Lagi Asik Berbincang dengan Warga, Ahok Diusir karena Datang Tanpa Pemberitahuan

Suaracitizen.com – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah berbincang-bincang dengan warga yang tinggal di rumah bedeng yang lokasinya persis dipinggir kali Jatipadang RT 14/ RW 02, tiba-tiba ada dua warga yang berteriak kepada calon gubernur DKI urut dua itu.
“Pak Ahok itu nggak ada KTP-nya Pak, bapak ngapain wawancara di situ,” sela orang itu di lokasi, Jumat (30/12).
Herianudin yang mengaku sebagai ketua Front Pembela Islam (FPI) Pasar Minggu, terlihat kesal kepada Ahok yang sedang berbicara kepada warga pinggiran kali.
Herianudin dan temannya itu menanyakan maksud Ahok datang ke lokasi. Sebab, menurutnya Ahok menyambangi warga Jatipadang tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.
“Betul (dia nggak ada KTP DKI) saya nggak wawancara, ini foto-foto saja. Saya tanya mereka tinggal di sini izin siapa. Kalau bermasalah Anak-anak harus diselamatkan, divaksin walaupun bukan warga sini. Yang penting kemanusiaan,” jawab Ahok.
Kemudian Herianudin menjelaskan lebih lanjut kepada Ahok kalau dia bagian dari pengurus RT setempat.
Terkait kedatangan Ahok, Herianudin merasa tidak dihargai lantaran datang tanpa izin maupun sepengetahuan RT setempat.
“Kami warga asli, penduduk sini, saya data semua ini. Makanya kalau seandainya bapak wawancara mereka, melibatkan semua,” ucap Herianudin dengan nada tinggi.
Rekan Herianudin pun berteriak ke Ahok menanyakan atas undangan siapa cagub petahana itu menyambangi daerah tempat tinggalnya.
“Nggak ada undangan. Cek sungai saja. Boleh dong datang. Kenapa nggak boleh datang? Boleh dong,” jawab Ahok.
Kembali bertanya ke Ahok. “Ini momentum bukan untuk pilkada kan?,” tanya dia.
Seketika nada bicara Ahok langsung meninggi, mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan dirinya memiliki hak yang sama dengan pasangan calon lain jika ingin kampanye.
“Saya mau pilkada juga sah saya. Ini masa kampanye sah saya datang. Saya mau kampanye teriak nomor dua juga sah, boleh,” ucap Ahok meninggalkan lokasi.
“Saya siap digugat, catat nama saya Herianudin warga RT 12,” timpal Herianudin.
Sementara, Ahok menambahkan, bila terdapat warga menolak kedatangannya, apalagi posisinya saat ini yang tengah menjalani kampanye, dirinya hanya meminta agar orang tersebut bisa menyebutkan identitas diri.
Nantinya tim pemenangan akan melaporkan pada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk menindaklanjuti laporan penolakan tersebut. [tnc]

Istana Duga Ada Motif Politik di Balik Isu Tenaga Kerja Cina

Suaracitizen.com – Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki menduga ada motif politik di balik isu masuknya jutaan pekerja asing asal Cina ke Indonesia.
Ia membaca seolah ada upaya untuk membuat persepsi di masyarakat bahwa Indonesia akan didominasi oleh orang-orang dari negeri Tiongkok tersebut.
“Saya kira ada motif politik untuk menunjukkan seolah-olah ada dominasi Tiongkok terhadap ekonomi Indonesia,” ujarnya, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (30/12).
Padahal, ia memaparkan, jika dibandingkan dengan Jepang, investasi yang dimiliki Cina di Indonesia selama bertahun-tahun jumlahnya tidak lebih besar daripada investasi milik negeri Sakura tersebut. Teten meyakini, hingga saat ini pun Jepang masih menjadi investor nomor satu di Indonesia.
Menurutnya, jika pemerintah sedang gencar menarik investasi dari Cina hal itu harusnya dipandang positif. Sebab, peluang untuk melakukan kerja sama bisnis baru jadi lebih terbuka lebar sehingga Indonesia tak dikendalikan oleh salah satu kekuatan ekonomi dunia.
Terlepas dari hal itu, Teten memastikan bahwa pemerintah tak akan tinggal diam atas beredarnya isu-isu liar di media sosial mengenai tenaga kerja asing asal Cina. Menurutnya, polisi juga telah mengantongi nama-nama pemilik akun di media sosial yang pertama kali memunculkan isu pekerja Cina dengan menyertakan data-data palsu. (rol)

Sambut Pergantian Tahun, Daripada ‘Om Telolet Om’ Lebih Baik ‘Om Sholawat Om’

Suaracitizen.com – Fenomena om telolet om tidak hanya terjadi di dunia maya maupun anak muda di Indonesia. Fenomena ini pun juga diikuti oleh Pemerintah Kota Padang dalam menanggapi malam pergantian tahun baru 2017.
Sejumlah lokasi pun dipasangi baliho dengan berbagai ajakan. Salah satunya berbunyi ‘tahun baru daripada om telolet om lebih baik om sholawat om’, yang terletak di persimpangan SMA 6 Padang.
Wali Kota Padang Mahyeldi Ansarullah menilai, sudah tidak saatnya pergantian tahun masehi dilakukan melalui perayaan dan menggelar kegiatan yang tidak bermanfaat. Dia, mengajak masyarakat untuk mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa dalam momen pergantian tahun baru ini.
“Saya sudah mengajak warga melalui baliho maupun spanduk bahwa tidak masanya lagi merayakan tahun baru masehi dengan hura-hura, minuman keras, membakar kembang api dan mercon. Sebaiknya pergantian tahun disi dengan kegiatan positif yang mendekatkan diri antar sesama serta kepada Allah SWT seperti zikir, salawat, ke masjid dan musala, dan sebagainya,” katanya di Padang, Jumat (30/12).
Mahyeldi menilai, saat ini situasi dan kondisi negara termasuk ancaman kepada Indonesia dari pengaruh asing cukup besar. Karenanya, kepedulian harus ditingkatkan dan pemerintah mesti serius menyikapinya.
“Kita mesti membangun kesolidan antar anak bangsa.”
Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatera Barat Maulana Yusran menyebut jika tingkat hunian hotel terus meningkat pada akhir tahun 2016 ini.
Maulana melihat, kenaikan hunian hotel ini telah dimulai sejak sepekan sebelum Natal lalu. “Kenaikannya mencapai 20 persen,” kata dia.
Maulana menilai, angka peningkatan hunian hotel tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Maulana menyebut, ini dipengaruhi karena telah tertatanya objek wisata di Sumatera Barat seperti Pantai Padang, Mandeh, Carocok dan sebaganinya.
“Sumatera Barat telah menjadi target para wisatawan untuk dikunjungi.” [akt]

[Video] Ahok Diusir Warga Jati Padang Saat Kampanye

Suaracitizen.com – Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok) lagi kembali mendapat protes dari warga. Peristiwa ini terjadi ketika Ahok menyambangi warga Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/12).
Saat Ahok tengah melakukan foto bersama dengan warga yang tinggal di Jalan Ketapang, Kelurahan Jatipadang, tiba-tiba ia ditanya oleh Herianudin yang mengaku sebagai Ketua FPI Pasar Minggu. Bersama temannya, Herianudin menanyakan apakah Ahok datang disertai undangan.
Ahok menjawab, jika hanya mengecek kondisi sungai kenapa tidak boleh. Dengan tegas, Heri mengatasnamakan warga di sana menolak Ahok datang ke tempat mereka. Seusai perdebatan ini, Ahok memilih pergi berjalan menemui warga lagi. (sn)
video

Soal Pelaporan Habib Rizieq, Kata Ketua PBNU Said Aqil : Harus Ditindak

Suaracitizen.com – Kebebasan berpendapat terutama di media sosial atau digital harus dikontrol. Pasalnya, masyarakat saat ini sangat rentan terpecah akibat liarnya pendapat di media sosial terutama pendapat yang bernada kebencian.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menanggapi isu pelaporan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab karena dianggap menghina agama Kristen dan menyebaran ujaran kebencian di media sosial.
“Jadi PBNU minta agar Menkominfo dan kepolisian betul-betul memantau dan mengontrol ujaran kebencian di media sosial. Siapapun yang menyampaikan ujaran kebencian termasuk Habib Rizieq ya harus ditindak. Saya tidak mengkhususkan ke Habib Rizieq, tapi siapapun yang menyebarkan ujaran kebencian harus ditindak,” kata Kiai Said di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (30/12)
Tak hanya Kepolisian dan Menkominfo, Kiai Said juga meminta agar masyarakat harus mempunyai tanggung jawab bersama untuk menutup pintu kebencian dan ke depankan persatuan dan kebangsaan.
“Yang saya harapkan semua harus menyatukan kesatuan dan keselamatan bangsa ini, harus kita junjung. Semua, baik Islamnya maupun non muslimnya, NU maupun non NU, kalau semua orang NU semua selesai saya kira, tidak butuh Densus, BNPT,” kata Kiai Said
“Tapi yang jelas, semua warga bangsa harus taat dan hukum harus berjalan tidak pandang bulu,” pungkasnya. (rol)

Anggota DPR Kena Semprot Gara-Gara Tak Terima Habib Rizieq Diperlakukan Spesial Kapolda

Suaracitizen.com – Pernyataan anggota DPR dari Fraksi PKB Maman Imanulhaq yang meminta Kapolri mencopot Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel karena menyambut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), menuai kritik.

Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut Muhammad Gusti mengaku kecewa dan menyayangkan pernyataan Maman tersebut.

Menurutnya, sambutan yang diberikan Irjen Pol Rycko kepada Habib Rizieq sudah tepat. Hal ini semata untuk menjaga stabilitas keamanan selama acara tabliq akbar berlangsung.

“Kita (IMM Sumut) menyayang dan kecewa atas reaksi Maman Imanulhaq. Yang dilakukan Jenderal Rycko itu kan sudah benar dan tepat, karena prinsipnya polisi bertanggung jawab menjaga stabilitas keamanan dan kondusifitas selama acara berlangsung,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/12).

Dijabarkan Gusti bahwa upaya pengamanan jenderal bintang dua itu terbukti ampuh. Tablig akbar di Masjid Agung Medan dalam rangka pengajian Spirit 212 berjalan dengan damai dan teduh tanpa ada kericuhan sedikitpun.

“Lebih teduh lagi suasana ketika Habib Rizieq memberikan tausiahnya. Jadi kalau ada yang menganggap kehadiran Habib itu mengancam kedamaian, maka itu tidak benar,” sambung mahasiwa pascasarjana UMA Medan ini.

Maman Imanulhaq mengkritik keras tindakan Kapolda Sumut saat menyambut Habib Rizieq. Menurutnya, Kapolda tidak perlu dan tak sepantasnya dilakukan kepada pihak yang sedang menjadi sorootan publik belakangan ini.

“Kita harus betul mengingatkan juga jangan sampai aparat beri ruang untuk kelompok radikal intoleran. Jangan seperti Kapolda Sumut, menyambut tokoh yang belakangan ini kerapkali mengatakan statemen yang cenderung intoleran,” ujar wasekjen PKB itu.

Maman bahkan menyarankan kepada Kapolri untuk mengganti Kapolda Sumut yang masih memberikan panggung dan ruang lebih bagi ormas-ormas yang cenderung radikal.

“Gantilah Kapolda sumut oleh Kapolri kalau perlu,” pungkasnya.(pojoksatu)

Tolak Kedatangan Ahok, Warga Jatipadang: Bapak Ada Undangan dari Siapa ke Sini?

Suaracitizen.com – Warga dari Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan menolak kedatangan calon gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
“Bapak ada undangan dari siapa ke sini? Ini momentumnya bukan untuk Pilkada kan? Kenapa RT-nya tidak ada? Laporan ke RW tidak? Kami warga sini menolak,” kata Herianudin di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/12).
Ahok yang tengah berkampanye itu, langsung ditanya warga dan menanyakan perihal kedatangan calon gubernur nomor urut dua itu di wilayah tersebut.
Mendengar pertanyaan tersebut, Ahok pun mengakui kedatangannya adalah untuk mengecek dan mencari tahu penyebab masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
“Tidak ada undangan. Saya mau cek sungai saja. Pilkada atau bukan, saya sah-sah saja datang kesini. Saya juga bisa saja kampanye disini. Menolak boleh saja, tapi harus secara resmi. Kami juga bisa gugat,” kata Ahok.
Mendengar kata gugat tersebut, Herianudin langsung menyatakan siap untuk digugat oleh mantan Bupati Belitung Timur itu. “Saya bukan masalah gugatnya, pak. Saya siap digugat, pak,” ujar Herianudin sambil berteriak.
Ahok tidak lagi menanggapi pernyataan Harianudi yang diketahui sebagai Ketua FPI Pasar Minggu. Dia pun langsung pergi berlalu.
Seperti diketahui, masa kampanye dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 berlangsung mulai 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017 mendatang. Sedangkan hari pemilihan akan jatuh pada 15 Februari 2017.
Terdapat tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang terdaftar dalam Piklada DKI 2017, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. [akt]

Pasangan Seleb Pendukung Ahok Terjaring Razia BNN

Suaracitizen.com – Pasangan artis Gading Marten dan Giselle Anastasia terjaring Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) gabungan di Parc 19, Bistro Terrace, Jalan Taman Kemang No. 19, Jakarta Selatan, Jumat (30/12). Razia terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.
Suami istri pendukung calon Gubernur DKI Basuki T Purnama alias Ahok itu langsung digiring petugas untuk dilakukan tes urine di kendaraan yang disediakan Badan Nasional Narkotika (BNN).
“Ga usah foto-foto ya,” kata Gading kepada awak media saat akan memasuki mobil BNN.
Selain pasangan artis itu, beberapa rekannya juga diminta untuk tes urine.
Setelah petugas mengambil sampel urine Gading, dia diminta petugas BNN untuk berkumpul di dalam bus sementara hasil uji air seni keluar.
Namun, Gading menolak arahan petugas. “Gua tungguin hasilnya. Kalau negatif gua mau pulang,” tegas dia dengan nada emosi.
Beberapa menit berselang, hasil pemeriksaan urine terhadap keduanya dinyatakan negatif.
Petugas pun melanjutkan pemeriksaan terhadap tamu-tamu lainnya.
Ikut hadir dalam operasi Cipkon tersebut, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto dan Direktur Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta.
Operasi tersebut digelar serentak di seluruh Indonesia dan melibatkan unsur BNN, Polri dan POM TNI.
“Kami melaksanakan operasi di tempat malam, karaoke dan kafe. Yang mana tempat seperti itu rawan akan peredaran gelap narkotika,” kata Eko dalam arahannya saat gelar pasukan di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan. [jpnn]

(Video) Ustadz Felix Siauw : Hati-hati Satu Hal ada penyesatan opini terhadap islam dan jangan banyak nonton tv karena mereka membuat bahwa islam itu jelek

Suaracitizen.com – Dalam sebuah sesi tanya jawab forum dakwah, Ustadz Felix Siauw ditanya bagaimana tanggapan nya tentang Habib Rizieq dan FPI yang sering melakukan sweeping tempat maksiat dan hiburan malam. ustadz felix siauw mengungkapkan tidak bisa membenarkan yang dilakukan oleh Ormas FPI karena Agama Islam mengajarkan tentang kasih sayang dan perdamaian. namun, ia juga tidak bisa menyalahkan kegiatan Ormas Islam FPI yang di perkuat oleh imam besar nya Habib Rizieq Syihab.

Apakah yang menjadi sikap Ustadz Felix ?? kita saksikan selengkapnya:

https://www.youtube.com/watch?v=knrF_eDEqD0

Masyaallah… Ternyata Ada Penghuni Langit Yang Tinggal Di Bumi Yang Pernah Disabdakan Nabi… Siapakah Beliau?? Yuk Simak Kisahnya

Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji,” pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit.

Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila.. Uwais gila…” kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa. “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais. “Bagaimana dengan dosamu?” tanya ibunya heran. Uwais menjawab, “Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga.”

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka’bah karena Rasullah SAW berpesan “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

 CERITA KEHIDUPAN UWAIS AL QORNI

Pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.

Dalam kehidupannya sehari-hari, Uwais Al-Qarni bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan domba-domba orang pada waktu siang hari. Upah yang diterimanya cukup buat nafkahnya dengan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dia dan ibunya. Demikianlah pekerjaan Uwais Al-Qarni setiap hari.

Uwais Al-Qarni terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Uwais Al-Qarni seringkali melakukan puasa. Bila malam tiba, dia selalu berdoa, memohon petunjuk kepada Allah. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka telah bertemu dengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya, telah juga didengar oleh Uwais Al-Qarni. Segera Uwais mengetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau. Hari demi hari berlalu, dan kerinduan Uwais untuk menemui Nabi saw semakin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu Nabi Muhammad saw dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suara Nabi saw, kerinduan karena iman.

Tapi bukankah ia mempunyai seorang ibu yang telah tua renta dan buta, lagi pula lumpuh? Bagaimana mungkin ia tega meninggalkannya dalam keadaan yang demikian? Hatinya selalu gelisah. Siang dan malam pikirannya diliputi perasaan rindu memandang wajah nabi Muhammad saw.

Akhirnya, kerinduan kepada Nabi saw yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinyadan mohon ijin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibu Uwais Al-Qarni walaupun telah uzur, merasa terharu dengan ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumi perasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”

Betapa gembiranya hati Uwais Al-Qarni mendengar ucapan ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkat. Namun, ia tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkannya, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Uwais Ai-Qarni Pergi ke Madinah

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al-Qarni sampai juga dikota madinah. Segera ia mencari rumah nabi Muhammad saw. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang  seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarni menanyakan Nabi saw yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah ra, istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman, “engkau harus lekas pulang”.

Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

Peperangan telah usai dan Nabi saw pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi saw menanyakan kepada Siti Aisyah ra tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan do’a dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta do’a pada kalian.”

Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Seperti yang dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Fenomena Ketika Uwais Al-Qarni Wafat

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

[sociallocker]

Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, disitu selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni? bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”

Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni disebabkan permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra dan Ali ra, agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.[/sociallocker]