Mengapa Tali Pocong Harus di Terlepas Waktu Pemakaman? Ini Alasanya!

Screen Shot 2016-07-22 at 12.01.37 PM

Suaracitizen.com – Penjelasan dengan cara syariah, mengapa tali pocong mesti dilepaskan.
“Jika waktu pemakaman tali pocong tak dilepaskan jadi yang wafat bakal bergentayangan sebagai pocong”. Tersebut mitos yang mengedar di orang-orang. Sebenarnya, sangat banyak orang-orang yang meyakini mitos ini. Bahkan juga banyak film horor di Indonesia yang mengadaptasi dari mitos tali pocong yang lupa dilepaskan.

Tetapi butuh anda kenali, kalau ini yaitu hanya mitos, tiap-tiap jenazah yang dikuburkan akan tidak lagi ada didunia, dia yang sudah mati bakal mempertanggungjawabkan kehidupannya didunia. Lantas seperti apa penjelasan dengan cara syariah tentang tali pocong ini?

Penjelasan dengan cara syariah betul-betul butuh dipahami supaya lalu mitos yang berkembang di orang-orang yg tidak masuk akal ini dapat di hilangkan. Pemahaman tentang hal semacam ini belum banyak berkembang di orang-orang, hingga orang-orang lebih yakin dengan mitos yang berkembang sekarang ini, yang bahkan juga begitu tak masuk akal serta menjurus pada kemusyrikan.

Sebelumnya mengulas lebih jauh tentang tali pocong, ada banyak hal yang butuh anda kenali yang terkait dengan melepas semua suatu hal waktu jenazah dikuburkan. Dalam soal ini tidak cuma melepas baju saja, namun semua suatu hal yang berbau keduniaan seperti cincin, gelang, kalung, jam serta lain sebagainya. Hingga dapat mempermudah jalannya di akhirat. Oleh sebab tersebut orang yang lakukan susuk di larang oleh agama.

Hal semacam ini seperti yang disebutkan oleh Romli dalam NihayatulMuhtaj, yang berbunyi lebih kurang seperti ini :

“Bila mayat telah ditempatkan di pendam, jadi dilepaslah seluruh ikatan dari badannya mengharapkan nasib baik yang membebaskannya dari kesusahan di alam Barzah, karena itu, makruh hukumnya bilamana ada suatu hal yang mengikat sisi badan jenazah baik jenazah anak-anak ataupun jenazah dewasa, ”

Di sini disebutkan tidak cuma jenazah orang dewasa saja yang tali kain kafannya mesti dilepaskan, namun juga untuk anak-anak yang mungkin saja belum berdosa. Terdapat banyak sumber lain yang mengulas perkara ini, tersebut disini sebagian salah satunya.

mengatakan, “Saat ditempatkan dalam pendam ikatannya dilepaskan ; berarti tali-tali pengikatnya saja, bukanlah kain kafannya lantaran unsur tafaa-ul diinginkan dengan dilepasnya ikatan kafan ‘bencana’ yang ada pada mayat juga lepas, ” Serta menurut Sunni-Salafiyah,

“Satu di antara sebagian tata langkah waktu menguburkan jenazah yakni melepas ikatan kafan mayit pada kepala mayit serta buka kafan yang menutupi pipi mayit lantas melekatkannya ke tanah. ”

Berikut penjelasan dengan cara syariah mengapa tali pocong mesti dilepaskan. Begitu tidak sama dengan mitos yang berkembang sekarang ini. Yang menyampaikan bila tali kafan tak dilepaskan jadi bakal jadi pocong yang bergentayangan. Jikalau benar ada pocong yang bergentayangan, itu hanya muslihat setan saja. Bukanlah dia yang telah wafat lalu bergentayangan, terkecuali terdapat banyak perkara yang mengakibatkannya. Walahu a’lam.

Sesudah tahu penjelasan dengan cara syariah mengapa tali pocong mesti dilepaskan, semestinya anda tak akan dengarkan atau meyakini mitos yang berkembang sekarang ini. Dengan cara pandangan orang pemula berdasar pada penjelasan diatas, tali kafan mesti dilepaskan bukanlah lantaran bakal jadi pocong yang bergentayangan, namun lantaran memanglah seorang yang telah wafat mesti melepas semua suatu hal yang berbentuk keduniaan.

Sejak wafat, jenazah bakal dilepaskan dari pakainnya, hal ini dapat untuk mempermudah dalam mensucikannya. Melepas tali kain kafan, bukanlah melepas semuanya kafan yang melekat pada jenazah. Pemahaman sesuai sama syariah butuh di ketahui supaya tak nampak persepsi-persepsi baru yang malah bakal menyesatkan umat.

Ditambah lagi dengan perubahan tehnologi sekarang ini, seperti satu diantara misalnya yaitu film yang mengadaptasi dari mitos-mitos spesifik, termasuk juga pocong. Anda mesti dapat menilainnya dengan bijak. Bila memanglah satu film serta anda sukai melihat film, jadi anggaplah itu sebagai hiburan saja, janganlah gampang memercayainnya.

Meyakini semua suatu hal yang belum tentu serta tak berbukti yaitu aksi yang kurang bijak. Ketidakpastian lalu bakal menimbulkan persepsi-persepsi baru yang bakal makin menyesatkan umat. Tidak cuma perkara tali pocong saja yang sekarang ini berkesan menyesatkan asumsi. Ada banyak lagi mitos yang lain yang berlawanan dengan penjelasan syariah, mudah-mudahan penjelasan diatas berguna buat anda serta dapat memperluas wawasan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *