10 Perkara yang perlu diketahui tentang Aleppo dan Suriah

screen-shot-2016-12-23-at-19-35-37

Suaracitizen.com – Sesudah enam bulan pengepungan, pemerintah Suriah mengumumkan bahwa mereka telah membebaskan Aleppo.

Seharusnya evakuasi warga sipil dari kota itu sudah dimulai, namun pertempuran meletus lagi.

Diyakini, gencatan senjata ambruk sesudah pemerintah menuntut pemberontak untuk membuka jalan bagi warga sipil dan serdadu pemberomntak yang terluka untuk meninggalkan kota.

Betapa pun, itu berarti penderitaan rakyat Aleppo jauh dari usai.

Pemboman terhadap bagian terakhir kota yang dikuasai pemberontak, bisa jadi merupakan kejahatan perang, kata pernyataan PBB, Rabu (14/12).

Kami berbicara dengan Tim Eaton ahli Timur Tengah dari lembaga tangki pemikiran internasional Chatham House, yang memapar keadaan di sana, setelah mengecek topik paling dicari di Google tentang Suriah.

Siapa yang saling berperang di Suriah?

Secara umum, pemerintah Suriah memerangi kelompok-kelompok pemberontak. Namun itu merupakan suatu penyederhanaan besar-besaran.

“Ini tentang beragam peperangan, dan bukan cuma satu peperangan saja,” katanya.

“Perang yang berbeda-beda itu berkelindan satu sama lain di beberapa tempat dengan berbagai cara. Setiap kelompok bentrok dengan berbagai kelompok lain.

“Di beberapa tempat, rezim Bashar al Assad memerangi ISIS. Di beberapa tempat lain, pemberontak dan kelompok-kelompok bersenjata Kurdi memerangi ISIS.”

A mother and baby seen through a sniper's sightsImage copyrightAFP/GETTY IMAGES
Image captionPara pemberontak di Suriah bukanlah satu kelompok dengan satu sudut pandang, satu rantai komando dan satu pesan politik.

Bagaimana semua itu bermula?

Semuanya bermula pada tahun 2011 sesudah apa yang disebut Musim Semi Arab – serangkaian unjuk rasa antipemerintah di berbagai negara di Timur Tengah.

Suriah juga. Rakyat mengungkapkan kemarahan tentang pejabat yang korup dan kurangnya kebebasan sipil.

“Ketika rezim menanggapi aksi-aksi itu dengan langkah yang makin brutal dan penuh kekerasan, banyak pengunjuk rasa dan kelompok tertentu yang menyimpulkan bahwa satu-satunya cara berhadapan dengan pemerintah adalah dengan mempersenjatai diri dan menggulingkan rezim.”

“Hal ini berkembang menjadi perang saudara yang berlarut-larut.”

Siapakah Presiden Bashar al-Assad?

Dia sebetulnya bukan orang yang seharusnya memegang pemerintahan. Awalnya ia dikirim kuliah ke London untuk menjadi dokter mata.

Tapi kemudian kakaknya meninggal dan dia dipanggil kembali kembali ke Suriah dan dipersiapkan untuk mengambil alih kekuasaan jika ayahnya meninggal.

“Sebenarnya muncul banyak harapan ketika ia menggantikan ayahnya pada tahun 2000,” Tim Eaton menjelaskan.

“Orang-orang merasa ini mungkin kesempatan untuk menjadi lebih liberal, untuk membuat semuanya jadi lebih terbuka.

“Selama beberapa tahun pertama, harapan itu segera memudar. Sejak 2011 kita telah menyaksikan kebrutalan rezim yang tak segan untuk menggunakan strategi kekerasan.

“Dia seorang yang bisa melakukan berbagai hal yang mengerikan.”

Presiden Bashar al-Assad dan Presiden Vladimr PutinImage copyrightGETTY IMAGES
Image captionDengan membantu Suriah, Rusia dinilai menempatkan diri mereka di puncak permainan untuk menyejajarkan diri dengan Amerika Serikat.

Mengapa Rusia membantunya?

Ada beberapa kemungkinan penyebabnya.

“Ada yang mengatakan, itu karena Rusia memiliki pangkalan Angkatan Laut di pesisir Suriah. Yang lain mengatakan, Rusia juga ingin turut membasmi kaum ekstrimis Islamis.”

Tapi Tim Eaton meyakini, semuanya merupakan suatu permainan kekuatan global.

“Rusia menempatkan diri mereka di puncak permainan, untuk menyejajarkan diri dengan Amerika Serikat.”

Siapa saja para pemberontak itu?

Dia menggambarkan mereka sebagai ‘konstelasi berbagai entitas.’

“Kita tidak dapat melihat para pemberontak sebagai satu kelompok dengan satu sudut pandang, satu rantai komando dan satu pesan politik.

“Ada banyak kelompok. Beberapa di antaranya dianggap sebagai kelompok teror.”

Pada dasarnya, tidak mungkin untuk menganggap suatu kelompok sebagai sepenuhnya baik dan menganggap kelompok lain sebagai sepenuhnya buruk.

Tim Eaton berbicara tentang ‘hitam, putih dan sejumlah wilayah abu-abu.’

“Ada kelompok pemberontak yang Barat tidak bisa mendukung, antara lain kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

“Dan kemudian di sisi lain, ada brigade Tentara Merdeka Suriah – yang merupakan mitra Barat dan dipercaya sebagai kelompok moderat.

“Di tengah, ada kelompok-kelompok Islam yang negara-negara Barat tidak tahu bagaimana cara menanganinya.

“Barat tidak nyaman, tetapi juga tidak bersedia menempatkan kelompok-kelompok ini dalam kotak yang sama dengan ISIS.

“Rusia akan menganggap kelompok-kelompok itu adalah teroris. Tetapi Barat tidak ingin menganggapnya begitu.”

AleppoImage copyrightAFP/GETTY IMAGES
Image captionJatuhnya Aleppo bukan berarti perang sudah berakhir, tapi tak juga berarti perang akan segera berakhir.

Mengapa Aleppo begitu penting?

Di atas kertas, itu karena Aleppo merupakan kota terbesar kedua di Suriah. Jadi dengan menguasai kota itu para pemberontak bisa menampilkan diri sebagai altenatif yang kredibel dibanding pemerintah.

Eaton mengatakan, kekalahan di sana merupakan ‘hal yang sangat menentukan dalam perang ini,’ dan juga dampaknya ‘sangat buruk terhadap moral.’

Menurutnya, kejatuhan Aleppo ‘lebih menunjukkan kelemahan Aleppo, dan bukan kekuatan rezim.’

“Rezim butuh waktu enam bulan, dengan dukungan luar biasa dari Rusia, Iran dan militan lain, untuk merebut kembali Aleppo.’

“Jatuhnya Aleppo bukan berarti perang sudah berakhir, tak juga berarti akan segera berakhir.”

Apakah akan ada Aleppo lain?

Sejak pengepungan dimulai di Aleppo, kota yang tadinya begitu sibuk itu pelan-pelan runtuh jadi puing-puing.

Berbagai berita dan gambar menunjukkan penderitaan manusia yang tak terperikan.

Tim Eaton tidak yakin bahwa ini hanya merupakan suatu kekecualian.

“Dibutuhkan waktu enam bulan bagi pemerintah untuk merebut kembali Aleppo dengan pemboman yang brutal.”

“Sementara itu para pemberontak masih menguasai wilayah-wilayah lain. Jadi kenyataan yang menyedihkan adalah, kita akan menyaksikan dijalankannya taktik yang sama di tempat-tempat lain

“Seluruh horor itu akan terjadi lagi di tempat lain.”

Syrian childImage copyrightAFP/GETTY IMAGES
Image captionLebih dari 11 juta orang mengungsi dari rumahnya atau dari Suriah akibat perang.

Bagaimana skala penderitaan sebenarnya di Suriah?

“Keadaannya begitu mengerikan,” katanya.

“Sangat sulit untuk membuat skala kehancuran dan penderitaan yang akurat. Namun kebanyakan sepakat bahwa lebih dari 500.000 orang terbunuh.”

Ia mengatakan bahwa lebih dari 11 juta orang mengungsi dari rumahnya atau dari negara itu.

Dan itu kira-kira sama dengan jumlah setengah penduduk Suriah sebelum perang.

Mengapa banyak negara maju cuma berdiam diri?

Sebagaimana semua hal di Nigeria, tak ada jawaban gampang untuk pertanyaan ini.

Eaton mengatakan bahwa awalnya ada harapan bahwa semuanya bisa diselesaikan dengan perundingan.

Pada tahun 2013, ratusan orang terbunuh dalam apa yang dicurigai sebagai serangan kimia.

Negara-negara seperti Amerika dan Prancis menyebut hanya pemerintah Suriah yang punya kemampuan senjata kimia. Mereka mengancam akan melakukan serangan militer.

Di Inggris, para anggota parlemen melakukan pemungutan suara, yang hasilnya menolak pemboman ke Suriah. Ini momen kuncinya.

“Hal itu bagai menetapkan irama selanjutnya. Assad menarik kesimpulan bahwa tak ada yang bisa menggulingkannya. ”

“Ia menyimpulkan, ia bisa sebrutal apa pun yang dia mau, asalkan tidak menggunakan senjata kimia.”

AleppoImage copyrightAFP/GETTY IMAGES
Image captionSejak pengepungan dimulai di Aleppo, kota yang tadinya begitu sibuk itu pelan-pelan runtuh jadi puing-puing.

Bagaimana orang seperti kita bisa membantu?

Tim Eaton mengatakan, salah satu pilihannya adalah menyumbang kepada lembaga sosial yang bekerja di Suriah, walaupun makin sulit saja untuk melakukan kerja kemanusiaan di medan perang.

“Sungguh saya kira orang-orang bisa mendorong agar masalah ini menjadi agenda dan kepedulian para politikus.”

“Apa yang terjadi di Aleppo tak bisa dianggap sebagai sekadar kejadian biasa.”

“Terang-terangan saja: kita tak melihat kepedulian dan tanggung jawab (para politikus) tentang masalah ini. Kita harus menuntut agar para politikus mengemban kewajiban mereka soal ini.”

Sumber : bbc.com

Konflik Aleppo: ‘Pesan terakhir’ penuh keputusasaan dari kota yang dikepung

Seorang ibu tua dinaikkan ke atas gerobak bersama tumpukan barang di wilayah Aleppo, Suriah, 12 Desember 2016.
Seorang ibu tua dinaikkan ke atas gerobak bersama tumpukan barang di wilayah Aleppo, Suriah, 12 Desember 2016.

Saat gempuran tentara pemerintah Suriah ditingkatkan, teriakan minta tolong dari orang-orang yang terjebak di sana terasa semakin putus asa.

Seorang aktivis bernama Lina menggunggah video di Twitter dan memohon, “manusia di seluruh dunia, jangan tidur! Anda bisa melakukan sesuatu, protes sekarang! Hentikan genosida”.

Lainnya, mengunggah pesan bernada pilu selagi bom berjatuhan di sekeliling mereka.

Seorang pria mengatakan ini adalah video terakhir yang dia unggah. “Kami lelah berbicara, kami letih berorasi. Tidak ada yang mendengar, tidak ada yang merespons. Kini datang bom., Di sini video berakhir.”

Sebuah bom meledak di dekat wilayahnya, sesaat sebelum video selesai.

Dan pada Selasa pagi, Monther Etaky menulis, “saya masih di sini, menghadapi genosida bersama sahabat-sahabat saya tanpa ada komentar apapun dari dunia.”

Dan kematian terus mengancam. “Saya harap saya bisa menyiarkan kematian kami untuk Anda,” katanya dengan pahit.


Tweet by Monther, saying Image copyrightTWITTER
Image caption“Saya masih di sini, menghadapi genosida bersama sahabat saya tanpa ada komentar apapun dari dunia.”

Bana Alabed, anak perempuan berusia tujuh tahun yang sejak lama berkicau di Twitter melalui akun ibunya, menulis pesan pilu Selasa pagi.

“Saya berbicara kepada dunia sekarang, langsung dari Allepo timur. Ini adalah momen terakhir saya, untuk hidup atau mati.”

Sebelumnya, dia mengatakan,”pesan terakhir. Orang-orang mati sejak malam kemarin. Saya terkejut bahwa saya bisa menulis pesan sekarang dan masih hidup.”

Dan beberapa jam sesudahnya, “Ayah saya terluka. Saya menangis.”


Tweet by Bana, saying Image copyrightTWITTER
Image captionNama saya Bana, tujuh tahun, saya berbicara pada dunia langsung dari Aleppo timur.”

Terlihat jelas dari sejumlah pesan, bahwa Aleppo dihujani serangan dalam intensitas yang paling hebat.

“Ini adalah neraka,” kata satu kicauan dari akun White Helmets – grup relawan Suriah yang melakukan kerja sosial di Aleppo timur. “… Semua jalan dan gedung-gedung runtuh dipenuhi dengan orang-orang mati.”


White Helmets tweetImage copyrightTWITTER
Image caption“Tidak ada angka persis korban mati di Aleppo hari ini. Semua jalanan dan gedung-gedung runtuh dipenuhi orang-orang mati.”

Syrian civilians flee the Sukkari neighbourhood towards safer rebel-held areas in south-eastern Aleppo, on 12 December 2016, during an operation by Syrian government forces to retake the embattled city.Image copyrightAFP
Image captionSejumlah orang yang bisa pergi dari kota itu, mengungsi.

Deskripsi situasi di Aleppo dipenuhi dengan kalimat-kalimat yang menggambarkan ‘kiamat.’ Abdul Kafi Alhamado, guru bahasa Inggris di dalam wilayah yang masih dikuasai pemberontak di Aleppo mengatakan suasananya seperti ‘kiamat’ ketika pasukan pemerintah Suriah makin mendekat.

“Bom di mana-mana. Orang-orang berlarian, mereka tidak tahu ke mana, hanya berlari. Orang-orang terluka di jalanan. Tidak ada yang pergi membantu mereka,” katanya pada BBC News.

“Beberapa orang terjebak di reruntuhan, tidak ada yang bisa membantu. Mereka hanya meninggalkan mereka di bawah puing-puing hingga mereka mati – reruntuhan itu adalah kuburan mereka,” katanya.

Sebagian orang hanya bisa mengirimkan pesan ke BBC melalui ponsel.

Seorang ayah di kota itu menulis, “saya rasa ini adalah selamat tinggal. Terima kasih kepada mereka yang membela dan berdoa untuk kami. Tapi ini hampir berakhir, dan hanya tinggal beberapa jam saja sebelum mereka membunuh kami.”

Dan seorang ayah, yang sering berkomunikasi dengan BBC dalam beberapa tahun terakhir, menulis dalam Twitternya, “Pesan terakhir. Terima kasih untuk semuanya. Kita telah berbagi banyak momen. Ini adalah tweet terakhir dari seorang ayah yang emosional. Selamat tinggal, Aleppo.”

Dikutip oleh : BCC Indonesia

Buwas: Ada Pengkhianatan dari dalam Bangsa Indonesia Sendiri

screen-shot-2016-12-23-at-19-28-29
Suaracitizen.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso ikut menghadiri deklarasi perang melawan narkoba. Itu merupakan deklarasi perang dari sedikitanya 13 ormas Islam yang bernaung di Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
“Selama ini kalau bertindak malah kita yang di-bully, malah dibilang melanggar HAM, padahal yang kita tindak itu pelaku pelanggaran HAM berat,” kata pria yang akrab disapa Buwas tersebut, saat memberi paparan di Deklarasi Perang Melawan Narkoba di hadapan orams-ormas Islam, Kamis (22/12).
Ia mengungkapkan, Desember lalu baru saja bertemu dengan Presiden Joko Widodo, dan sudah menyatakan kalau Indonesia harus berperang melawan narkoba. Mendapat dukungan Jokowi, namun Buwas mengaku tidak mendapatkan dukungan yang berarti dari pembantu-pembantu Presiden, yang selama ini ia rasakan memang tidak berbuat apa-apa.
Buwas menuturkan, sebagian besar kementerian yang ada di Kabinet Kerja masih merasa narkoba bukan bagiannya, dan merasa itu tanggung jawab BNN dan Polri. Bahkan, ia sempat mendapat serangan bertubi-tubi dari setidaknya tiga LSM asal Indonesia saat berada di AS, yang menggembor-gemborkan hukuman mati bandar dan pengedar sebagai pelanggaran HAM.
“Pelemahan itu terus dilakukan, jadi ada pengkhianatan dari dalam bangsa Indonesia itu sendiri,” ujar Buwas.
Terkait itu, Buwas sempat menceritakan agenda-agenda dari jaringan narkotika di Indonesia, yaitu regenerasi pangsa pasar yang memang gencar dilakukan. Menurut Buwas, saking kejamnya jaringan-jaringan narkotika ini, mereka yang jadi bandar dan pengedar sudah tidak kenal lagi belas kasihan, dan menyebarluaskan narkoba ke anak-anak kecil.
“Begitu biadabnya, mereka meracuni anak-anak dan cucu-cucu kita yang sedang sekolah,” kata Buwas.
Hal itu yang menjadi alasan apresiasinya, karena merasa dukungan deklarasi perang narkoba dari ormas Islam sangat berarti sebagai kekuatan BNN. Ormas-ormas itu di antaranya Nahdlatul Ulama, Persis, Al Irsyad, Mathlatul Anwar, Al Washliyah, Syarikat Islam, Perti, Al Ittihadiyah, Az Zikra, Persatuan Islam Tionghoa, Ikadi, PUI, dan HBMI.
Selain ormas Islam, deklarasi turut dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua Dewan Kehormatan DPD AM Fatwa dan Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto. Deklarasi berisikan lima poin, yang dibacakan Ketua Umum LPOI dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj.(rol)

Banyak TKA Ilegal Asal Cina di Jatim, Gus Ipul Meradang

screen-shot-2016-12-23-at-19-26-44
Suaracitizen.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menemukan 26 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina. Hal itu pun membuat Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf meradang.

Temuan itu setelah Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jatim melakukan sidak di PT Jaya Mestika Indonesia di Desa Dlanggu, Mojokerto, Rabu 21 Desember 2016 kemarin.

“Sebenarnya ada 29, tapi yang 26 tidak berizin. Bahkan, mereka juga tidak bisa berbahasa Indonesia. Rata-rata merupakan pekerja kasar, misalnya memanasi besi, sopir alat berat, dan yang lainnya,” kata Saifullah di Surabaya, Kamis (22/12/2016).

Saifullah memperkirakan, kasus semacam itu hanyalah permukaan. Namun, yang berada di bawahnya jauh lebih banyak. Oleh karena itu, Saifullah meminta kepada Disnakertransduk Provinsi Jatim untuk memberikan tindakan tegas kepada perusahaan yang mempekerjakan pekerja asing ilegal. Sebab, hal itu menurutnya jelas menyalahi aturan.

“Karena kalau dibiarkan jumlahnya akan terus meningkat. Kami menduga pada tahun 2016 ini jumlahnya bisa mencapai ratusan. Bahkan, bulan lalu saja tercatat ada sekitar 200 orang yang menggunakan visa turis diketahui overstay, dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya,” ujarnya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Ipul itu juga meminta masyarakat juga ikut terlibat aktif dalam mengatasi TKA ilegal asal Cina. Termasuk seluruh serikat pekerja yang ada di Jatim.

“Jelas keberadaan pekerja asing ilegal itu akan mengurangi kesempatan tenaga kerja lokal untuk mendapatkan pekerjaan,” pungkasnya.(ts)

Kapolda Metro Sebut Banyak Imigran Tiongkok jadi Pengedar Narkoba

screen-shot-2016-12-23-at-19-24-29
Suaracitizen.com – Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan angkat bicara terkait adanya isu dua ribu pekerja warga negara Tiongkok dalam megaproyek kereta cepat.

Menurutnya, dia sudah berkoordinasi dengan Imigrasi DKI dan menemukan fakta bahwa hal tersebut tidak benar.

“Kami berkoordinasi dengan pihak Imigrasi seperti ada informasi dua ribu WN Tiongkok pekerja kereta api cepat, itu tidak. Hanya masuk 84 orang, itu pun tenaga ahli,” kata Iriawan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Kamis (22/12).

‎Iriawan mengklaim bahwa imigran Tiongkok tergolong stabil di seluruh sektor di DKI Jakarta. Namun demikian, yang paling menonjol justru banyaknya WN Tiongkok yang tertangkap melakukan tindak pidana narkotika.

“Kami antisipasi peredaran narkoba. Saya dapat laporan memang barang bukti masuk itu dari Tiongkok. Kami antisipasi, memberantas, mencegah, dan menangkap peredaran narkoba ini,” jelasnya.

Untuk memberantas banyaknya WN Tiongkok yang menyambi sebagai pengedar narkoba, Iriawan meminta agar masyarakat terlibat. Dia mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke polisi, jika menemukan adanya tindak pidana narkotika.

“Peran masyarakat besar mengungkap peredaran narkoba. Banyak pengungkapan dari laporan masyarakat dan dilidik anggota,” tandas dia.(bi)

Kata Jokowi: Tak Mungkin WN Cina ke Indonesia untuk Bekerja, Sebab Upah di di Indonesia Lebih Kecil dari Cina

screen-shot-2016-12-23-at-19-22-39
Suaracitizen.com – Presiden Joko Widodo, menyatakan isu tenaga kerja asing (TKA) asal Cina terlalu dibesar-besarkan. Jokowi menilai, tidak masuk akal bila TKA ilegal Cina membanjiri Indonesia.
“Logikanya di mana. Masa, ada warga Tiongkok sampai 10 juta hingga 20 juta di kita,” ujar Jokowi, saat membuka Program Pemagangan Nasional di Karawang, Jumat (23/12).
Menurut Jokowi, jumlah besar warga Cina di Indonesia untuk berwisata bukan untuk bekerja apalagi menjadi TKA ilegal. Justru, Indonesia saat ini sedang membidik turis asal negeri Tirai Bambu tersebut.
Jokowi mengatakan tidak mungkin warga Cina ke Indonesia memilih untuk bekerja. Sebab, upah di Indonesia jauh lebih kecil dari Cina. Dengan begitu, Jokowi mengatakan bila menyikapi suatu permasalahan harus memakai logika. Hal ini agar isu yang dihembuskan tidak meresahkan masyarakat.
Menurut Jokowi, tenaga kerja asal Cina yang masuk ke Indonesia, hanya 21 ribu orang. Jumlah tersebut, jauh lebih sedikit dibanding dengan TKI yang bekerja di Malaysia, Arab Saudi ,dan negara lainnya. “TKI kita saja di Malaysia lebih dari dua juta, di Arab Saudi lebih dari sejuta,” ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan pihaknya ingin turis asal Cina bisa masuk ke Indonesia. Total wisatawan asal Cina ini ditarget mencapai 10 juta orang. Turis asal Cina ini, kata Jokowi, ternyata diperebutkan oleh sejumlah negara. Termasuk, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, mengatakan, sepanjang 2016 ada 673 TKA yang bermasalah. Jumlah itu di antaranya, 587 merupakan TKA ilegal, karena tak punya izin kerja. Sisanya, kasus pelanggaran izin. “Mereka, WNA asal Tiongkok, Jepang, Korsel, India, dan lainnya,” ujar Hanif.
Menyikapi persoalan membeludaknya tenaga kerja asal Cina, Hanif mengaku, tak perlu dirisaukan. Hal ini karena, pemerintah tidak akan tinggal diam saja. Bila ada masalah dengan TKA, maka akan langsung disikapi. Apalagi, saat ini kerja sama lintas sektoral sudah terjalin dengan baik.
“Kita sudah tingkatkan pengawasan. Jika ada masalah, maka Imigrasi, kepolisian, disnaker dan lainnya akan langsung bergerak,” ujarnya. [rol]

Siap dipenjara, Pria Ini Tiru Ahok Sebut “Jangan Mau Dibohongi Orang Pakai Almaidah 51”

screen-shot-2016-12-23-at-19-20-51
Suaracitizen.com – Ada pemandangan berbeda di markas pemenangan Rumah Lembang, lokasi calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menemui warga untuk menyerap aspirasi warga. Seorang warga asal Pemalang, Jawa Tengah bernama Bambang mendadak meniru perkataan Ahok saat menyitir surat Al Maidah di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.
“Bismillahirahmanirrahim, ‘Jangan pernah mau dibohongi orang pakai surat Al Maidah ayat 51’,” ujar dia disambut sorak sorai warga yang hadir, hari ini.
Ahok sendiri saat ini telah menjadi terdakwa karena mengutip Al Maidah 51 dalam kunjungan kerjanya di Kepulauan Seribu, 27 September 2016. Akibat perkataannya, Ahok didakwa telah melakukan penistaan agama.
“Jadi kalau emang Ahok harus salah dan dimasukin penjara, harusnya gue juga diperlakukan hal yang sama, dan gue siap temenin Ahok,” kata Bambang lagi.
Dengan berani menirukan perkataan Ahok, dirinya siap dipenjara menemani Ahok, dia mengaku sudah mendapat restu dari orang tua, serta anaknya.
Tak lama berselang suara Bambang pun bergetar. Sambil terisak dia menyampaikan sejatinya Ahok adalah orang baik di luar perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan. Dia menekankan, jangan hanya perbedaan tersebut perpecahan benar-benar terjadi di bangsa ini.
“Saya pesan tolong dukung Ahok, gue orang jawa enggak mau tahu gue kasih ke elu, elu orang bagaimana caranya Pak Ahok harus jadi,” ungkap dia. [rnc]

adi Terdakwa, Ahok Belum Diberhentikan juga, Ini Sindiran Pedas Prof. Romli untuk Pak Presiden

screen-shot-2016-12-23-at-19-15-14
Suaracitizen.com – Pak Presiden hingga kini belum memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Padahal, Ahok sudah resmi berstatus terdakwa kasus dugaan penistaan agama.
Sesuai dengan Pasal 83 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah yang sudah sah secara hukum berstatus sebagai terdakwa harus diberhentikan sementara.
Sikap Presiden ini pun ikut ditanggapi oleh Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjajaran, Prof. Romli Atmasasmita.
“Tampaknya ribet bener sih hanya untuk melaksanakan perintah UU secara konsisten, konsekuen dan hargai ‘equality before the law saja?” sindir Prof. Romli melalui akun twitter @rajasundawiwaha, hari Selasa lalu, 20 Desember 2016.

Dalam cuitannya, Romli juga sedikit menjelaskan bagaimana posisi UU Nomor 23 Tahun 2014 jika dikaitkan dengan kontestasi Pilkada DKI. Ditegaskan penggagas UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, keikutsertaan Ahok dalam Pilkada DKI tetap tidak mengubah aturan sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2014.
Secara jelas, pemberhentian Ahok adalah keniscayaan yang mau tidak mau harus dilakukan oleh Jokowi.
“Pasal 83 juncto 84 (UU Nomor 23 Tahun 2014) jelas, tidak disoal apakah yang bersangkutan sedang cuti atau tidak. Tetap menurut pasal tersebut harus diberhentikan sementara oleh Presiden,” papar Romli.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo seperti bimbang untuk memberhentikan Ahok. Selain beralasan belum terima surat dari pengadilan Jakarta Utara, politisi PDIP ini juga menunggu sidang perkara penistaan agama memasuki agenda tuntutan.
Ahok sendiri saat ini masih cuti untuk kampanye Pilkada DKI 2017. [akt]

Pekerja China Masuk Mojokerto, Jadi Sopir Hingga Buruh Kasar dan Tak Bisa Bahasa Indonesia

screen-shot-2016-12-23-at-19-11-52

Suaracitizen.com – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Saifullah Yusuf, menyatakan bila Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil menemukan adanya 26 pekerja asing ilegal asal Tiongkok, bekerja di Mojokerto. Temuan itu setelah Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jatim melakukan sidak di PT Jaya Mestika Indonesia, di Desa Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Rabu kemarin, 21 Desember 2016.

“Sebenarnya ada 29, tapi yang 26 tidak berizin. Bahkan, mereka juga tidak bisa berbahasa Indonesia. Rata-rata merupakan pekerja kasar, misalnya memanasi besi, sopir alat berat, dan yang lainnya,” kata Saifullah, di Surabaya, Kamis 22 Desember 2016.
Menurutnya, kasus semacam itu hanyalah permukaan. Namun, yang berada di bawahnya jauh lebih banyak. Oleh karena itu, Saifullah meminta kepada Disnakertransduk Provinsi Jatim untuk memberikan tindakan tegas kepada perusahaan yang mempekerjakan pekerja asing ilegal. Sebab, hal itu menurutnya jelas menyalahi aturan.
“Karena kalau dibiarkan jumlahnya akan terus meningkat. Kami menduga pada tahun 2016 ini jumlahnya bisa mencapai ratusan. Bahkan, bulan lalu saja tercatat ada sekitar 200 orang yang menggunakan visa turis diketahui overstay, dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya,” ujar Saifullah.
Meski demikian, Saifullah juga meminta masyarakat juga ikut terlibat aktif dalam mengatasi masalah itu. Termasuk seluruh serikat pekerja yang ada di Jatim. “Jelas keberadaan pekerja asing ilegal itu akan mengurangi kesempatan tenaga kerja lokal untuk mendapatkan pekerjaan,” kata Saifullah. [viva]

Ahok Merasa Diuntungkan dengan Kampanye Hitam, “Nanti Hitamnya Tinggal Kami Putihin” Katanya

screen-shot-2016-12-23-at-19-09-12
Suaracitizen.com – Calon Gubernur DKIJakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) merasa menjadi pihak yang diuntungkan bila ada kampanye hitam tentang dirinya. Karena, kata Ahok, kampanye hitam merupakan salah satu cara mengampanyekan dirinya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.
“Kampanye hitam, berarti kampanye juga loh. terima kasih dong sama yang kampanye hitam, berarti dia bantu kampanyein saya,” kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/12).
Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu mengaku tak mau ambil pusing dengan berbagai kampanye hitam di bursa Pilkada DKI 2017, dengan cara menuding dirinya macam-macam. Menurutnya, yang terpenting adalah melakukan hal yang baik dalam kampanye tak akan memengaruhi Ahok terus berkampanye.
“Nanti hitamnya tinggal kami putihin,” ucap Ahok.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengharapkan agar Pilkada yang diselenggarakan secara serentak pada 2017 berjalan secara damai dan demokratis. Pemerintah dalam hal ini juga sekali lagi menegaskan tidak memihak kepada pasangan mana pun dalam gelaran Pilkada, khususnya Pilkada DKI Jakarta 2017. [itj]