Pengacara Ahok Bakal Hadirkan 15 Ahli Tambahan, Hakim Minta Sidang 2 Kali Seminggu

Suaracitizen.com – Tim kuasa hukum Basuki T Purnama (Ahok) menghadirkan tiga orang ahli dalam sidang lanjutan kasus penodaan agama hari ini, Selasa (21/3/2017). Selain itu, pengacara Ahok juga akan mengajukan 15 ahli tambahan untuk dihadirkan di persidangan.

Menanggapi hal itu, majelis hakim mempersilakan tetapi meminta sidang untuk diselenggarakan dua kali seminggu agar cepat selesai. Hakim menyebut ada batasan dari Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) agar sidang tidak lebih dari 5 bulan.

“Kita bersidang maraton, dua kali per minggu. Soalnya kita dibatasi SEMA sidang tidak boleh dari 5 bulan, sebelum puasa kalau bisa kita sudah putus. Kita juga kan gedung ini gedung orang, dan kita banyak diprotes masyarakat karena macet dan sebagainya,” kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto di auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

Untuk sidang yang digelar hari ini, awalnya majelis hakim meminta 5 orang ahli dihadirkan dalam sidang kali ini. Namun pengacara Ahok baru dapat menghadirkan 3 orang ahli.

“Bukannya hari ini saya minta ada 5 (ahli)?,” tanya Dwiarso.

“Iya, Yang Mulia, tapi yang dapat hadir hanya 3,” jawab pengacara Ahok.

Tiga orang ahli yang dihadirkan pengacara Ahok yakni, Guru Besar Linguistik dari Universitas Indonesia (UI) Rahayu Surtiati, ahli agama Islam yang juga Rais Syuriah PBNU Jakarta KH Ahmad Ishomuddin dan ahli hukum pidana dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung Djisman Samosir.

Sumber: mediaislam

Ketika Najwa Tak Berdaya

KETIKA NAJWA TAK BERDAYA

Selain menjadi acara diskusi, program Mata Najwa juga dikenal sebagian kalangan sebagai ajang pembantaian terhadap narasumber. Pembicara yang hadir kerap tak berkutik dan dipermalukan saat dicecar Najwa Shihab dengan sorot matanya yang tajam.

Semalam giliran pasangan Anies-Sandi yang menjadi sasaran. Meski sang pemilik Metro TV jelas berafiliasi dengan calon lain, Anies-Sandi tetap menerima undangan sekaligus tantangan untuk hadir. Saya baru menyaksikan tadi siang via Youtube, karena semalam harus meeting bersama relawan Roemah Djoeang.

Benar saja, di awal segmen Najwa sudah mencecar Anies terkait pertemuannya dengan Habib Rizieq. Presenter cantik selera saya ini seakan menggiring opini publik bahwa Anies-Sandi telah berkoalisi dengan FPI. “Anda di sana berkampanye dan meminta FPI agar memilih Anda?” tanya Nana, sapaan akrab Najwa.

“Kemanapun saya hadir saat ini sebagai cagub. Jangankan di acara FPI, di acara Mata Najwa pun saya akan berkampanye agar pilih nomor tiga,” begitu kira-kira jawaban Anies. Jleb… Penonton tepuk tangan dan Nana terdiam.

Dalam kesempatan tersebut, Nana juga berusaha membantai Anies-Sandi seputar salah satu visi-misinya yang menolak reklamasi. Ya, Anies-Sandi memang satu-satunya pasangan yang secara tegas menolak megaproyek tersebut. Nana mencecar bagaimana dampak bila proyek tersebut dibatalkan. Baik nasib pengembang atau pun konsumen.

Sandi menjawab dengan santai, setiap akad jual beli pasti ada perjanjian yang di dalamnya tertuang pasal pembatalan. Bagi Sandi cukup taati saja perjanjian tersebut dengan difasilitasi
pemerintah. Nana tak puas, dia tetap mencecar dengan berbagai pertanyaan, hingga akhirnya Anies mengeluarkan pernyataan kejutan.

“Dulu pahlawan kita menolak kolonialisme karena diyakini tidak baik. Mereka melawan dan tidak memikirkan bagaimana cara mengelola negara jiwa merdeka. Begitu pun dengan reklamasi, kami merasa ada yang tidak baik dengan proyek ini makanya kami menolak. Persoalan bagaimana kedepan pasti ada jalan,” tegas Anies yang kembali disambut tepuk tangan meriah.

Dan yang paling menohok bagi saya adalah ketika Ahok menilai Anies hanya bermodal retorika dan kata-kata, tetapi minus praktik. Bahkan Ahok menyindir Anies bak seorang dosen yang hanya bermodalkan teori.

“Mari kita lihat. Pada 2015 saya dan Pak Ahok sama-sama mendapat amanat anggaran selaku penyelenggara negara. Pak Ahok hanya bisa menjalankan anggaran dengan pencapaian kurang dari 70 persen, sedangkan saya bisa di atas 90 persen. Ini faktanya,” jawab Anies dengan ekspresi yang tetap cool.

Selain persoalan di atas, Nana juga membrondong pertanyaan kepada Anies-Sandi dengan berbagai isu-isu lain. Mulai dari KJP, KIP, independensi dan lain sebaginya. Semua pertanyaan yang diajukan dapat dijawab dengan cerdas dan tuntas. Anies-Sandi berhasil melalui talkshow yang disiarkan secara langsung ini dengan kualitas diri yang mereka miliki.

[sociallocker]

Semalam Najwa Shihab selaku tuan rumah Mata Najwa gagal menjadi bintang panggung. Putri ulama Quraish Shihab ini hanya berperan layaknya sebagai penanya biasa. Bukan karena dia kehilangan daya kritis dan kecerdasannya, melainkan tamu yang ditanya mampu menjawab dengan cerdas, berbasis data dan cakap dalam menguasi emosi.

Di akhir catatan, saya ingin mengutip pernyataan tokoh anti korupsi yang juga tim sukses Anies-Sandi dalam acara semalam. “Tugas pemerintah bukan hanya menciptakan sekolah tetapi juga harus membentuk karakter siswa. Bagaimana anak muda bisa berkarakter baik bila memiliki pemimpin yang sering minta maaf karena ucapannya yang tak terjaga,” demikian kata Mas BW.

Anies-Sandi Insya Allah menang….

(Oleh: Tb Ardi Januar)

[/sociallocker]

Sumber: portal-islam

Akrobat KPK: Kasus Sumber Waras “Tidak Ada Niat Jahat”, Kasus e-KTP “Tidak Berperan Aktif”

KPK kembali membuat maklumat yang mungkin’aneh’ didalam kamus pemberantasan korupsi, setelah dulu dengan tagline soal “TIDAK ADA NIAT” kini ada yang baru yaitu “TIDAK BERPERAN AKTIF”.

Sementara Pasal 12 UU Tipikor berbunyi:

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah):

a. pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya;

b. pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya;

Suap atau hadiah atau apapun bentuknya adalah sebuah bentuk tindakan korupsi, tidak Perlu dicari pembenaran bersalah dengan justifikasi (penilaian) mana yang aktif atau mana yang tidak aktif.

Dalam kasus E-KTP, KPK kembali lakukan aksi tebang pilih berdasarkan kepentingan demi tidak mengusik satu nama calon gubernur.

Ibarat juri sebuah piala citra, KPK menjadi penilai mana aktor terbaik, pemeran pembantu, hingga penulis ceritanya dengan satu syarat yaitu bagi yang tidak berperan aktif tidak termasuk nominasi.

Bagiamana bisa menilai seseorang tidak berperan aktif? Sementara aktif atau tidak aktif keduanya berposisi merugikan negara karena ikut mengetahui didalamnya.

Tidak berperan aktif tetapi ikut menikmati serta mengetahui tetapi tidak melaporkan adanya kasus korupsi, hal itu juga termasuk tindak korupsi.

Demi menjaga citra seorang calon gubernur, KPK rela merendahkan marwah lembaga anti korupsi yang disandangnya, ironi.

Seperti diberitakan iNEWS TV, Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, Ahok tidak diperiksa dalam kasus e-KTP karena tidak berperan aktif.

(@aditnamasaya)

Berikut video liputan iNEWS TV:

Sumber: portal-islam

Menjenguk Pegi Di Penjara, Mirisnya Hukum di Negeri Ini

Sakitnya melihat 2 foto inih…..
Satu orang yang sama, dalam dua keadaan berbeda.

Foto Sebelah kiri saat Rubi Pegi belum masuk tahanan polres Jakbar.
Si anak remaja masjid, guru ngaji anak-anak kecil di sore hari.
Jangankan m*buk ataupun memakai nark*ba, bahkan mer*kok pun tidak.
Dia yang menafkahi keluarganya, satu-satunya laki-laki dirumah itu yang bertanggung jawab akan ibunya, adik perempuannya, istrinya, dan satu orang anaknya, balita perempuan berusia 2 tahun.

Foto Sebelah kanan, Rubi Pegi juga..
Tapi setelah menjadi tahanan polres Jakbar.

Kepalanya sudah langsung dig*nduli di hari pertama masuk sel tahanan, ditempatkan dalam satu sel dengan kasus nark*b*, penjabret, dan pelaku kriminal lainnya.
Dia tidur dilantai sel penjara tanpa alas sama sekali.

Bahkan untuk shalat pun dia terpaksa menggunakan celana pendek, Karena keluarga dilarang memberikan celana panjang ataupun sarung, juga sajadah.

Namun demikian, Rubi Pegi tetap shalat, bahkan saat saya tadi di polres Jakbar, berkumandang azan Dzhuhur, ternyata yang azan adalah Rubi Pegi…. Subhanallah….

Pegi, yang ditahan karena tuduhan perkel*hian dan penger*yokan atas seorang pem*buk pembuat onar di kampung itu, karena si pem*buk yang ternyata adalah tim sukses nya Anjrot, telah memaki seorang ibu yang juga dulunya guru ngaji Pegi, namanya Bu Zaenab.

Bu Zaenab dikatain bangsat, karena Bu Zaenab menegur Iwan yang saat itu sedang m*bok berat teriak2 dimalam hari “hidup ahog” ber-kali2.

Padahal yang mem*kuli Iwan Batak pertama kali bukan Pegi, melainkan warga yang jumlahnya banyak….

Yaah, semoga penangguhan penahanannya bisa segera dikabulkan…. Aamiin….

(by Maharani Hasan)

***

Di kolom komentar tulisan Maharani Hasan di akun fb-nya ini, ada komentar dari Emat tetangga nya Pegi.

Berikut cerita Emat:

“Dia tetangga ane…
Kadang ane juga sedih klw lihat kejadian seperti ini, iwan batak si pembuat ulah malah bebas, negri terbalik…
Sebenarnya kasus sdh di selesaikan secara kekeluargaan sama RT dan RW, cuman pihak hokers memanfaatkan kodisi seperti ini di jadikan ajang politik, seolah-olah mereka di aniaya…,” kata Emat.

“Dan satu hal hukum dan pihak berwajib selalu tumpul ke hokers dan tajam ke umat islam….,” tegas Emat.

Berikut fb-nya.

Sumber: portal-islam

Berkoar-Koar! Pasukan Cut Nyak Dien Baru..”Aceh Siap Siaga Menunggu Ke Datangan Para Biksu Myanmar

Suaracitizen.com – Menurut beberapa sumber, Rakyat yang diindentik dengan karakter militer jangan sekali-kali memancing ancaman, lantaran tampa di jual rakyat Aceh siap untuk dibeli, serta Aceh dari dahulu hoby dengan perang, apa lagi membela Islam, rakyat Aceh ikhlas mati untuk Agama.

Terkait ancaman dari tokoh Buddha radikal asal Myanmar Ashin Wirathu pada Aceh akibat diterapkan hukuman cambuk yang diberlakukan pada penganut Buddha di Aceh. Beberapa masyarakat siap menerima tantangan sang radikal tersebut .

bahkan juga di jejaring sosialpun jadi ramai bahkan juga siap jihad beberapa pemuda yang ada di Aceh untuk melawan Budhis itu.

Pas sekali ancaman itu, lantaran kami dah lama menanti perang dengan tokoh radikal yang membasmi muslim Rohingya itu, serta kami siap perang dengan mereka, ” papar salah seorang di warkop Ulee Kareng Banda Aceh.

Bukan hanya di beberapa warung jadi perbincangan ancaman Tokoh Budha tersebut, ” Kami siap perang dengan mereka hingga d*rah penghabisan, ” papar seseorang pemakai medsos di Group GARAM.

Dikabarkan terlebih dulu, tokoh Buddha radikal asal Myanmar, Wirathu mengecam keras hukuman cambuk yang diberlakukan pada penganut Buddha di Aceh.

Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya beberapa ribu muslim Rohingya ini men3ror bakal menyerang Aceh serta nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di ruang mereka.

“Tidak ada satu juga umat Buddha yang dianiaya terkecuali kami bakal membalasnya, ” katanya.

Sumber: beritaislam24jam

Biksu Rilis Video Pasukan Elit dan Kebal untuk balas dendam ke Aceh

Suaracitizen.com – Ancaman yang diteriakkan oleh seorang Biksu Myanmar akan melakukan aksi balas dendam ke Aceh, ternyata bukanlah HOAX dan gertakan saja. Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan video yang memperlihatkan para pasukan elit ahli kungfu yang sedang berlatih dan mempertunjukkan keahliannya, dan akan segera dikirim ke Aceh.

Dalam video tersebut, terlihat ada tiga skill tenaga dalam yang dimiliki setiap personel, yaitu: kebal senj**a, kebal bor listrik dan dapat mel*mpuhkan lawan sebanyak 10 orang dalam waktu 3 menit.

Segala jenis senj**a yang terbuat dari besi tidak dapat menembus kulit. Hanya warna merah saja yang terlihat akibat terkena benda ta**m. Begitu juga dengan aliran listrik, dalam skala tertentu, badan mereka akan tetap kebal dari seng*tan listrik.

Biksu yang mendalangi pembant*ian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembun**an massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

“Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi,” ancamnya.

Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Biksu yang bertanggungjawab atas tew*snya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menyer*ng Aceh dan nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mendengar nama biksu dari Mandalay tersebut. Pria kelahiran 1968 itu putus sekolah pada usia 14 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjadi biksu.

Nama Ashin Wirathu mencuat setelah dia terlibat dalam kelompok ekstremis antimuslim “969” pada 2001. Karena aksinya, pada 2003 dia dihukum 25 tahun penjara. Namun, pada 2010 dia sudah dibebaskan bersama dengan tahanan politik lainnya.

Di Aceh, sebagaimana diketahui bahwa Untuk pertama kalinya Qanun Jinayat atau peraturan daerah yang mengatur hukuman pidana di Aceh diterapkan terhadap penganut Buddha. Eksekusi hukum cambuk itu dilakukan Jumat, 10 Maret 2017, terhadap dua orang penganut Buddha yang  terlibat j*di s*bung ayam.

[sociallocker]

Alem Suhadi, 57 tahun, dan Amel Akim, 60 tahun, adalah keturunan etnis Cina dan termasuk minoritas Buddha. Mereka dic*mbuk di depan puluhan pejabat lokal dan ratusan penduduk di Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Kedua pria itu meringis karena menerima masing-masing sembilan dan tujuh c*mbukan di punggung mereka. Jumlah c*mbuk itu sudah dikurangi karena mereka telah ditahan lebih dari satu bulan sejak polisi menangkap mereka saat beradu ayam di Aceh Besar pada Januari 2017.

“Ketika mereka ditangkap, polisi menyita dua ekor ayam dan uang taruhan Rp 400 ribu,” kata jaksa Rivandi Aziz.

[/sociallocker]

Sumber: portalislami

(Video) Ketangkap warga, Penculik Dengan Modos Pura Jadi Pemulung, Orang Ini Mengaku Menjual Anak-Anak Yang Sudah Diculik Untuk

Seorang penculik yang mengaku dari kamboja dibekuk oleh warga Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, tepatnya di Gampong Pintomakmur, pada pukul 10.45 Wib, Senin (20/03).

Kronologi kejadian tersebut penculik sempat memegang dan merayu anak tersebut di depan rumah Sukri, namun aksi penculikan tersebut gagal dilakukan olehnya, karna korban berhasil melepas diri setelah ada warga yang melintas dan melihat kejadian tersebut.

Selanjutnya pelaku berpura – pura menjadi seorang pemulung, karna warga mulai merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku, dan selanjutnya salah satu warga yang Mulyadi langsung menangkap pelaku tersebut.

Selanjutnya warga yang menangkap langsung dan meng introgasi p3laku dan dari pengakuan pelaku mengakui dirinya sebagai warga Kamboja, yang berjumlah 4 orang, dan 3 pelaku lainya saat ini masih berkelliaran di luar,dan semua wanita.

Saat ini pelaku penculikan anak di di Muara Batu, Aceh Utara sudah diamankan di polsek Muara Batu, untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, dan mempertanggung jawabkan perbuatan secara hukum yang berlaku.

Berikut videonya :

Berhasil diringkus satu komplotan penculikan anakDi gampong pinto makmur

Posted by Safril Ptmc on Sunday, March 19, 2017

Pernah Dihina Gus Nuril, Habib Syeikh Justru Banjir Pujian dari Habib Rizieq Syihab

Suaracitizen.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab kerap tampil satu panggung bersama Habib Syeikh bin Abdul Qadir As-Segaf. Keduanya terlihat akrab khas interaksi antara seorang dai dengan sesamanya.

Habib Syeikh yang masyhur dengan dakwah shalawatnya ini juga sering melantunkan syair atau lagu perjuangan yang diciptakan oleh Habib Rizieq Syihab dalam berbagai kesempatan.

Sebagai perlambang keakaraban di jalan Allah Ta’ala, Habib Rizieq Syihab pun kerap menyampaikan pujian tulus kepada Habib Syeikh.

“Habib Syeikh ini guru kita yang jasanya sangat besar karena menyebarkan shalawat ke gang-gang,” tutur Habib Rizieq Syihab sembari memegang pundak Habib Syeikh saat menyampaikan ceramah dalam acara Dzikir dan Shalawat untuk Negeri di Masjid At-Tiin Jakarta pada Sabtu (11/3/17) lalu.

Melalui jasa dakwah Habib Syeikh itu pula, menurut Habib Rizieq, banyak kaum Muslimin yang tadinya malas bershalawat menjadi gemar melantunkan puja-puji kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena adanya syair yang enak dilantunkan.

“Sehingga umat Islam se-Nusantara yang tadinya gak suka shalawat jadi suka shalawatan.” lanjut Habib Rizieq.

Di akhir pujiannya, Habib menisbatkan pujian itu kepada Allah Ta’ala dengan malafalkan hamdalah.

“Alhamdulillah. Indah tidak?” tanya Habib, disambut pembenaran dari umat Islam.

Berbeda kelas dengan Gus Nuril yang dalam ceramahnya pernah mendiskreditkan Habib Syeikh sebagai orang yang tidak tahu agama dan hanya seorang mantan supir di Arab Saudi.

Sumber: tarbawia

TANGGAPAN TELAK Warga Jakarta Buat AHOKER Yang Berlagak Sok Paling PLURALIS

Tulisan Geisz Chalifah, warga Jakarta, di akun fb-nya (20/3/2017).

“Sy tak membahas orang banyak, status ini sy tujukan hanya pada orang2 pendukung Ahoker yg saya kenal yg berlagak sok paling pluralis.

Agak janggal melihat keangkuhan mereka di media sosial. Latar belakangnya udik, masuk jakarta baru bbrp tahun, umumnya cari kerja lalu gabung di LSM atau jadi staf di berbagai tempat apa itu lembaga penelitian dsbnya.

Kalau kebetulan lagi kumpul lalu kami (anak Jakarta) cerita masa masa SMA dan situasi saat itu. Mereka cuma pendengar pasif. Mereka ga tau sejarah Bulungan dan kreatifitasnya. Mrk juga ga faham antara jembatan semanggi sampai bundaran HI tempat er eran dimasa itu. (gue ga mau terjemahkan apa itu
itu er eran) krn mereka mmg ga faham.

Lucunya sekarang ini mrk para udik itu sok bergaya paling modern sok paling pluralis sambil mengajarkan kita menjadi umat islam yg pro kebhinekaan.

Aneh bin ajaib, dari masih kecil kita di jakarta sdh terbiasa dgn perbedaan. Sudah terbiasa dgn yg namanya bertetangga dan bermain dgn yg berlainan agama dsbnya. Lah sekarang mereka ngajarin kita utk hal semacam itu. Udik jongoser Ahoker itu mmg ga tau diri.”

(Geisz Chalifah)

sumber: fb penulis

 

Sumber: portal-islam

Akhirnya Bicara, Netizen Takjub Dengar Suara Limbad di Video Ini

Suaracitizen.com – Sosok Limbad sukses mencuri perhatian publik sejak muncul pertama kali sebagai peserta acara “The Master” tahun 2009. Pesulap asal Tegal, Jawa Tengah ini dikenal memiliki penampilan yang khas dan juga nyentrik.

Selain penampilan nyentrik, Limbad dikenal sebagai pesulap yang hampir tak pernah bicara. Biasanya Limbad berkomunikasi dengan dibantu oleh sang istri, Susi Indrawati. Tapi setelah sekian lama membisu, akhirnya Limbad berbicara di depan umum.

MASJID QIBLATAIN@jeddah#sejarahmasjidqiblatainluarbiasa#kalianharustahu#islamhidayah

A post shared by MASTER LIMBAD SMN MANAGEMENT (@limbadindonesia) on

Lewat sebuah video yang dibagikan di Instagram, pesulap kelahiran 6 Juli 1972 itu mengeluarkan suaranya. Video itu diambil saat Limbad berada di Masjid Qiblatain, Jeddah.

Saat merekam suasana Masjid Qiblatain, Limbad beberapa kali bersin hingga dirinya mengucap “Alhamdulillah” di akhir video. Sejumlah netter mengaku takjub saat pertama kali mendengar suara Limbad usai melihat video tersebut.

“MasyaAllah baru x ini dengar suaranya antum,” kata netter. “Alhamdulillah denger suaranya master,” seru yang lain. “Baru denger suara aslinya gua wkwkek,” celetuk netter. “Keluar jg suaranya.. hahaaa,” tulis lainnya.

 

Sumber: celebrita24h