Terulang Kembali, Milisi Kristen Afrika Membantai dan Memutilasi 3 Pemuda Muslim

Posted on

Screen Shot 2016-07-31 at 6.28.36 PM

Suaracitizen.com – Milisi Kristen Republik Afrika Tengah kembali membantai dan memutilasi tiga pemuda Muslim di ibukota Bangui. Pembantaian kali ini terjadi ketika para pemuda itu hendak mengikuti pertandingan sepak bola persahabatan antara kedua agama, Islam dan Kristen, sebagaimana dijelaskan penyelenggara pertandingan dan juru bicara komunitas Muslim di negara itu.

“Kemaluan mereka dipotong dan hatinya telah diambil,” kata juru bicara komunitas Muslim, Ousmane Abakar, kepada kantor berita Reuters, Ahad (25/05).

Ousmane mengatakan, para warga telah memindahkan jasad para pemuda yang berasal dari kawasan mayoritas Muslim itu sebuah masjid di ibukota. Namun usia mereka belum diketahui.

Setelah peristiwa itu, pemuda-pemuda di PK5 yang mayoritas Muslim memblokade jalan utama sebagai bentuk protes.

Pertandingan sepak bola antara pemuda Muslim dan Kristen diadakan sebagai bagian dari upaya untuk menjalin perdamaian di antara mereka. Seperti diketahui, selama ini terjadi ketegangan antara pejuang Muslim Seleka dengan milisi Kristen Anti Balaka dalam perebutan kekuasaan.

Sebatien Wenezoui, koordinator milisi Anti-Balaka, mengutuk serangan itu dan mengatakan 10 pemuda telah diculik dalam kejadian yang dilakukan oleh faksi kelompok dari kawasan Boy-Rabe.

“Kami tidak tahu di mana yang lain,” kata Wenezoui. “Kami sangat mengutuk tindakan ini. Sementara kita sedang bekerja menuju perdamaian, yang lain uterus membunuh,” imbuhnya.

Lazare Djader, ketua Collectif Urgence 236, asosiasi yang bertugas mendamaikan masyarakat, mengatakan pekerjaan berbulan-bulan untuk mempersatukan para pemuda telah mendapatkan pukulan hebat.

“Karena pembunuhan ini, semangat saya jadi nol. Usaha selama beberapa bulan hilang. Saya mencoba untuk menenangkan semua orang, tetapi mereka semua sangat marah sekarang,” kata Djader. Dia menambahkan bahwa seorang non Muslim juga ditemukan terbunuh.

Seleka dipaksa melepaskan kekuasaan atas tekanan dunia internasional pada bulan Januari. Dan sejak itu milisi Kristen yang dikenal sebagai anti-Balaka telah melakukan pembantaian luas terhadap kaum Muslimin.

Lebih dari 2.000 orang tewas dalam konflik di Republik Afrika Tengah. Dan satu juta penduduk terpaksa mengungsi dari rumah mereka meskipun telah hadir pasukan penjaga perdamaian dari Afrika, Uni Eropa dan dari Prancis. (Imam/kiblat)