Bendera RMS Berkibar di SD di Ambon, Netizen: Pak Tito Ini Ada Makar, Pak

Suaracitizen.com – Sebuah bendera Republik Maluku Selatan ukuran 1 meter x 2 ditemukan di dalam halaman SD Inpres 21 di kawasan Jalan dr Kayadoe, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Jumat, 27 Januari 2017.

Bendera RMS itu berkibar di atas tiang bendera sekolah sekitar pukul 06.45 WIT. Saat itu, para siswa mulai berdatangan ke sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Bendera itu kali pertama dilihat oleh seorang guru bernama MT (35) saat hendak mengecek siswa yang akan membersihkan lingkungan sekolah sebelum jam pelajaran dimulai.

MT kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala sekolah. Dia juga menghubungi seorang anggota Polda Maluku, Bripka Albert Huwae terkait peristiwa

itu.

Pada pukul 06.55 WIT, Bripka Albert Huwae bersama anggota Polsek Nusaniwe tiba di lokasi kejadian. Polisi kemudian mengamankan bendera tersebut dan dibawa ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pejabat berwenang terkait penemuan bendera kelompok separatis tersebut.

Menurut warga setempat, di sekolah itu pernah terjadi kejadian serupa.

“Sebelumnya juga ditemukan bendera RMS di sini. Masalahnya, itu sekolah tidak punya petugas pengamanan,” kata salah seorang warga, Kudamati.

Seorang Netizen yang mengetahui hal itu mengatakan via twitternya,

“Pak Tito ini ada makar pak. Bendera RMS Berkibar di Tiang Bendera Sebuah SD di Ambon,” tulis akun Fery Mokoginta.

Sumber : portal-islam.id

Inilah Berita-Berita “HOAX” dan “FITNAH” Seputar Penangkapan Patrialis Akbar

Suaracitizen.com – Penangkapan yang dilakukan oleh KPK terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar pada Rabu (25/1/2017) malam membuat heboh jagad maya. Beberapa media telah melakukan tuduhan sembrono terhadap Patrialis. Seperti menyebut bahwa Patrialis ditangkap di hotel yang biasa digunakan untuk tempat mesum, dikesankan sedang “indehoi” dengan wanita.

Berikut ini kabar simpang siur dan dusta alias hoax terkait dengan penangkapan Patrialis Akbar oleh KPK.

1. Penangkapan Patrialis di Sebuah Hotel Esek-Esek

Patrialis Akbar awalnya ramai disebut ditangkap bersama dua orang wanita di sebuah hotel di Tamansari, Jakarta Barat.

Namun kabar tersebut terbantahkan. Soal penangkapan di sebuah hotel di Tamansari ternyata penggerebekan oleh BNN, menurut penuturan The Khek King (62) ketua RW 01 Tamansari.
.
“Tidak ada OTT dari KPK di sini, memang ada penggerebekan di BNN, tapi saya ga tau jam berapa,” katanya, seperti dikutip kumparan.

2. Penangkapan Patrialis Berlangsung di Rumah Kost Mewah 

Selain hotel, juga beredar isu penangkapan Patrialis di sebuah kos mewah Gili Residence, Jalan Tamansari Raya nomor 60-62, Tamansari, Jakarta Barat.

Berita ini sempat diposting TEMPO dengan judul “Hakim Patrialis Akbar Disebut Ditangkap di

Kos Mewah Ini” (https://m.tempo.co/read/news/2017/01/26/063840082/hakim-patrialis-akbar-disebut-ditangkap-di-kos-mewah-ini)

Namun akhirnya TEMPO meralatnya. Karena ternyata itu berita Hoax.

3. Gratifikasi Seks

Yang ini fitnah luar biasa.

4. OTT (Operasi Tangkap Tangan)

Diberitakan Patrialis Akbar ditangkap kena OTT KPK (Operasi Tangkap Tangan), padahal tidak ada uang yang diamankan saat penangkapan Patrialis Akbar

Dalam konferensi persnya yang digelar KPK pada Kamis (26/1/2017) didapat FAKTA berikut:

1. Patrialis Akbar ditangkap di pusat perbelanjaan Grand Indonesia (Grand Indonesia Shopping Town) di Jakarta sekitar pukul 21.30 WIB. Jadi bukan di hotel esek-esek, kost mewah.

2. Tidak ada indehoi atau perbuatan asusila Patrialis Akbar dengan wanita

3. Dalam konpersnya, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan penangkapan Patrialis Akbar (KPK menyebut dengan inisial PAK), karena: Patrialis Akbar diduga menerima hadiah 20ribu USD dan 200ribu dolar Singapura dalam penanganan judical review/uji materil UU 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) di MK.

KPK menyebut beberapa BUKTI yang diamankan adalah:
– Dokumen pembukuan perusahaan
– Voucher pembelian mata uang asing
– Draft putusan perkara MK No. 129

CATAT! TIDAK ADA UANG YANG DIAMANKAN KPK SAAT PENANGKAPAN PATRIALIS AKBAR. DENGAN KATA LAIN TIDAK ADA OTT ATAS PATRIALIS AKBAR, TAPI HANYA PENANGKAPAN yang dasarnya “Dugaan” menerima hadiah.

YA. DUGAAN. ITU DINYATAKAN LANGSUNG KPK SAAT KONPERS.

Berikut video konpers KPK:

Investigasi Jurnalis Senior Terhadap FPI, Terungkap FAKTA Yang Selama Ini Ditutupi Media

Suaracitizen.com – Tulisan ini saya buat setelah beberapa hari ini saya melakukan investigasi langsung ke para senior FPI dan bergaul dengan anak-anak FPI.
Tulisan ini juga sekaligus menjawab ratusan teman yang terheran-heran karena belakangan saya dinilai terlalu banyak membela dan “gaul” dengan HRS (Habib Rizieq Syihab) dan juga FPI.
Misalnya seorang kawan karib saya yang seorang pengusaha, dia tidak berani bertanya langsung ke saya, tapi melalui kawan lain mengatakan seperti ini ..”Kok Mbak Nanik berani ambil resiko bergaul dengan FPI?”
Bekas anak buah saya yang kebetulan bertemu saya di lapangan di mana saya berada di tengah-tengah teman FPI, sampai terbengong-bengong,.. “Mbak Deyang ….Masyallah berani banget ada di tengah-tengah FPI,” katanya. Dia sebetulnya tidak tertarik dengan demo siang itu, tapi karena lihat sosok saya dia berhenti untuk memastikan bahwa itu saya yang berada di tengah-tengah kawan FPI.
Seorang kawan pengusaha wanita kirim WA ke saya, “Mbak Nanik, saya ini tiap hari berantem dengan anak-anak perkara FPI dan HRS, saya yang mengagumi HRS terus dicela. Mereka benci bukan main sama FPI. Suami saya menyarankan Mbak Nanik ke rumah nanti saya undang anak-anak saya untuk berdiskusi soal FPI, dan HRS dengan Mbak Nanik”.
FPI memang menjadi momok yang sangat dibenci oleh sebagian besar kalangan menengah atas, bukan hanya non muslim, tapi juga muslim, terutama mereka yang punya pendidikan S1 ke atas.
Stigma organisasi “preman berbaju agama” yang senantiasa bersikap anarkis, dan arogan, demikian erat melekat dalam benak kalangan menengah atas, terutama para kaun intelektual. Tidak ada ruang untuk nilai plus sedikit pun di kalangan menengah atas untuk oraganisai bentukan HRS ini. Meski berulangkali digembar-gemborkan FPI banyak melakukan aksi Kemanusian, namun semua ternafikan dengan stigma bahwa organisasi tak lebih sebagai “Preman Berbaju Agama”.
Tak hanya FPI, gaya HRS yang suka meledak-ledak, dan cepat emosional juga dinilai tidak layak menjadi pemimpin organisasi keagamaan. Bahkan saking mangkelnya sama HRS, banyak orang mengatakan bahwa sebutan “Habib” yang disandang Rizieq Syihab adalah Habib Palsu, dan aslinya si HRS ini sebenarnya nggak ngerti arti ayat-ayat dalam Al-Quran, kata mereka.
Berangkat dari rasa penasaran beberapa hari belakangan saya banyak melakukan investigasi dan cross check, seperti apa organisasi FPI dijalankan, bagaimana struktur organisasi, dll . Pokoknya kalau saya tulis semua malah jadi buku beratus-ratus halaman.
Saya hanya ingin memaparkan hal yang paling banyak dibenci dan dinilai orang berkait FPI, yaitu soal kelakuan anak-anak FPI yang dinilai suka melakukan sweeping seenaknya dan anarkis. Benarkah demikian? Saya akan coba menjawabnya!
Bila selama ini kesan FPI demikian BURUK-nya , itu tak lain karena MEDIA yang memotong begitu saja informasi, dan hanya memberitakan atau mengambil gambar pada saat anak-anak FPI turun melakukan sweeping, yang memang kadang-kadang suka bawa pentungan. Media sama sekali tidak pernah memberikan informasi mengapa suatu obyek di sweeping FPI dan bagaimana prosesnya?
Padahal yang sebenarnya ada 4 tahapan yang dilalui oleh organisai FPI sebelum melakukan sweeping yaitu:
1. FPI menerima laporan masyarakat, berkait dengan aktivitas maksiat, tempat perjudian, penjualan miras, cafe-cafe yang jadi tempat transaksi narkoba dll hingga Warung makan yang buka siang hari di bulan puasa. (FPI tidak akan melakukan tindakan apapun tanpa adanya laporan masyarakat).
2. Setelah menerima laporan masyarakat, FPI kemudian mengecek ke obyek yang dilaporkan masyarakat tersebut, apakah benar seperti yang dilaporkan masyarakat atau tidak.
3. Setelah melakukan pengecekan lapangan, dan benar ternyata seperti yang dilaporkan masyarakat, FPI selanjutnya melakukan pendekatan atau peneguran kepada pemilik tempat tersebut dan menyampaikan keberatan masyarakat.
4. Bila sudah ditegur FPI, tetapi tetap tidak ada perubahan pada operasional tempat tersebut, maka FPI akan berkoordinasi dengan Polisi setempat untuk melakukan peneguran atau penertiban.
5. Bila sudah melibatkan polisi pun ternyata pemilik masih bandel, misalnya tetap menjual miras, tetap menggelar perjudian, tetap buka di luar ketentuan Pemda setempat pada saat bulan puasa, dll, maka barulah FPI melakukan sweeping atas obyek tersebut.
Nah, media biasanya hanya menyorot pada proses ke 5 atau saat eksekusi sweeping, tapi bagaimana proses sweeping terjadi (dari nomer 1-4 ) tidak pernah ditulis atau diberitakan media. Inilah yang kemudian dilihat masyarakat, FPI adalah organisasi semena-mena layaknya Preman berbaju agama.
Meski melakukan tahapan sebelum mereka bertindak (sweeping), namun belakangan FPI terus menata anggotanya atau laskarnya, karena bagaimana pun diakui oleh para petinggi FPI, beberapa oknum anggotanya ada yang memanfaatkan nama FPI untuk tindakan negatif, sehingga makin memperburuk citra FPI. Untuk itu, FPI terus melakukan pelatihan dan pendidikan pada para laskarnya, agar tidak melakukan tindakan-tindakan di luar garis komando organisasi.
Sweeping tidak akan dilakukan FPI kalau pemilik tempat mematuhi hukum negara atau aturan negara, dan juga aturan agama (dari MUI, misalnya).
Jadi silahkan nilai sendiri, benarkah mereka anarkis karena arogan, atau sebaliknya karena pemilik tempat membandel, dengan tidak mengindahkan hukum negara, dan aturan agama Islam?
Mari berfikir dengan kepala dingin dan menaruh rasa kebencian, dengan mengganti pertanyaan, kalau bukan FPI siapa yang peduli dengan kemaksiatan? Apakah kita mau anak-anak kita kecanduan narkoba atau miras? Apakah kita mau keluarga kita atau anak kita setiap malam bergumul dengan PSK? Apakah kita mau keluarga atau anak-anak kita berada di tempat-tempat perjudian?
Maaf kalau ada yang salah yang saya tulis, tapi itulah investigasi berapa hari ini yang saya dapatkan…
Lain waktu mungkin saya akan menulis bagaimana aksi sosial mereka.
Oh ya, saya mau tanya buat yang membenci FPI, sejak Tsunami Aceh dan bencana-bencana lainnya di Indonesia, dimana FPI tidak bergerak? Siapakah yg mengambil ribuan mayat-mayat di Aceh, manakala LSM lain tidak mau mengambil karena takut terkena penyakit? Padahal anak-anak FPI hanya memakai sarung tangan biasa. FPI berada di Aceh selama satu tahun lebih, dan selama itu pula tidak sepeserpun mereka dibiayai negara, tapi dibiayai umat.
Mari bersikap adil, dengan berfikir adil….
(Nanik S Deyang)
__ Bu Nanik adalah mantan jurnalis senior yang sekarang aktif di lembaga kemanusiaan JMI (Jaringan Merah Putih).
Sumber : [opinibangsa.com / pi]

KOPMA GPII Siap Kawal Kehadiran Habib Rizieq Di Surabaya

Suaracitizen.com – Aksi Forum Kerukunan Umat Beragama dan Kebhinnekaan (FKUB) yang menolak kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Surabaya ditentang Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (KOPMA GPII).
“Langkahi dulu mayat kami jika mau bubarkan FPI,” ujar Komandan KOPMA GPII Kamal Lessy Lawang dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (27/1).
Kamal menilai para penuduh FPI sebagai pemecah belah bangsa, intoleran dan anti kebhinekaan adalah orang-orang munafik.
“Kami tahu itu orang-orang pencari proyek semua, bicara sok mau bikin apel kebangsaan lah, apel akbar lah, ujung-ujungnya duit semua itu,” ujarnya.
Kamal menegaskan KOPMA GPII bersama-sama dengan Aliansi Tarik Mandat akan turun langsung menyambut dan mengawal ketua Dewan Pembina GNPF MUI tersebut yang akan mengisi tabligh akbar di Surabaya, Sabtu (28/1) besok.
“Kami juga siap menghadapi ormas intoleran dan anti kebhinekaan yang mencoba coba bikin kacau, panggilan jihad ulama akan kami sambut dengan suka cita,” tegasn
Sumber : [opinibangsa.com / rmol]

Subhanallah.. Suara Indah Presiden Erdogan Tilawah Al-Quran Awal Surat Al-Baqarah

Subhanallah.. Suara Indah Presiden Erdogan Tilawah Awal Surat Al-Baqarah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikenal dengan suaranya yang indah saat tilawah Al-Quran.

Dalam beberapa kesempatan di acara-acara non formal, Presiden Erdogan kerap membacakan beberapa ayat Al-Quran yang dihafalnya dengan suara merdu.

Di kesempatan ini, tampk di sebuah masjid Presiden Erdogan membacakan awal dari surat Al-Baqarah yang menyebutkan tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup di dunia dan yakin dengan kehidupan akhirat walau belum pernah melihatnya.

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
الٓمٓ (١) ذَٲلِكَ ٱلۡڪِتَـٰبُ لَا رَيۡبَ‌ۛ فِيهِ‌ۛ هُدً۬ى لِّلۡمُتَّقِينَ (٢) ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ
ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ (٣) وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ (٤) أُوْلَـٰٓٮِٕكَ عَلَىٰ هُدً۬ى مِّن رَّبِّهِمۡ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ (٥
1. Alif laam miim
2. Kitab [Al Qur’an] ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa
3. [yaitu] mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
4. dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur’an] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat.
5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Al-Baqarah: 1-5)Berikut videonya yang diunggah @IlmFeed:

JLEB Banget Buat Yang Anti-Arab, Kalau Mati Mau Disebut Almarhum/Almarhumah (Arab) Atau Bangke?

Status fb mbak Tina Azizi ini makjleb banget buat yang anti-Arab.

“Almarhum / Almarhumah” itu berasal dari bahasa Arab, artinya “yang dirahmati”, atau secara lengkapnya dapat diartikan “orang yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala”. 

Sebutan tsb sangat familiar di telinga kita sebagai gelar untuk orang yang telah wafat.
Nah sekarang tetiba menjadi happening, banyak muslim yg anti Arab.

Pertanyaanya, jika mereka nanti meninggal mereka maunya diberi gelar apa ya … “Bangke” atau apa?

Mohon pencerahan …

#serius”Demikian tulis Tina Azizi di laman fbnya, 24 Januari 2017.

Nah, kira-kira bu Mega bisa jawab?
Mau diberi gelar apa saat meninggal?
Hehe…

 

Ulama Minta Polisi Tangkap Pengibar Bendera Merah Putih Bertuliskan Mandarin

Suaracitizen.com – Ulama Banten mendesak pihak kepolisian mengusut dan menangkap pengedar bendera merah putih bertuliskan huruf mandarin yang dikibarkan di lahan perusahaan PT Kenda Rubber, Kampung Kereo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.

“Bendera bertuliskan huruf mandarin suatu penghinaan lambang negara. Harus ditangkap pelakunya dan diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujar Ketua PWNU Kota Serang, Martin Sarkowi, Kamis, 26 Januari 2017.

Menurut Pimpinan Ponpes Salafiyah Al Fataniyah, dengan diprosesnya pelaku

pengibar bendera tersebut juga masyarakat diberikan pembelajaran agar tidak sembarangan mempermainkan lambang negara, apalagi bendera merah putih.

“Bendera kan tidak boleh dicoret-coret, mau itu tulisan mandarin, sekalipun tulisan arab, harus ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga bersama Muspika Kecamatan Jawilan mendatangi perusahaan yang berada di jalan Raya Cikande-Rangkasbitung untuk menurunkan paksa bendera merah putih terdapat aksara mandarin di depan perusahaan.

Bendera yang bertuliskan Bahasa China tersebut telah dikibarkan di depan gerbang perusahaan sejak tanggal 7 Januari 2017.

Bendera merah putih yang bertuliskan KENDA dibagian warna merah, dan warna putih bertuliskan huruf mandarin yang artinya KENDA RUBBER langsung diturunkan dan disimpan langsung oleh pihak perusahaan.

Sumber: Sindo

Politikus Golkar: Anggap Ancaman, Penguasa Akan Kalah Berhadapan dengan Habib Rizieq

Penguasa akan kalah dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq jika menganggapnya lawan dan harus dihabisi.
“Jika mbungkam HRS dianggap seperti menyingkirkan ancaman bagi kekuasaan, menyingkirkan suara yang beda, maka yakinlah metode begini akan kalah,” kata politikus Partai Golkar Yayat Biaro di akun Twitter-nya ‏@yayatbiaro. Kata Yayat, harusnya penguasa belajar dari sejarah sehingga tidak menganggap Habib Rizieq sebagai ancaman penguasa.
“Berulangkali dalam sejarah negara gagal membungkam suara beda. Klaim dan tafsir kebenaran dijejalkan lewat aparatur negara, agar yang beda diam,” jelas mantan aktivis HMI ini. Yayat menduga, negara telah bergerak menggunakan hukum untuk ‘melumpuhkan’ Habib Rizieq.
“Sepertinya Negara bergerak gunakan hukum untuk lumpuhkan HRS. Sayang sekali, habis energi menghapus bayang-bayang,” tulis @yayatbiaro.
Sumber : [opinibangsa.com / snc]

Kedatangan Ketua GNPF-MUI Disambut Meriah Umat Islam Bekasi

Suaracitizen.com – Kedatangan Ketua GNPF-MUI, Bachtiar Nasir ke Bekasi dalam rangka Tabligh Akbar di Kota Bekasi disambut meriah oleh warga Bekasi, terutama anak-anak sekolah.
Contohnya Madrasah Islam Attaqwa 52 dan Madrasah Islam Al-Iman yang menyambut dengan penuh suka ria ketika Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir melalui Jalan KH. Noer Ali, Teluk Pucung, Bekasi Utara.
Kibaran bendera kecil di tangan menambah meriah suasana dengan sambutan suara klakson dari umat Islam yang turut serta mengawal Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir dari Masjid Nurul Islam, Islamic Center, Bekasi, Rabu (25/01).
Tidak hanya itu, drumband dari MI Attaqwa 52 pun turut menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) tersebut.
Dengan berbagai kemeriahan dari MI Attaqwa 52 dan MI Al-Iman untuk menyambut Ustadz Bachtiar Nasir a.k.a UBN, Ustadz Bachtiar Nasir pun membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangan kepada puluhan anak-anak MI yang menyambutnya di depan Masjid Jami’ Arrohmah dan Musholla Al-Iman.
Sumber : [opinibangsa.com / pmc]

Aneh! Tiba-Tiba Muncul Nama Di DPT DKI Jakarta, Yang Tidak Dikenal Oleh Pemilik Alamat

Suaracitizen.com – Untuk memenangkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, segala cara dilakukan, bahkan sebelumnya beredar adanya ajakan untuk mengikuti tour gratis ketika akan dilaksanakan pencoblosan pada tanggal 15 Februari 2017 nanti.
Kini kembali muncul daftar nama di Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, yang justru tidak ada di dalam daftar Kartu Keluarga mereka.
Hal ini terungkap ketika akun milik Muhammad Fertiaz yang memposting keheranannya ketika beberapa nama muncul dalam DPT yang memiliki alamat yang sama dengan alamatnya sesuai dengan KK.
“Temans, jika menemukan DPT untuk Pilkada DKI 2017 seperti foto berikut apa yg perlu dilakukan? Di rumah Saya hanya ada 2 org (Muhammad Fertiaz dan Rifchma) sesuai KK dan KTP DKI Jakarta tetapi mengapa jadi ada 6 orang siluman tambahan dgn alamat yg sama dgn nama yg sangat tidak saya kenal seperti Hosen, Stephanie, Frenki, Kiki, Danny, Ruthsari. Tlng cek ulang DPT anda…” tulis Muhammad Fertiaz.
Menurut Abdullah Kelrey persoalan DPT siluman ini sebenarnya sudah bisa ditengarai siapa yang melakukannya, karena berdasarkan pengalaman kejadian ketika Teman Ahok mengumpulkan fotokopi KTP untuk mendukung Ahok dari jalur Independen.
“Ketika Kompas TV dan teman Ahok mengecek nama pemilik KTP di alamat yang tertera, ternyata pemilik rumah tidak mengenal nama tersebut, bahkan sampai dua kali kejadiannya,” ujar Dullah yang juga srbagai Ketua Indonesian Youth Solidarity.
Maka tidaklah mengherankan jika persoalan ini kembali timbul namun dengan versi yang berbeda namun masih dengan bentuk yang sama, pemilik alamat jelas tidak mengenal nama orang yang berada dalam nomor KK dan alamat KTP yang seharusnya berada dalam daftar KK mereka.
“Apalagi kasus Ahok dan Djarot yang mencoba berkampanye langsung dengan warga, ternyata selain ditolak, juga tidak ada warga yang menyambut,” ujar Dullah.
Maka wajarlah jika Muhammad Fertiaz meminga kepada warga DKI untuk kembali memeriksa DPT agar tidak menjadi masalah dikemudian hari.
“Bawaslu DKI dan KPUD DKI harus kembali mengecek kebenaran hal ini, dan pemilik alamat bisa melaporkan hal ini ke Bawaslu, namun apabila tidak diindahkan bisa dilaporkan ke polisi,” ujar Dullah.
Sumber : [opinibangsa.com / pbc]