Nyinyir Soal Arab, Prisia Nasution Dapat “Surat Cinta” dari TKI Saudi

Suaracitizen.com – Lama tak muncul di layar televisi artis Prisia Nasution akhir-akhir ini jadi pemberitaan karena cuitannya di twitter yang berbau SARA.

“Semua orang berpakaian seperti orang Arab, bendera dituliskan tulisan Arab, adat istiadat Arab, kenapa ngga pada pindah Arab aja ya?” tulis Prisia dalam akun Twitter @itsPrisia, Sabtu (21/1/2017).

Tak hanya para netizen yang berada di tanah air, ternyata cuitannya tersebut juga ditanggapi oleh umat muslim yang bekerja di Arab Saudi. Berikut surat menohok untuk Prisia dari Dammam KSA yang kini menjadi viral di sosial media.

Dear mba Prisia Nasution.

Saya ngga tau mba itu bintang film atau sinetron. Soalnya sudah lama pensiun nih pelototin black box kecuali ada momen sepakbola dan Bulutangkis.

Soal saran mba buat kaum muslimin pindah ke arab saya sepakat sekali. Terutama di Saudi Arabia. Adalah mimpi setiap orang yang pernah bersyahadat untuk datang mengitari Ka’bah sambil memanjatkan zikir “Labbaika allahumma labbaik”

Tahu ngga mba sudah kurang lebih dua tahun saya disini sebagai perawat. Dengan gaji 7 kali lipat dibanding rekan sejawat non PNS di tanah air. Apalagi yang di Emirate, Qatar dan Kuwait lebih gede lagi penghasilannya, bisa nyampe 30 jutaan lho. Subhanallah, orang Arab dermawan mba ya.

Oh ya mba. Klien saya disini mayoritas difable. Pernah suatu hari ada yang dijenguk orangtuanya. Karena Ga sabaran saat didandani, dia lari keluar tidak pake sandal. Bapaknya lalu komplain, dan tidak main-main langsung ke General manager. Setelah mendengar penjelasan saya sang GM cuma manggut-manggut, menepuk pundak saya sambil berkata

“Be carefull next time, Thank you for taking care our patients”

Speechless. Padahal saya dah bayangkan bakal dimarahi trus dihukum. Eh malah sang pimpinan ngucapin terima kasih. Ngga kayak Gubernur yang Sono. Ngamuk banting kursi, tendang tempat sampah, teriak teriak GA jelas, padahal tidak ngerti esensi masalah. Akting antagonisnya keren. Maklumlah mantan pemain sinetron. Temennya mba ya?

Mayoritas tenaga kesehatan sini orang Asing lho mba ada dari Filipina, India, malah yang rumah sakit besar Nursing directornya kadang bule. Jadi kan enak buat ngobrol en sharing tentang kondisi negara masing-masing trus nambah wawasan global. Eh tahu ngga mba mereka bilang apa tentang Saudi Arabia?

“Saya lebih senang disini dibanding negara saya. Disini lebih aman, gajinya banyak, bensin murah, trus ngga ada pajak. Jadi uang kita ya buat kita sendiri, ngga dipalakin seenaknya sama pemerintah”

Trus yang lain lagi menambahkan.
“Sejak di Saudi kerja saya bisa nabung, soalnya di kampung pasti habis buat dugem dan minum alkohol”

Trus saya nanya balik.
“Lo ngga masalah disini ngga ada gereja, kan ngga bisa ibadah?”

“Ya ngga masalah, kan itu kebijakan pemerintah Saudi, harus kami hormati, diterima kerja disini aja sudah syukur”

Mereka juga tidak ngomel, saat mau belanja dan semua toko tutup saat azan, tidak update status ngga jelas apalagi demo “Hormati yang tidak sholat”

Ada yang pernah cerita ngga mba? Ramadhan di Arab tuh bener bener bulan berkah. Ngga sepeser pun uang kami keluar buat beli makan. Semua tersedia gratis di mesjid, lengkap dengan susu, buah dan jus segar. Dimana mana orang pribumi sedekah. Malah kulkas penuh daging selepas Hari raya. Bisa buat bekal sebulan, padahal masih sisa puasa kemarin lho.

Pas hari Id kemarin mba. Sang imam menjamu kami di mesjid. Dengan teh dan kue kue kecil buat semua jamaah, lalu memeluk hangat kami satu satu sambil berucap

“Taqabballahu minna wa minkum Yaa akhi”
(Semoga Allah menerima ibadahku dan ibadahmu saudaraku)

Padahal mayoritas jamaahnya pendatang lho mba, dari Indonesia, Filipina, India, Pakistan, Bangladesh, Yaman, Suriah, Mesir, Afghanistan dan Sudan. Sang imam memperlakukan kami layaknya saudara. Ya.. Kami saudaranya seiman dan seaqidah.

Jadi ya.. Ucapan mba kemarin itu saya anggap doa aja. Mudah-mudahan semua kaum muslimin bisa menginjakkan kaki di Arab minimal sekali seumur hidup. Umroh, haji, ziarah ke makam nabi dan sebagainya.

Kalo boleh kasih saran mba. Sebagai muslim tuh kita harus bangga dengan identitas kita. Yang namanya Rasul dan Quran diturunkan di Arab wajar kan kalo Islam itu identik dengan Arab. Malah perjuangan kemerdekaan bangsa kita tuh selalu diiringi pekikan takbir.

Belajar lagi mba ya soal Islam, trus Aurat juga tuh ditutupin. Sayang kan cakep cakep malah kena jilatan api neraka gara gara tidak berhijab. Kalo mba tidak tutup aurat di akhirat nanti yang diminta tanggung jawab bukan cuma mba seorang. Tapi Ayah dan suami juga kena getahnya.

Mudah-mudahan mba Prisia senantiasa menjadi muslimah yang lebih baik. Aamiin

Wallahu alam

Dammam KSA
Menjelang tidur saat suhu mencapai 13°C

__
Sumber: fb

Raja Arab Saudi dan Jokowi Bertemu Tak Bahas Habib Rizieq, tapi Soal Ini

Suaracitizen.com – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang.
Awalnya, beredar informasi bahwa Raja Arab Saudi akan menemui Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Namun Dubes Arab Saudi untuk Indonesia menyatakan bahwa kabar itu tidak benar alias hoax.
Raja Arab Saudi berkunjung ke Indonesia untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kedatangan Raja Arab itu juga berkaitan dengan isu-isu yang masih mengganjal dalam investasi Arab Saudi di Indonesia.
Pimpinan Komisi VI DPR RI, Inas N. Zubir mengatakan, program Pemerintahan Jokowi di sektor pengilangan minyak, perumahan rumah murah dan pariwisata telah menarik minat Arab Saudi untuk berinvestasi, terutama investasi di sektor pengilangan minyak yang selama 10 tahun terakhir ini terabaikan.
Dalam program pembangunan kilang minyak, Jokowi telah menginstruksikan Pertamina untuk segera merevitalisasi dan membangun kilang baru, dan kemudian Pertamina menyerjemahkannya dalam road map Grass Root Refinery (GRR) dan Refinery Development Master Plan (RDMP).
Investasi yang dibutuhkan untuk RDMP di Balikpapan sebesar US$ 4,6 miliar dan Cilacap US$ 5 miliar. Sedangkan investasi yang dibutuhkan untuk GRR di Bontang sebesar US$ 14 miliar dan Tuban US$ 14 miliar.
Inas menjelaskan, perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, telah dilengserkan dari GRR Tuban oleh perusahaan minyak yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah Rusia, Rosneft.
Selain itu, Saudi Aramco juga menjadi investor di RDMP Cilacap, dimana JV Agreement-nya sudah ditanda tangani di bulan november 2016 yang lalu tetapi menuai protes dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).
“Dalam JV Agreement tersebut tampak benar bahwa Saudi Aramco memperoleh keuntungan yang lebih besar ketimbang Pertamina,” kata Inas.
Dalam RDMP Cilacap tersebut Saudi Aramco akan membenamkan investasinya sebesar US$ 5 miliar untuk meningkatkan kapasitas kilang Cilacap dari 350 MBCD menjadi 400 MBCD, di mana kemudian komposisi kepemilikan kilang Cilacap berubah menjadi 55 persen Pertamina dan 45 persen Saudi Aramco.
Dalam JV Agreement diatur bahwa setelah RDMP Cilacap selesai, maka Pertamina harus membeli seluruh produk kilang Cilacap dengan harga IPP (Import Parity Price) atau harga import dengan formula MOPS (Mean Of Platts Singapore) yang tentunya sangat tidak menguntungkan bagi rakyat Indonesia.
“Isu tentang GRR Tuban dan RDMP Cilacap tersebut diperkirakan akan menjadi topik utama pembicaraan Pangeran Salman dengan Jokowi. RDMP Balikpapan dan GRR Bontang juga seksi untuk dibicarakan oleh kedua kepala negara, asalkan Indonesia tidak menjadi sapi perahan Saudi Arabia,” ujar Inas.
Sumber : [psi]

Bupati Katingan dan Pak Polisi Rebutan Istri, Pansus Gerak Cepat

Suaracitizen.com – Panitia Khusus (Pansus) Dugaan Perbuatan Tercela Bupati Katingan, Kalteng, sudah memanggil puluhan saksi terkait skandal Bupati Katingan dengan istri polisi, Farida Yeni.
Hingga Jumat (27/1), sekitar 85 persen data lapangan telah terkumpul. Tim Pansus tinggal mencari data pendukung untuk melengkapi pengusutan skandal paling memalukan dalam sejarah Kabupaten Katingan ini.
Di antaranya tanggapan tokoh agama seperti MUI maupun yang berkompeten mengenai status pernikahan antara H Ahmad Yantenglie dan Farida Yeni. Begitu juga dengan status pernikahan Aipda SH dan Farida Yeni.
Yantenglie maupun Aipda SH sama-sama mengklaim bahwa Farida Yeni adalah istrinya. Aipda SH merupakan suami pertama Farida Yeni, sedangkan Yantenglie adalah suami keduanya yang menikahinya secara siri.
“Ceritanya ini rebutan istri. Antara dua orang sama-sama mengklaim memiliki istri yang sama. Inilah yang perlu untuk kita uji nantinya,” kata Ketua Pansus H Fahmi Fauzi SHut kepada wartawan di Kantor DPRD Katingan, Jumat (27/1).
Menurut Fahmi, nanti akan ada lima pendapat para ulama besar terhadap pernikahan seperti yang dilakukan H Ahmad Yantenglie dan Farida Yeni.
Ini nanti juga akan menjadi pertimbangan dan masukan bagi Pansus apakah pernikahan seperti itu dibenarkan.
“Makanya nanti kita sampai ke sana arahnya. Sehingga data-data yang kita dapatkan betul-betul akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” terangnya.
Ditanya Kalteng Pos (Jawa Pos Group/pojoksatu) jika melihat dari data dan fakta yang sudah didapatkan Pansus selama beberapa hari ini, secara tegas ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Katingan I ini, sudah mengarah pada nama Pansus itu sendiri.
Artinya dugaan perbuatan tercela Bupati Katingan itu sudah bisa dibuktikan tim Pansus.
“Nama Pansus ini kan Pansus Dugaan Perbuatan Tercela Bupati Katingan. Jadi sudah ke situ arahnya,” beber dia.
Politikus Partai Bulan Bintang ini juga bercerita, dari hasil pemeriksaan terhadap Aipda SH di Polres sehari sebelumnya, ada banyak mendapatkan informasi.
Bahkan pengakuan SH, pasca kejadian ditemukannya Yantenglie dengan Farida Yeni, hubungan komunikasi anak-anaknya dengan Farida Yeni terputus secara total. “Pengakuannya anak-anaknya selalu mencari ibunya,” ungkap dia.
Sumber : [psi]

MKD Segera Proses Kasus Fahri Hamzah

Suaracitizen.com – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, akan segera menindak lanjuti semua pelaporan masyarakat ke MKD, termasuk pelaporan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Buruh Migran.
“Semua laporan masuk akan kita proses sesuai mekanisme yanh ada,” kata Dasco saat dihubungi, TeropongSenayan, Sabtu (28/1/2017).
Politikus Gerindra ini mengatakan, bahwa MKD akan mulia verifikasi laporan tersebut pada minggu depan.
“Kita baru akan verifikasi minggu depan,” tandasnya.
Seperti diketahui Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Buruh Migran.
Koalisi tersebut di antaranya terdiri dari Migrant Care, Indonesia Corruption Watch (ICW), Institute Kapal Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia, dan beberapa LSM lainnya.
Laporan tersebut menyusul kicauan Fahri di akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, yang dinilai melecehkan tenaga kerja Indonesia (TKI).
Perwakilan koalisi sekaligus Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, menilai ada beberapa prinsip yang dilanggar secara etis oleh Fahri.
Pertama, istilah “babu” dianggap sudah tidak relevan dengan konsepsi perburuhan karena lekat dengan konsepsi perbudakan. Istilah itu juga sudah lama dihapus dalam kamus perburuhan.
“Jadi itu bagi kami menyakiti buruh migran yang selama ini mereka bekerja secara martabat. Disebut pembantu saja tidak boleh, apalagi babu,” kata Anis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/1/2017).
Sumber : [tsc]

Komisi Hukum DPR Panggil Kapolri Tanyakan Perkembangan Kasus-Kasus Habib Rizieq

Suaracitizen.com – Komisi Hukum DPR RI akan mengundang Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menjelaskan perkembangan kasus-kasus hukum yang menjerat tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Selasa (31/1) mendatang.
Pemanggilan Tito oleh Komisi Hukum DPR RI diungkap anggota Fraksi Golkar Syaiful Bahri Ruray. Menurutnya, dalam pemanggilan nanti Tito akan diminta menjelaskan perkembangan terkini penanganan kasus-kasus yang menjerat Rizieq.
“Khusus laporan Habib Rizieq akan ditindaklanjuti. Mungkin tanggal 31 ini Kapolri akan diundang,” kata Syaiful di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (28/1).
Dalam rapat nanti, Komisi Hukum DPR disebut tak akan memanggil serta Rizieq. Alasannya, Rizieq dianggap telah menjelaskan ihwal kasus hukumnya kepada anggota DPR saat berkunjung ke parlemen, Selasa (17/1) lalu.
Selain memanggil Tito, Syaiful juga berkata bahwa Komisi Hukum DPR akan melakukan inspeksi ke lokasi kericuhan antara anggota FPI dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Bandung, Jawa Barat. Namun, ia belum memastikan kapan inspeksi akan dilakukan.
“Nanti apakah Komisi III turun sidak, periksa di tempat kejadian perkara, rencananya begitu. Setelah itu kan ada rekomendasi dari DPR terhadap instansi terkait,” tuturnya.
Pada Selasa (17/1) lalu, Rizieq diketahui sempat mengunjungi DPR RI dan bertemu beberapa anggota dewan. Kedatangan Rizieq saat itu untuk mengadukan dugaan penyalahgunaan jabatan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dalam kasus bentrokan GMBI dengan FPI.
Rizieq mengatakan, Kapolda Jabar patut diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Polri karena telah menjadi Ketua Pembina GMBI.
Menurutnya, hal itu bertentangan dengan aturan yang melarang anggota Polri aktif menduduki jabatan di luar institusi Kepolisian.
“Apa yang kami laporkan ke Mabes Polri, kami laporkan ke Propam agar Kapolda Jabar diperiksa karena menjadi ketua pembina. Karena ada UU yang melarang,” kata Rizieq.
Selain itu, Rizieq juga melaporkan Kapolda Metro Jaya. “Soal Kapolda Metro, ada dua poin, khususnya pada aksi 4/11,” tutur Rizieq.
Sumber : (cnn)

Tokoh Muslim Tionghoa: Habib Rizieq Balas Teror Polisi Dengan Cinta

Suaracitizen.com – Latihan tempur pasukan Brimob Polda Jawa Barat yang berlangsung di Mega Mendung, di dekat Pondok Pesantren Alam dan Agrokultural Markas Syariah pimpinan Muhammad Rizieq Shihab, dinilai sebagai teror terselubung.
Koordinator Muslim Tionghoa Indonesia (MusTi), H.M. Jusuf Hamka, mengatakan, suara rentetan tembakan dan dentuman senjata di lembah Gunung Pangrango itu berlangsung sejak pukul 06.00, seperti yang terjadi pagi tadi. Hal itu membuat banyak warga merasa ketakutan.
Jusuf Hamka menceritakan, Habib Rizieq yang mengetahui ketakutan warga sekitar pun turun tangan menghibur warga dengan menggelar aksi kemanusiaan. Rizieq bekerjasama dengan GNPF MUI, Tim Mer-C, RS. Budhi Kemuliaan Jakarta dan RS Ummi, Bogor. Mereka  membagikan beras, alat salat dan memotong dua ekor sapi untuk dibagikan kepada 1000 KK tidak mampu di Kampung Lemah Neundeut, Desa Suka Galih dan Kampung Babakan Pekancilan desa Kuta Kecamatan Mega Mendung.
“Kini teror berkedok latihan Brimob itu justru dibalas Habib Rizieq dan FPI dengan cinta. Karena itu, saya haqqul yakin Allah SWT semakin sayang kepada Habib Rizieq dan FPI,” jelas Jusuf Hamka  dalam keterangan tertulis.
Jusuf Hamka mengaku ikut “terluka” setelah menonton video latihan Brimob Polda Jawa Barat di sana dan mendengar suara rentetan tembakan di sekitar Pondok Pesantren.
“Penguasa saat ini benar-benar biadab. Ini jelas teror berkedok latihan. Khususnya kepada anak-anak kita yang sedang menuntut ilmu di Pesantren tersebut,” kecamnya.
Bahkan ia menanggap aksi teror dari aparat itu lebih kejam daripada tindakan Orde Baru. Ia menilai reformasi yang dulu diperjuangkan bersama telah dirampas oleh brutus-brutus politik, yang memakai cara-cara komunis untuk meneror umat Islam, Ulama dan Habaib.
“Saya tegaskan, semua upaya itu tidak akan berhasil membuat takut umat Islam. Sebab, sejak aksi Bela Islam 212, umat Islam sudah sadar dan bangkit. Umat Islam tidak takut lagi,” tegasnya.
Jusuf Hamka meminta pemerintah segera menyadari bahwa FPI dan Habib Rizieq Shihab adalah bagian anak bangsa Indonesia yang wajib dilindungi oleh negara, bukan malah ditakut-takuti oleh aparat.
Saya berdoa semoga penguasa-penguasa zalim di negeri ini segera bertobat dengan merangkul para Ulama dan Habaib. Khususnya, pemerintah harus bisa berdamai dengan Habib Rizieq Shihab yang kini telah menjadi pemimpin umat Islam Indonesia. Dengan begitu negara tercinta ini bisa dibangun lebih baik, lebih adil dan lebih damai,” tutup Jusuf.
Diberitakan kemarin, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan memgaku bahwa personel Brimob dari Polda Jawa Barat melakukan latihan di daerah Megamendung, Bogor. Latihan itu merupakan program quick wins untuk menangkal radikalisme dan memberantas kelompok anti Pancasila.
Terkait lokasi latihan yang berdekatan dengan pondok pesantren milik Rizieq Shihab, Anton mengatakan hal itu sebagai kebetulan.
Sumber : (rmol)

Freeport Utang Pajak Rp 3,5 Triliun Ke Rakyat Papua

Suaracitizen.com – PT Freeport Indonesia disebut memiliki tunggakan pajak kepada Pemerintah Provinsi Papua, dengan total mencapai Rp 3,5 triliun.

Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan, Freeport menunggak pajak penggunaan air permukaan selama empat tahun. Pajak tersebut merupakan yang ditanggung Freeport karena memakai air dari Sungai Ajkwa untuk menahan endapan tailing atau residu tambang.

“Pengadilan pajak Indonesia pada 17 Januari 2017 telah memutuskan untuk menolak gugatan yang diajukan PT Freeport Indonesia berkaitan pajak air permukaan. Dan wajib membayar tunggakan pajaknya, baik pokok dan dendanya sebesar kurang lebih Rp 3,5 triliun kepada Pemerintah Daerah Provinsi Papua. Itu harus segera diselesaikan,” jelas Lukas dalam keterangannya, Sabtu (28/1).

Menurut Lukas, munculnya gugatan pajak Freeport dikarenakan Pemprov Papua menagih kekurangan pembayaran pajak perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu. Sebagaimana disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui hasil audit.

“BPK dalam hasil auditnya mempertanyakan kekurangan pembayaran pajak Freeport terhadap penggunaan air permukaan dari tahun 2011 sampai 2015. Kami sebagai pemerintah daerah kemudian mengirimkan surat kepada Freeport untuk segera menyelesaikan kekurangan pajak dimaksud. Freeport menolak untuk menyelesaikan kekurangan tersebut dan melakukan gugatan ke pengadilan pajak Indonesia. Puji Tuhan gugatan tersebut ditolak,” bebernya.

Lukas menambahkan bahwa Freeport menggunakan acuan pembayaran pajak penggunaan air permukaan sebesar Rp 10 per meter kubik per detik sesuai Perda Nomor 5/1990. Sementara Pemprov Papua mengacu pada Perda Nomor 4/2011 yang menyatakan bahwa penggunaan air permukaan dikenakan pajak Rp 120 per meter kubik per detik. Perbedaan ini yang menjadi tagihan pajak yang belum dibayarkan Freeport.

Lukas mengaku bersyukur bahwa gugatan tersebut ditolak pengadilan pajak. Karena ini berkaitan dengan harkat dan martabat rakyat Papua sebagai pemilik tanah.

“Perjuangan untuk mendapatkan dana sebesar ini bukan perkara mudah karena kami berhadapan dengan perusahaan besar yang semua orang sudah tahu. Hanya karena ini berkaitan dengan hak yang memang sudah seharusnya menjadi milik rakyat Papua, maka kami perjuangkan sekuat dan semampu,” tandasnya. [wah] 

Sumber : rmol.com

Saat Jokowi Berpose Aneh di Sesi Foto Bersama Pimpinan Polri

Suaracitizen.com – Rabu, (25/1) lalu, Presiden Joko Widodo hadir dalam Rapat Pimpinan Polri di PTIK, Jakarta. Sebagai orang nomor satu di Indonesia, tentu saja Jokowi tak sekadar hadir. Ia memberikan sambutan yang intinya mengajak seluruh jajaran kepolisian bekerja profesional agar mendapatkan kepercayaan rakyat. Selain itu?

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak langsung pulang. Ia menyempatkan diri berfoto bersama jajaran pimpinan Polri, juga Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Menkopolhukam Wiranto. Dalam foto tersebut semua orang tersenyum merekah. Mereka berdiri tegak dan terlihat tampak bahagia bisa berfoto bersama Jokowi.

Tapi ada pemandangan yang mengusik. Seorang peserta foto justru berpose beda dengan yang lainnya. Wajahnya tak tersenyum. Sorot matanya tak tegas. Lalu kedua tangannya tak diletakkan dibawah dengan posisi telapak tangan kanan ada di atas telapak kiri seperti gaya peserta foto lainnya. Tangan kanannya justru memegang kening dan posisi kepala agak sedikit miring ke kanan.  Kurang lebih seperti gaya orang yang sedang pusing atau berpikir keras.

Menariknya, orang yang berpose itu adalah Sang Presiden sendiri. Harian Republika yang terbit pada Kamis (26/1) kemarin menampilkannya di halaman depan dengan ukuran besar.

Berbagai tafsir tentu saja mengemuka. Lalu kita menduga-duga apakah ada unsur kesengajaan atau tak direncanakan. Gaya pencitraan massif yang selama ini dilakukan Jokowi tentu saja membuat syak wasangka jika foto itu disengaja menjadi lumrah. Publik ingin diopinikan bahwa foto tersebut menunjukkan bahwa Jokowi sedang berpikir keras mengatasi persoalan negara.

Tapi lepas dari itu, kita berharap Sang Presiden memang betul-betul sedang memutar otaknya untuk menyelamatkan negeri ini yang makin carut-marut. Mungkinkah? (Fauzan/wajada)

Sumber : wajada.ne

Beredar Foto Basuki Hariman Seorang Pendeta. Benarkah?

Suaracitizen.com – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Patrialis Akbar oleh KPK menimbulkan banyak pertanyaan bernada curiga. Salah satunya tentang sosok Basuki Hariman yang katanya akan memberikan uang suap kepada Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut. Siapakah sebenarnya dia?

Berbagai media memberitakan Basuki Hariman adalah seorang pengusaha impor daging dengan 20 perusahaan. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (2003-2008). Basuki berkongsi dengan adiknya, Yongki Hariman, mengendalikan PT Impexindo Pratama, CV Sumber Laut Perkasa, PT Aman Abadi Nusa Makmur, dan PT Cahaya Sakti Utama. Empat perusahaan itu punya alamat sama: Kompleks Perkantoran Danau Sunter, Jakarta Utara.

Sebagai pengusaha besar, Basuki juga mempunyai gudang penyimpanan daging yang bertebaran di Jakarta Raya. Ada yang di Kompleks Pergudangan Kosambi Permai, Jakarta Barat dan di tepi Jalan Raya Jonggol, Cileungsi.

Apakah Basuki hanya seorang pengusaha? Hari ini di media sosial bermunculan foto Basuki Hariman yang sedang memimpin sebuah acara di gereja. Dalam akun twitter @kedahtawakal, secara jelas ditulis bahwa Basuki Hariman adalah seorang pendeta.

Benarkah? Informasi ini akan membuat kasus ini semakin menarik terutama dikaitkan dengan dugaan adanya agenda setting membunuh karakter tokoh-tokoh Islam menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017. Kita tunggu saja. (Fauzan/WJ)

Sumber : wajada.net

Keliru Kutip Data Saat Debat Pilgub DKI, Ahok Kena Skak Anies Baswedan

Suaracitizen.com – JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meluruskan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) rangking 22 ketika dipimpinnya.

“Kemendikbud bukan rangking 22, itu data keliru. Itu data sebelum saya bertugas. Setelah saya bertugas jadi rangking 9,” kata Anies menangkal sindiran Ahok dalam debat jilid II, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017), seperti dikutip Sindonews.

Pelurusan data justru membuat Anies merasa menyombongkan diri. Ia pun menyampaikan rasa maafnya atas hal tersebut. “Maaf jadi sombong jadinya,” kata Anies.

Debat Pilgub DKI jilid II ini bertajuk

‘Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik serta Penataan Kawasan Perkotaan’.

Dari penelusuran di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), ditemukan data berupa Rapor Akuntabilitas Kinerja K/L (Kementerian/Lembaga).

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN yang saat itu dijabat Menteri Anies Baswedan menempati rangking 9 dengan nilai 73.43 dengan predikat “BB”.

Kalau secara keseluruhan rangking KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN menempati posisi 12. Tapi kalau dibandingkannya/dirangking dengan Kementerian dan Lembaga setingkat menteri (K/L) maka KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN menempati posisi 9. (Minus KPK, BPKP, dan BPS).

Berikut datanya:

Selengkapnya link: http://www.menpan.go.id/berita-terkini/4170-rapor-akuntabilitas-kinerja-k-l-dan-provinsi-meningkat

Sumber : portal-islam.id