangunan koperasi.
Dalam forum tersebut, Ketua BPD Mujiono mengusulkan alternatif lokasi yang dimiliki desa. Ia menyebutkan opsi di sekitar SMA dan SMP PGRI, meski hasil survei menunjukkan bahwa lahan di SMP PGRI tidak layak untuk pembangunan. Diskusi kemudian difokuskan pada penentuan lokasi yang paling memungkinkan untuk segera direalisasikan.
Ketua Forum Tokoh Peduli Desa (FTPD), Hariyanto S.PdI, MM, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan. Ia menilai keberadaan KDMP tidak hanya mendukung ekonomi desa, tetapi juga berpotensi meningkatkan moralitas lingkungan sekitar. Hariyanto mengingatkan agar keputusan lokasi tidak menimbulkan konflik, mengingat anggaran yang digelontorkan cukup besar.
Akhirnya, Musdes menyepakati lokasi pembangunan KDMP di barat SMAN 1 Muncar. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai komitmen seluruh pihak untuk mempercepat pembangunan koperasi desa sebagai pusat ekonomi baru bagi masyarakat Tapanrejo.







