Category Archives: Uncategorized

Kesaksian Chandra: Saya Berada di TKP, Menyaksikan Ada Campur Tangan Allah Saat Pemeriksaan Habib Rizieq


Suaracitizen.com – JAKARTA – Hari ini, Senin 23 Januari 2017, Iman Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab diperiksa Polda Metro jaya terkait kasus pernyataan lambang palu arit di uang baru rupiah.

Ribuan Umat Islam turut hadir dalam mengawal dan mendukung Habib Rizeiq.

Salah seorang yang hadir, Andich Chandra menuturkan betapa ada campur tangan Allah SWT saat pemeriksaan Habib Rizieq di Polda Metro Jaya ini.

Melalui akun facebooknya, Andich Chandra menshare video yang dia rekam dari

TKP:

“Suasana di luar Mapolda Metro Jaya, 10.50 WIB. video ini membuktikan adanya campur tangan kekuasaan Allah dalam mengawal Habieb Riziek hari ini. Suasana panas terik matahari pagi yang menyengat langsung redup saat Orator di mobil komando meminta dan berdoa kepada Allah SWT agar di berikan awan pelindung peserta aksi bela Habieb…. Percaya dan tidak percaya saya kebetulan berada langsung di TKP,” kata Andich Chandra.

Subhanallah…

Berikut videonya [agak lama munculnya]:

Dituduh ‘Hanya Sibuk Demo dan Tidak Peduli Muslim Rohingya’, Inilah Jawaban Menyejukkan KH M Arifin Ilham

screen-shot-2016-11-22-at-7-45-02-pm
Suaracitizen.com – Kekerasan, kekejian, dan pembunuhan serta pemerkosaan kembali terjadi di Negara bagian Rakhine, Myanmar. Pemerintah Militer kembali melakukan kejahatan kemanusiaan kepada Muslim Rohingya dalam satu pekan terakhir.
Dunia diam. Tidak ada pemimpin Negara yang bersuara keras sebagaimana kerasnya suara mereka saat terjadi tragedi kemanusiaan di Perancis dan Negara Eropa lainnya.
Di Inodonesia, kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Rohingya ini berdekatan dengan rentetan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Aksi ini memicu gelombang massa yang dahsyat dan tumpah ruah di Ibu Kota Jakarta pada Jum’at (4/11/16) dalam Aksi Damai Bela Islam dan Bela Negara II.
Oleh karena itu, seorang netizen yang mewakili suara-suara netizen lain seakan menggugat, mengapa kaum Muslimin Indonesia hanya sibuk demo dan melupakan nasib sesama Muslim di Rohingya?
Pertanyaan tersebut juga dialamatkan kepada dai kelahiran Banjarmasin sekaligus Pemimpin Majlis Zikir Az-Zikra Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham. Kepada sang kiyai, netizen seakan menggugat, “Buat apa sibuk demo hanya untuk seorang Ahok, sedangkan ribuan kaum Muslimin menderita di Rohingya tapi tidak diurusi?”
Atas pertanyaan tersebut, Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham pun menyampaikan jawaban yang sangat santun dan menyejukkan hati.
“Subhanallah, walhamdulillah, semua menjadi perhatian. Apalagi keadaan saudara kita di Rohingya, Palestina, Irak, Suriah, Afrika Tengah, Uighur China. Cobalah sekali-kali saja shalat Subuh di Masjid Az-Zikra. Tidak pernah putus doa untuk semua mujahidin dan mustdh’afiin (kaum tertindas), tanpa lupa mendoakan negeri kita tercinta. Jazaakumullah. Semua ikhtiar dikerahkan untuk umat Rasulullah,” ujar Kiyai Arifin.
Dalam pengamatan Tarbawia, jawaban Kiyai Arifin Ilham ini disukai ribuan netizen lain dan juga banjir komentar yang sebagian besarnya mengamini doa sang Kiyai. [Om Pir/Tarbawia]

Innalillahi… Netizen Unggah Status Fesbuk, ‘Dibohongi Pake Surat An-Nisa Ayat 3’

screen-shot-2016-11-22-at-7-42-51-pm
Suaracitizen.com – Seorang netizen di Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi membuat ulah. Laki-laki bernama Agung Sudrajat ini menulis status di akun facebook-nya, “Dibohongi pake surat An-Nisa ayat 3, janda kaya bahenol dikawin.”
Unggahan ini memicu keresahan publik. Ribuan netizen berkomentar, tindakan Agung dinilai sebagai salah satu bentuk pelecehan terhadap Al-Qur’an sebagai Kitab Suai kaum Muslimin.
Ribuan netizen yang bereaksi bukan hanya dari Sukabumi, tetapi dari berbagai penjuru Indonesia. Alhasil, kasus ini pun dilaporkan ke Polres Sukabumi agar ditangani secara hukum, agar masyarakat tidak main hakim sendiri.
“Terduga penista agama yakni Agung Sudrajat sudah kami periksa terkait dugaan penistaan agama dengan melecehkan ayat suci Al-Qur’an, Surat An-Nisa ayat 3,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP M Ngajib di Sukabumi, sebagaimana diberitakan oleh Republika, Ahad (20/11
Terduga kasus penistaan ini merupakan seorang karyawan di perusahaan swasta.
“Kami masih menyelidiki kasus ini,” tambah Ngajib. Ia belum mamberitahukan hasil pemeriksaan terhadap Agung Sudrajat.
Kasus ini juga menjadi perhatian Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sukabumi, AA Brata Soedirdja. Ia meminta agar MUI segera turun tangan, agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk.
“MUI harus segera menyelesaikan masalah ini, apalagi cara nitizen membully terduga penista agama tersebut sudah ke arah anarkis yang bisa menyebabkan main hakim sendiri,” katanya.
Agung Sudrajat sendiri menerangkan, ia merasa tersinggung dengan perdebatan di media sosial. Ia merasa dianggap tidak memahami Al-Qur’an hingga menulis status kontroversi tersebut.
“Saya merasa tersinggung dengan kicauan banyak nitizen yang menyinggung saya sebagai orang yang tidak mengenal firman Allah SWT. Akhirnya saya menulis status tersebut,” terang Agus. [Om Pir/Tarbawia]

Ada Isu Makar, Jokowi Perintahkan TNI-Polri Siaga Penuh

screen-shot-2016-11-21-at-7-53-16-pm
Suaracitizen.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan prajurit TNI dan personel kepolisian bersiaga untuk mengantisipasi dugaan adanya rencana makar.
“Itu tugasnya Polri dan TNI untuk waspada yang membahayakan NKRI, membahayakan demokrasi kita,” kata Jokowi usai bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di beranda belakang Istana Merdeka Jakarta, Senin (21/11/2016).
Jokowi kembali mengingatkan bahwa sudah menjadi tugas Polri dan TNI untuk mewaspadai adanya upaya makar itu.
“Tapi semuanya harus merujuk ketentuan hukum yang ada,” kata dia.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengaku sempat mendapat informasi mengenai adanya unjuk rasa yang bertujuan untuk makar dan menduduki gedung DPR pada tanggal 25 November 2016.
Unjuk rasa ini diperkirakan masih terkait dengan kasus dugaan penisaan agama Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. [tsc]

KALAP DAN PANIK! Akun Twitter Ahok ANCAM Ungkap Kecurangan Jokowi ke Publik

screen-shot-2016-10-29-at-2-09-28-pm
Linimasa twitter sempat heboh pasca munculnya twit bernada mengancam dari akun @basuki_btp milik Gubernur DKI Jakarta, Ahok.

Akun tersebut mengicaukan ancaman kepada

Jokowi.

“Jika Pak Presiden Jokowi izinkan Bareskrim untuk periksa saya, kecurangannya saya ungkap ke publik”, tulis akun tersebut 20 Oktober 2016.

Kicauan yang kini telah dihapus, menyisakan jejak digital berupa tangkapan layar yang sempat direkam beberapa netizen.

Salah satu netizen yang kemudian mengunggah tangkapan layar tersebut, bertanya, kesalahan apa yang sudah dibuat Jokowi hingga Ahok berani mengancam sedemikian rupa.

“Ada dosa apa loe pak, kok si Ahok ngancam loe  gini @jokowi ? Cc @DivHumasPolri @DPRRI_INFO @HumasPolisi @DPDRI”, kicau @Restyies.

Dalam tangkapan layar (screen capture) yang diunggah @Restyies, nampak kicauan bernada ancaman tersebut sudah dikicau ulang sebanyak 2200 kali dan difavoritkan sebanyak 3400 kali.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan dari pengelola akun @basuki_btp mengenai kicauan bernada ancaman kepada Presiden RI Joko Widodo.

Rencakan Agenda Terselubung, Imigran China Dibekali E-KTP Palsu

screen-shot-2016-10-28-at-6-15-39-am

Suaracitizen.com – Tenaga Kerja asal China yang ditangkap di Papua, didapati memiliki kartu identitas atau E-KTP layaknya warga negara Indonesia pada umumnya, pada penangkapan pelaku judi Online di Bogor, 31 warga negara China sebagaian mengaku sebagai polisi di China
Fenomena mengenai warga negara China yang memasuki Indonesia dengan memiliki identitas sebagai warga negara Indonesia, diduga karena akibat server pembuatan E-KTP serta Chip yang di gunakan dalam E-KTP adalah buatan China

Sebelumnya diketahui E-KTP servernya berada di China, dan produk chip nya pun berasal dari China, maka pada tahun 2015 pernah ditemukan ribuan kartu identitas E-KTP aspal (asli tapi palsu) di China

Dengan ditemukannya Tenaga Kerja asal China yang telah dibekali kartu identitas E-KTP, kemugkinan ada agenda ‘terselubung’ terkait hal tersebut, dengan alasan E-KTP dapat digunakan untuk berbagai urusan termasuk untuk ikut memilih dalam Pilkada atau pemilu kedepannya. (nusanews)

Fokus ke Ahok, jangan termakan provokasi konyol

screen-shot-2016-10-27-at-4-15-40-pm

Jelang “Aksi Bela Islam” jilid 2 tanggal 4 November mendatang, berbagai postingan berbau SARA beredar luas di media sosial.

Salah satu yang viral adalah foto sekelompok orang berkaos gambar salib sedang latihan di lapangan, lalu diberi keterangan oleh pemosting dengan kalimat berikut:

Laskar Kristus ?
Apakah dalam rangka melindungi Ahok?
Latihannya sangat Militeristik.

Bagaimana Ummat Islam, Siapkah Anda Syahid?
Bersiaplah…..Bersiaplah….

NKRI Harga Mati
Penjarakan Ahok Penista Ayat Suci Al-Qur’an 

(Sumber FB Adi Spriadi)

Namun tidak ada bukti jelas apakah fakta yang ada di foto memang seperti yang ditulis pemosting. Atau hanya dikait-kaitkan dengan isu Ahok yang sedang panas, sehingga menjadi viral.

Sehari sebelumnya juga beredar rekaman suara perempuan yang mengaku melihat sekumpulan laki-laki berbadan kekar dari etnis China (Tionghoa) dan beragama Kristen dari komunitas Christian Men’s Network Indonesia(CMNI).

Dan ia menyimpulkan mereka sebagai orang-orang terlatih militer yang mungkin akan membela Ahok dan mengancam umat Islam.

Namun kesaksian ini juga dianggap berlebihan dan tidak jelas, dimana kalimatnya menggiring opini ke arah kasus Ahok, padahal tidak ada bukti rasional adanya keterkaitan.

“Aksi Bela Islam” untuk tuntutan hukum, bukan perang agama
Seperti diketahui, tujuan berbagai ormas Islam menggelar unjuk rasa besar pada tanggal 4 November adalah untuk menuntut lembaga negara (polisi dan presiden), agar menegakkan hukum terhadap Ahok atas kasus penistaan agama Islam.

Sedangkan risiko atau kemungkinan pecahnya kerusuhan pada 4 November, menjadi tema perang urat syaraf sebelum aksi itu berlangsung.

Di pihak penentang (pendukung Ahok), aksi digambarkan bisa membahayakan keamanan, akan diikuti kelompok “garis keras” (anti Pancasila), ada FPI (perusuh) dan kampanye hitam lainnya untuk memunculkan pandangan negatif dari pengguna medsos.

Tujuannya adalah agar meningkatkan simpati kepada Ahok sebagai “korban” tuntutan FPI, maupun menumbuhkan sentimen buruk khalayak terhadap aksi umat Islam nanti, sebagaimana isu “taman rusak” yang diblow up media pasca aksi jilid I, 14 Oktober lalu.

Di lain sisi, bagi sebagian pendukung aksi, “ancaman kerusuhan” menjadi tekanan urat syaraf pada polisi agar memihak umat Islam dan segera bersikap tegas terhadap Ahok. Meski bisa jadi aksi akan digelar secara damai seperti sebelumnya.

Sehingga, jika semua proses hukum dilalui, tak perlu lagi dilakukan aksi besar atau tekanan massa lainnya pada 4 November. Dan kalau perlu, aksi berganti tema jadi pujian untuk polisi yang menangkap Ahok.

Umat Islam jangan mau dibenturkan dengan aparat
Informasi-informasi lemah menjurus hoax yang viral di media sosial, memprovokasi dengan skenario cerita sama.

Yaitu adanya sekelompok “militan Kristen dan China yang membela Ahok”, mereka mungkin disiapkan menghadapi aksi umat Islam pada 4 November.

Padahal logikanya sederhana, jikapun kelompok militan itu eksis, tidak mungkin akan head to head menghadapi penentang Ahok. Sebabnya, keberadaan mereka adalah ilegal dan provokator nyata.

Polisi tetaplah garis terdepan yang akan melakukan tugas pengamanan. Misalnya terjadi konspirasi jahat, yang akan berbenturan dengan massa adalah polisi atau aparat lainnya, bukan sekelompok milisi SARA tertentu.

Sebaliknya, jika kabar milisi “Kristen dan China bela Ahok” hanya karangan alias hoax, maka sudah selayaknya seera ditinggalkan, dan segera fokus pada tuntutan kasus Ahok.

Karena aksi umat Islam bukan untuk SARA dan politik, bukan pula anti Kristen atau China, namun murni tuntutan untuk mengirim Ahok ke penjara, sesuai hukum yang ia langgar dalam ucapannya.

(Opini redaksi)

Djarot Dilempari Botol Hingga Bangku Oleh Pedagang yang Marah Dagangannya Diangkut Satpol PP

screen-shot-2016-10-27-at-5-23-01-am

Personel Satpol PP dan ajudan mengamankan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat pedagang di emperan Stasiun Kota mulai mengamuk.

Para pedagang itu melempar berbagai barang yang ada di sekeliling mereka, mulai dari botol beling minuman ringan, krat (tempat botol minuman), hingga bangku. Mereka melempar barang-barang itu ke arah Djarot dan rombongan.

Pedagang yang sebagian besar ibu-ibu itu berteriak dan menangis histeris setelah personel Satpol PP mengangkut gerobak mereka yang disimpan di sebuah gudang tua.

“Jangan lempar, ini ada Pak Wagub,” kata personel Satpol PP kepada para pedagang, Selasa (25/10/2016).

Namun, PKL tak mengindahkan imbauan tersebut. Mereka terus melempar botol ke arah Djarot dan rombongan. Djarot yang tengah meninjau pedagang dan berada di tengah-tengah kerumunan langsung diamankan ke tempat yang lebih aman.

“Awas… awas…,” kata polisi yang juga mengawal Djarot.

Sementara itu, Djarot terlihat terus berbincang dengan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi dan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Jupan Royter.

Selama Djarot berjalan, pedagang terus menangis histeris dan memohon agar pendamping Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu tidak mengangkut gerobak mereka.

Namun, gerobak pedagang tetap diangkut dan diminta untuk pindah ke Jalan Cengkeh. (kompas.com)

HMI Ancam Bakar Perusahaan Cina Jika Kasus Ahok Tidak Dituntaskan

screen-shot-2016-10-27-at-5-06-55-am

Suaracitizen.com – Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, HMI Cabang Gowa Raya, dan HMI Cabang Indonesia Timur melakukan aksi terkait penistaan agama oleh Gubernur DKI, Basuki Thahja Purnama atau Ahok beberapa waktu lalu di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Kamis (20/10/2016).

Massa menilai pernyataan Ahok tentang Surah Al-Maidah ayat 51, jelas-jelas mencederai keberagaman umat bergama yang sesungguhnya dilindungi oleh undang-undang sebagai payung keselarasan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Dalam orasinya, mereka mengaku sudah beberapa kali melakukan pelaporan terhadap pihak kepolisian namun, hingga hari ini belum ada tindak tegas dari pihak kepolisian untuk menangkap dan memenjarakan pelaku penistaan agama tersebut.

Selain itu, mereka menuntut kepada pihak kepolisian agar secepatnya menangkap, memproses, dan memenjarakan Ahok yang secara terang-terangan melakukan penistaan terhadap agama islam.

“Jika Ahok tidak dihukum sesuai aturan yang berlaku, maka HMI Makassar akan membakar perusahan-perusahan milik orang China yang ada di Jalan Sulawesi,” ungkap koordinator aksi, Salahuddin Al Ayyubi.

Tidak hanya itu, mereka juga mengharapkan kepada pihak kepolisian agar aksi yang mereka lakukan hari ini bisa langsung mendapatkan pengawalan sesuai hukum yang ada berlaku di Indonesia.

“Jika kasus ini tidak ditindaklanjuti dengan jelas dan tegas, maka yakin dan percaya akan muncul Ahok-Ahok baru yang kemudian akan melakukan penistaan terhadap agama selanjutnya,” terangnya
Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua Korps Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) Makassar, Prof Andi Pangeran Moenta

Nusron Dipecat Dari Kepengurusan PBNU ”Yang Setujuh Share”

screen-shot-2016-10-27-at-4-53-54-am

Suaracitizen.com – Mengutip dari laman facebook Aswaja Garis Lurus dan NU Garis Lurus, mengabarkan bahwa Nusron Wahid telah dikeluarkan dari kepengurusan PBNU. Hal tersebut di ungkapkan oleh KH. Ma’ruf Amin saat menerima kunjungan Ulama Madura.

Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari PBNU mengenai kabar pemecatan Nusron dari kepengurusan PBNU.

Berikut pernyataan lengkap yang dikutip melalui laman facebook Aswaja Garis Lurus dan NU Garis Lurus.

Dihadapan 20 ulama ketika KH. Ma’ruf Amin menerima kunjungan Ulama Madura, tanpa ditanya tentang Nusron, beliau menjelaskan bahwa Nusron telah dipecat dari kepengurusan PBNU.

Sebelumnya, Nusron Wahid dikabarkan sempat mengunjungi rumah KH. Ma’ruf Amin, namun dalam kunjungan tersebut Nusron mengaku hanya untuk klarifikasi mengenai hal yang belakangan ini sedang ramai diperbincangkan di publik.