Ketawa Saat Ahok Olok-Olok Al Maidah 51, Djarot Juga Dipolisikan, Share yang setuju

Suaracitizen.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan memperolok-olok Surah Al Maidah 51. Laporan itu dilayangkan seorang warga bernama Damai Hari Lubis dan didampingi kuasa hukumnya, Eggi Sudjana.

“Saya melapor bahwa Ahok melakukan penodaan atau memperolok-olok Al Maidah lagi. Itu (Eggi Sudjana) kuasa hukum saya, pelapornya saya,” kata Lubis di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017).
Dirinya melaporkan Ahok karena tersinggung atas pernyataan yang terkesan memperolok-olok Surah Al Maidah 51 dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Dalam potongan video berdurasi 40 detik dengan judul ‘Rapat Pimpinan Pemprov DKI Jakarta 12 Oktober 2015 Al Maidah 51 Dijadijan Bahan Olok-olok’ itu, Ahok mengatakan akan memasang fasilitas wifi dengan nama akun ‘Al Maidah 51’ dan dibubuhi password ‘kafir.’ Kontan, pernyataan Ahok itu langsung disambut tawa oleh Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang duduk di sebelahnya.

“Dilaporkan dengan Pasal 156a juncto Pasal 421 KUP juncto Pasal 55 KUHP. Jadi kami laporin dua-duanya, Ahok dengan Djarot, karena Djarot ikut-ikut ketawa. Bagi saya itu memperolok-olok. Kalau lagi (rapat) dinas enggak perlu sampai ketawa-ketawa gitu,” ungkap Lubis.

Lubis menambahkan, laporannya itu dimasukkan ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dan diterima oleh perwira piket siaga I, AKP Hery M Samosir, dengan nomor laporan: LP/208/III/2017/Bareskrim. Ia juga membawa sejumlah bukti-bukti untuk menguatkan bahwa Ahok telah kembali menodai Ayat Suci.

“Bawa bukti CD dan portal online Voa-Islam.com. Kita juga sudah siapkan saksi-saksi ada lima orang,” pungkas dia.

Sumber: okezone.com

Hari Ini Mahasiswa Yogyakarta Akan Gelar Aksi Tuntut Jokowi Pecat Ahok

Suaracitizen.com – Koalisi Mahasiswa Muslim Yogyakarta Peduli Hukum & Konstitusi akan menggelar aksi untuk menuntut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo segera menonaktifkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akibat kasus yang sedang menjeratnya.

Aksi yang akan digelar esok hari, Jum’at 24 Februari 2017 ini akan diawali dengan apel siaga di Parkir Abu Bakar Ali mulai pukul 07.00 WIB.
Selanjutnya, massa akan melakukan long march ke Gedung DPRD DIY. Dengan mengundang seluruh mahasiswa di DIY panitia menginstruksikan supaya peserta mengenakan jas almamater masing-masing.

Dalam rilis tertulisnya kepada Kiblat.net, Koalisi Mahasiswa Muslim Yogyakarta Peduli Hukum & Konstitusi menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang dinilai tidak tegas dalam menegakkan hukum terhadap terdakwa penista agama.

Pemberhentian segera Ahok didasarkan pada ketentuan hukum dalam Pasal 83 ayat (1) UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur bahwa Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah diberhentikan sementara tanpa melalui usulan DPRD.

Pasalnya, Ahok telah didakwa melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun, tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, tindak pidana terhadap keamanan negara, dan/atau perbuatan lain yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Ahok telah didakwa okeh Jaksa Penuntut Umum telah melakukan kejahatan sebagaimana diatur dalam Pasal 156 huruf a KUHP dan Pasal 156 KUHP. Pasal 156a KUHP yang mengancam Ahok dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 5 (lima) tahun.

Sumber : kiblat.net

Menggemparkan…!!! Ust. Zulkifli, Lc MA Bongkar Siapa Raja Salman Sebenarnya

Suaracitizen.com – Kedatangan Raja Salman ke Indonesia awal Maret 2017 mendatang menyita perhatian publik. Berbagai komentar berdatangan dari mereka terkait siapa sebenarnya sosok Raja Salman tersebut.

Jauh-jauh sebelumnya, fakta mengejutkan sudah dipapar oleh Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, Lc MA mengenai siapa sebenarnya Raja Salman. Ada beberapa fakta disampaikan sang Ustadz.

Perlu diketahui, fakta mengenai siapa raja Salman ini tidak begitu banyak di publikasikan media internasional.

Simak videonya berikut ini yang di unggah oleh Sahabat Yamima CHANNEL pada laman Youtube.

[sociallocker]

[/sociallocker]

Sumber: pekanews.com

Ust. Felix Siauw: “Pak Polisi, Apakah sudah tidak ada lagi pekerjaan yang lebih penting, ketimbang mencari-cari kesalahan ulama?”

Suaracitizen.com – Da’i keturunan Tionghoa, ustadz Felix Siauw prihatin dengan kriminalisasi terhadap para ulama akhir-akhir ini. Bahkan donasi umat untuk Aksi Bela Islam pun dikasuskan dengan pasal TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). Ya Allah…. sampai segitunya.

Berikut ‘SURAT TERBUKA’ ustadz Felix Siauw kepada Polisi, yang diposting di akun fb-nya (22/2/2017):

“Sampai Dimana Bapak Polisi?”

Logika orang awam yang selalu muncul saat-saat ini ialah, “Apakah sudah tidak ada lagi pekerjaan yang lebih penting?”, ketimbang mencari-cari kesalahan, apalagi ulama?

Sungguh sudah berlalu rangkaian peristiwa yang membuat citra bapak-bapak polisi ini dipertanyakan, apakah sejauh itu berbuat untuk melindungi penista agama?

Mulai dari pelaku dan pelapor, agar pelaku yang dijadikan tersangka bisa imbang, maka pelapor pun dijadikan tersangka, duhai dimana keadilan hari-hari ini berada?

Lalu tudingan demi tudingan dilancarkan, mulai soalan politis sampai makar, tapi yang nyata-nyata ada diabaikan, soalan penistaan agama dianggap mengada-ada?

Mempersulit, menghalang-halangi, mengancam, menakut-nakuti, sampai bom asap dan peluru karet yang sampai saat ini entah siapa yang bertanggung jawab atas perintahnya?

Memperkarakan, memeriksa mereka yang terlibat dalam aksi seolah mereka adalah bahaya bagi negara, sementara yang nyata bahaya dibiarkan hanya karena aseng pengusaha?

Bila berhadapan dengan penista agama dan mereka yang berduit, anda tertawa dan bercanda, tapi dengan garangnya wajah itu dihadapkan pada ummat, hanya mereka tidak kaya?

Sekarang pencucian uang yang dituduhkan, keikhlasan ditanyakan. Duhai sampai dimana engkau akan melangkah bapak-bapak polisi? Tak bisakah mereka berderma demi agama?

Dari sudut hukum anda
sudah diingatkan, dari sudut etika apalagi, sebegitukah dunia ini harus diubah salah semua, demi melindungi mereka yang sudah jelas-jelas salahnya?

Ataukah kami juga punya hak mempertanyakan kekayaan bapak-bapak polisi yang jauh berlipat daripada sumbangan ummat? Bolehkah kami menuduh itu hasil yang nista?

Bila tidak, katakan kepada kami, apakah hanya karena pangkat dan wewenang yang sementara itu, lantas harus seperti ini ulama-ulama kami diperlakukan dan kami dipaksa menerima?

Jelas-jelas yang anda pertontonkan ini adalah kedzaliman, bila hukum memang adil, seharusnya semua donasi untuk apapun diperiksa, tanpa laporan siapa-siapa.

Lalu salahkah kami punya imaji yang tak nyaman dengan bapak-bapak yang berseragam ini? Bukankah kehadiranmu adalah ketentraman, bukankah pelayanan yang utama?

Bila salah tolong berikan alasan, tolong sampaikan keadilan, mohon berikan penjelasan. Tapi bukan model yang lain di lidah lain pula di hati, sebagaimana yang sudah-sudah ada.

Bagaimana bisa, aksi yang pemimpin tertinggi polri dan pemimpin tertinggi negara ada di dalamnya dianggap cara pencucian uang, tidakkah engkau saksikan ikhlasnya airmata mereka?

Ataukah hati nurani sudah tertutup harta, dan agama sudah berada di posisi setelah jabatan, kehormatan, atau pertemanan? Apakah hisab Allah tak lagi jadi pengingat bagi kita?

Sampai dimana bapak polisi? Anda akan memberikan pendidikan buruk pada bangsa ini? Benarkah anda mencintai Indonesia? Bila iya bukankah jutaan jamaah aksi itu warganya?

Sampai dimana bapak polisi? Anda akan memperkarakan ulama-ulama kami? Dan mereka yang benar diantara kami? Sedangkan masyarakat semakin tak suka dan hilang asa?

Sampai dimana bapak polisi? Ataukah sampai usia membatasi, atau sampai Allah renggut semua kekuasaan di dunia? Atau sampai batas dimana hilang batas percaya?

Kami tak bosan mendoakan anda, bapak-bapak polisi, semoga semua ini bukan untuk memihak penista agama dan komplotannya, semoga masih banyak yang berhati mulia.

Kelak kami berharap bapak-bapak berseragam pemberani ini, akan menjadi garda terdepan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan mencintai semua yang mencintai agamanya.

__
Sumber: fb

Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud Dahsyat Banget, Bawa Duit Rp 332,5 Triliun

Suaracitizen.com – Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud ke Indonesia awal Maret nanti sangat istimewa. Kali terakhir raja Saudi mengunjungi Indonesia adalah pada 1970. Raja kala itu adalah Faisal bin Abdulazis Al Saud.

Nah, setelah 47 tahun, raja Saudi kembali mengunjungi Indonesia. Rombongan Raja Salman berada di Indonesia selama sembilan hari, mulai 1 Maret nanti. Tiga hari pertama berisi agenda kenegaraan resmi. Selebihnya, selama enam hari Raja Salman akan berlibur ke Bali.

Anggota rombongannya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai 1.500 orang. Termasuk 10 menteri dan 25 pangeran. Presiden Joko Widodo akan menjemput langsung Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. ”Itu dilakukan karena saat Presiden ke Saudi dijemput di pintu pesawat oleh Raja Salman,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Dia menuturkan, Saudi bakal menanam investasi yang cukup besar di Indonesia. Salah satunya kerja sama perusahaan minyak Saudi, Aramco, dengan Pertamina senilai USD 6 miliar (sekitar Rp 79,8 triliun) untuk pengembangan kilang minyak di Cilacap. Secara keseluruhan, diharapkan investasi yang bisa masuk dari Saudi mencapai USD 25 miliar atau sekitar Rp 332,5 triliun.

Ada lima kerja sama kedua pemerintah yang
sudah disepakati. Yakni, promosi seni dan warisan budaya, pertukaran ahli kesehatan haji dan umrah, serta promosi Islam moderat yang di dalamnya mencakup dakwah dan pertukaran ulama. Ada pula program peningkatan frekuensi penerbangan dari Indonesia ke Saudi serta penanggulangan kejahatan lintas batas.

Saudi juga memberikan perhatian dalam penanggulangan terorisme di Indonesia. Khususnya terhadap para anggota Densus 88 Antiteror. ”Anggota Densus yang meninggal, orang tuanya per tahun akan dihajikan oleh Kerajaan Saudi dianggap sebagai syuhada,” kata Pramono.

Mengenai liburan rombongan Raja Salman ke Bali, Wamenlu A.M. Fachir menilai hal itu sebagai keuntungan bagi Indonesia. ”Itu promosi luar biasa,” ungkapnya.

 

 

Sumber: jawapos.com

Wakil Ketua Komisi III DPR ke Kapolri: Politik itu Kejam, Tapi Lebih Kejam Institusi Yang Anda Pimpin

Suaracitizen.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman, mempertanyakan netralitas kepolisian terhadap proses Pilkada Serentak 2017. Dalam catatannya ada anggota yang berupaya memenangkan calon tertentu, baik dengan cara kasar maupun halus.

“Kami mencatat adanya anggota ‘bermain mata’ di sejumlah daerah untuk memenangkan Paslon tertentu, mulai halus sampai kasar sekalipun atau apa yang disebut invisible hand menekan pasangan tertentu,” kata Benny dalam Raker Komisi III dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung DPR, Senayan, Rabu (22/2).

Menurutnya, Polri melalui Bareskrim secara sandar atau pun tidak memberikan fasilitas kepada mantan terpidana kasus pembunuhan yakni Antasari Azhar untuk merusak nama baik Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Dimana putranya, Agus Harimurti Yudhoyono maju dalam Pilkada DKI
2017.

“Ada contohnya, kepolisian memfasilitasi Antasari Azhar menjadikan Bareskrim Mabes Polri untuk mantan terpidana merusak kewibawaan Presiden ke-6. Saya tahu bahwa politik itu kejam, tetapi yang lebih kejam institusi kepolisian yang anda pimpin,” tegas politisi Partai Demokrat ini.

Ia juga menegaskan Polri terkesan berada ditengah atau netral namun dalam kenyataannya bermain api dengan menerima Antasari Azhar ke institusi Polri untuk menyerang Ketum Partai Demokrat SBY.

“Bongkar dan tuntaskan kasus ini setuntas- tuntasnya jangan bermain api, jangan bersikap munafik,” jelas Benny.

Dalam kesempatan itu, Benny menyinggung bagaimana saat fit and proper test Tito Karnavian pernah mengatakan secara tegas dan lugas akan loyal kepada konstitusi dan rakyat jika menjadi pimpinan tertinggi bhayangkara.

“Bukankah Kapolri harus loyal pada konstitusi dan rakyat, bukan loyal ke penguasa. Saya masih ingat fit and propert test, saya berani mengajukan pertanyaan apakah kalau saudara jadi Kapolri akan loyal pada konstitusi atau Presiden. Dan anda mengatakan akan loyal pada konstitusi dan loyal kepada Presiden selama masih sesuai konstitusi,” demikian Benny.

Sumber: Aktual.com

DI LUAR DUGAAN, Ternyata SBY luar biasa, Strateginya Memang Cerdas, Rapi dan Terukur di Pilkada DKI Simak selengkapnya

DI LUAR DUGAAN..!! Ternyata SBY luar biasa, Strateginya Memang Cerdas, Rapi dan Terukur di Pilkada DKI Simak selengkapnya

Ternyata SBY luar biasa, Strateginya Memang Cerdas, Rapi dan Terukur.

Mencalonkan Putranya sebagai gubernur dan rela mengorbankan Karir Militernya yang Cemerlang demi Bangsa Dan

Negara.

Memenangi Pilkada DKI bukanlah Menjadi Tujuan Utama Ia Mencalonkan Putranya namun ada
yang jauh lebih dahsyat dari itu.

Dengan menampilkan 3 calon, beliau tidak mau spekulatip dan kecolongan peluang bila paslon hanya diikuti 2 saja , bisa-bisa dengan dukungan pemerintah dan jajarannya Ahok dengan mudah bisa direkayasa untuk meraih lebih dari 51+1 .
tapi dengan adanya 3 calon maka sangat susah Paslon no. 2 bisa direkayasa untuk memperoleh lebih dari 50% suara, terlihat sekarang hasil strategi jitu SBY mulai Nampak.

SBY berhasil memecah konsentrasi lawan, mereka sibuk mengatur strategi agar elektabilitas SBY dan AHY merosot tajam, sampai-sampai orang yang didalam Sel diberikan Remisi untuk menjatuhkan SBY. Betapa Sibuknya Kubu Lawan untuk bersaing dg kekuatan SBY, Grand Design sdh berjalan dengan Rapi, Pantas saja engkau disebut sebagai MASTER OF STRATEGY

Terima kasih SBY……Terima kasih AHY

Sumber : islam-rahmatanlilalamin9

Bantu Korban Kebakaran, Habib Rizieq Syihab Pimpin Doa Menggetarkan Jiwa

Suaracitizen.com – Bantu Korban Kebakaran, Habib Rizieq Syihab Pimpin Doa Menggetarkan Jiwa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) bersama Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI KH. M. Zaitun Rasmin memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kwitang Senen Jakarta Pusat pada Rabu (22/2/17).

Rombongan memberikan bantuan berupa uang tunai, sarung, mukena, tas, sepatu, seragam sekolah, air bersih, dan memberikan pengobatan gratis kepada 200-an kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran.

Habib yang didampingi sang istri berkeliling ke beberapa keluarga korban kebakaran dan menemui pengurus rukun tetangga dan rukun warga setempat.

Di kawasan sekitar Majlis Habib Al-Habsyi Kwitang tersebut, FPI mendirikan posko yang siap siaga. Posko akan mengurusi berbagai jenis kebutuahn warga dan terus melakukan koordinasi dengan DPW FPI DKI Jakarta dan ormas-ormas Islam lainnya.

Di akhir kunjungan, Habib Rizieq Syihab memimpin doa. Habib mengajak warga membaca doa Khatmil Qur’an, washilah surat Al-Fatihah, lalu memanjatkan doa yang menggetarkan jiwa, bermakna luas dan menyeluruh. Bikin merinding.
“Mudah2an jadi anak yang shalih, jadi anak yang shalihah. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengganti semua yang hilang dari kita, mengganti dengan yang lebih baik. Semoga perkampungan ini menjadi qaryah thayyibah (kampung yang bagus), qaryah shalihah (kampung yang baik), qaryah mubarakah (kampung yang diberkahi),” ujar Habib, disambut dengan lafal aamiin dari seluruh hadirin.

Sumber: Tarbawia

Pengamat: Lindungi Ahok Berlebihan, Tak Hanya di Pilkada 2017! PDIP akan Keok di Pemilu 2019!!

Suaracitizen.com – Dukungan PDIP yang berlebihan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam berbagai kasus, terbukti berimbas negatif bagi PDIP di Pilkada serentak 2017. Banyak pasangan calon (paslon) yang diusung PDIP maupun koalisi dengan partai lain di Pilkada keok.

Penilaian itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (20/02). “Banyak paslon dukungan PDIP maupun koalisi dengan partai lain kalah di Pilkada. Ini efek dukungan PDIP terhadap terdakwa penista agama,” tegas Muhammad Huda.

Menurut Huda, masyarakat sudah tidak suka dengan kebijakan PDIP yang mendukung Ahok secara berlebihan di berbagai kasus. “Apalagi rakyat paham, Ahok yang terdakwa masih dibela Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang notabene kader PDIP. Ahok bisa aktif kembali menjadi Gubernur DKI,” jelas Huda.

Huda mengingatkan, “hukuman” masyarakat ke PDIP akan berlanjut pada Pemilu 2019. “Suara PDIP akan jeblok karena masyarakat Indonesia sangat relijius,” papar Huda.

Pada Pemilu 2019, Huda memperkirakan, PDIP hanya menguasai basis-basis “abangan” saja. Seperti Solo, Klaten maupun wilayah abangan lainnya. “Kendati masih mengusai wilayah ‘abangan’, secara nasional, suara PDIP akan turun drastis,” pungkas Huda.

Berdasarkan hitungan real count Pilkada 2017, dari 101 Pilkada, paslon yang diusung PDIP sendiri atau koalisi parpol, 47 paslon mengalami kekalahan.

Pasangan PDIP Rano Karno dan H. Embay Mulya Syarief (49.07%) kalah dari Dr. H. Wahidin Halim, MSi dan H. Andika Hazrumy, S.Sos., M.AP (50.93%, di Yogyakarta Pasangan PDIP Imam Priyono D Putranto, S.E., MSi dan Achmad Fadli (49.70%) kalah dari Drs. H. Haryadi Suyuti dan Drs. Heroe Poerwadi, MA (50.30%),

Di Salatiga Pasangan PDIP Drs. Agus Rudianto, MM dan Dance Ishak Palit, M.Si (49.48%) kalah dari pasangan Yuliyanto, SE.,MM dan Muh Haris, SS.,M.Si.(50.52%), di Bekasi Pasangan PDIP Meilina Kartika Kadir, S.Sos, M.Si dan Abdul Kholik, SE, M.Si hanya 9.58%.

Di Tasikmalaya Pasangan PDIP R. Dicky Candranegara dan Drs. H. Denny Romdony (22.54%) kalah dengan Drs.H.Budi Budiman dan H.Muhammad Yusuf (40.06%), Di Cilacap Pasangan PDIP Taufik Nurhidayat dan Hj. Faiqoh Subky, SH.,M.Pd (27.24%) kalah dari H. Tatto Suwarto Pamuji dan Syamsul Auliya Rahman, S.STP, M.Si (56.31%).

Di Gorontalo PDIP Hana Hasanah Fadel dan H. Tonny s. Junus (25.86%) kalah dari Drs. H. Rusli Habibie, M.AP dan DR. Drs. Hi. Idris Rahim, MM (50.65%), dan Di Kupang Calon Wali Kota Kupang inkumben, Jonas Salean, yang berpasangan dengan Nikolaus Frans yang diusung PDIP (47.14%) kalah dari pasangan Jefri Riwu Kore-Herman Man (52.86%).

Sumber: Mediaislam.org/intelijen

Dulu Tantang Hujan, Giliran Turun dan Banjir Hujan Disalahkan, Beginilah Watak Ahok

Suaracitizen.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyalahkan hujan yang tak berhenti sejak Senin malam, 20 Februari 2017, sebagai penyebab banjir terjadi di banyak wilayah Jakarta pagi ini.

Ditambah lagi, kata Ahok, sapaan akrab Basuki, proyek normalisasi sungai, yang merupakan program utama pemerintah untuk menanggulangi banjir di Jakarta, pada tahun keempat pelaksanaannya saat ini, baru tuntas 40 persen.

Kondisi tersebut membuat aliran-aliran sungai di Jakarta belum mampu sepenuhnya menampung limpahan air, terutama jika volumenya terlalu besar akibat hujan yang berlangsung terlalu lama seperti hujan yang hingga Selasa pagi ini, 21 Februari 2017, pukul 09.20 WIB, masih berlangsung.
“Saya bilang kalau hujannya berhenti, enggak sampai sehari pasti beres (banjir tidak terjadi di banyak titik). Cuma kalau dia enggak berhenti terus, ya kayak kamu punya gelas diisi air terus gimana? Pasti meluber,” ujar Ahok di Balai Kota DKI, Selasa, 21 Februari 2017.

Ahok kembali menekankan normalisasi sebagai hal yang harus dilakukan untuk membuat banjir yang telah menjadi bencana tahunan di Jakarta tak terus terjadi. Normalisasi, selain dilakukan pada sungai, juga pada waduk.

Sementara, kendala terbesar pelaksanaan normalisasi adalah sulitnya pembebasan lahan di wilayah bantaran waduk dan sungai. Ahok meminta pihak-pihak yang selama ini menentang pembebasan lahan yang dilakukan dengan cara penertiban hunian liar atau pembongkaran bangunan-bangunan disertai ganti rugi tidak lagi melakukan penolakan mereka. Pengorbanan mereka, diperlukan supaya proyek normalisasi tuntas sehingga Jakarta pada akhirnya tak lagi sering dilanda banjir.

“Waduk-waduk mesti dibesarin lagi. (Tapi) Kan (pinggiran) waduk-waduk udah diduduki orang. Kan (karena) kering, diduduki orang, nah mau enggak mau kamu mesti balikin. Harus kita bongkar, enggak ada cara lain,” ujar Ahok

Sumber: viva.co.id