Wednesday, February 4, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeLocal NewsKetika Beton Hanya Nama, Pajak Rakyat Jadi Debu

Ketika Beton Hanya Nama, Pajak Rakyat Jadi Debu

Sebuah proyek pembangunan di Pasembon, Banyuwangi, menuai sorotan warga. Bangunan yang di atas kertas disebut sebagai penopang peradaban, di lapangan justru dinilai rapuh dan tidak memenuhi standar.

Warga menyebut konstruksi tersebut mudah rusak ketika diguyur hujan atau diterpa arus. Meski alasan banjir kerap dijadikan pembenaran, masyarakat menilai kondisi lingkungan sekitar relatif tenang.

Pertanyaan publik pun mengarah pada kualitas pengerjaan. Pondasi disebut dangkal, campuran semen dan pasir dianggap tidak sesuai takaran, sementara perbaikan hanya bertahan dalam waktu singkat.

Di tengah kritik, muncul pula keluhan mengenai akuntabilitas. Pemilik CV disebut melempar tanggung jawab kepada pelaksana, pelaksana memilih diam, dan dinas terkait belum memberikan penjelasan terbuka.

Bagi warga, ironi ini menyentuh hal mendasar: pajak yang dibayarkan dengan patuh seolah berubah menjadi debu dalam hitungan bulan. Kepercayaan publik pun terancam runtuh bersama dinding-dinding yang rapuh.

Masyarakat Banyuwangi menegaskan perlunya pondasi nyata, bukan sekadar lapisan semen yang menutupi masalah.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments