Category Archives: Islami

Ini Doa Agar Terhindar dari Godaan Zina

Screen Shot 2016-07-25 at 7.53.47 PM

Suaracitizen.com – Derasnya arus globalisasi membuat seseorang kesulitan membentengi diri. Hal positif bisa diraih namun negatifnya tidak kalah banyak. Perbuatan zina menjadi salah satu dampak negatif yang muncul dari sekian banyak dampak lain yang terjadi.

Perempuan dan laki-laki kini susah dibatasi. Tidak jarang kedekatan hubungan menjadi jalan untuk melakukan perbuatan zina. Berdalih atas nama cinta, zina seperti tindakan yang dianggap halal. Padahal dosanya teramat banyak dan siksa di akhir nanti begitu pedih.

Namun Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar terhindar dari godaan zina. Doa ini dibacakan Rasul ketika seorang pemuda datang kepadanya dan meminta izin untuk melakukan perbuatan yang buat Allah SWT cemburu tersebut. Seperti apa doanya? Berikut ulasannya.

Zina merupakan perbuatan yang sangat dibenci Allah. Hukumannya tidak hanya di akhirat. Saat masih di dunia, pelaku zina akan mendapat hukuman berat. Dimana, bagi pezina yang belum menikah, mendapat hukuman 100 kali rajam dan dibuang ke daerah terpencil selama satu tahun. Sementara bagi mereka yang sudah menikah, mereka dirajam sampai mati.

Namun pada zaman kini, tindakan tercela ini sudah banyak terjadi. Lihatlah bagaimana penuhnya mobil aparat ketika melakukan razia penertiban penyakit masyarakat. Atau, banyaknya pasangan tertangkap razia yang ditemukan dalam satu kamar dan tanpa ikatan pernikahan. Memang, derasnya perkembangan teknologi dan modernisasi seolah mengikis nilai-nilai agama.

Jika tidak menggoda, mungkin saja manusia yang tergoda untuk melakukan perbuatan ini. Iman yang teguh dan kuat sangat penting agar tetap kokoh dalam jalan yang lurus. Namun syetan tidak akan tinggal diam untuk melakukan segala upaya agar Bani Adam melakukan tindakan ini. Namun, Allah SWT membekali manusia dengan doa ini agar terhindar dari zina. Doa ini dibacakan oleh Rasulullah SAW saat seorang pemuda yang tergoda berzina mendatanginya.

Hadist riwayat Ahmad 5/256-257, dari Abi Umamah ra berkata bahwa pada suatu hari datang seorang pemuda yang meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk berzina. Orang sekelilingnya berpaling kepadanya kemudian marah dan melarangnya melakukan itu. Namun Rasulullah SAW dengan lembut menasehati pria tersebut. Berkata (Rasulullah SAW): “Bawakan dia dekat denganku”. Maka pemuda itu telah mendekati Baginda SAW.

(Abu Umamah) berkata: maka (pemuda itu) telah duduk (dekat dengan Rasulullah SAW).

Rasulullah SAW mula bersabda: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada Ibumu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada ibu-ibu mereka”.

Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada anak perempuanmu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada anak-anak perempuan mereka”.

Rasulullah SAW mula bersabda: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi bibi-bibimu, saudari ayahmu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada bibi-bibimu”.

Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada bibi-bibimu, saudari ibumu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada bibi-bibi mereka mereka”.

Abu Umamah berkata: Maka Rasulullah SAW meletakkan tangannya di atas pemuda itu, lalu berdoa: “Allahummaghfir zanbahu, wa tohhir qalbahu, wa hassin farjahu” Artinya (“Ya Allah ampunkanlah dosanya, bersihkanlah/sucikanlah hatinya (dari memikirkan sesuatu maksiat), dan jagalah kemaluannya (dr melakukan zina)”

Selepas itu, pemuda itu tidak lagi memandang sesuatu (yg berupa maksiat (terutama zina), natijah maqbulnya doa Nabi SAW). (HR Ahmad 5/256-257, Dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Kitab Al-Silsilah Al-Sahihah 1/645)

Untuk membentengi diri dari perbuatan dosa tersebut, maka disunnatkan untuk membaca dan membacakan doa ini bagi anak-anak/adik-adik yang masih kecil, agar dewasanya nanti bisa terhindar dari godaan zina dan boleh juga doakan untuk diri sendiri, tukar kata ganti nama sebagaimana berikut:

Untuk anak/adik laki-laki
“Allahummaghfir zanbi, wa tohhir qalbi, wa hassin farji”

Untuk anak/adik perempuan:
“Allahummaghfir zanbaha, wa tohhir qalbaha, wa hassin farjaha”

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan terimakasih sudah membaca

Calon Penduduk Neraka yang Tidak Sempat Dilihat Nabi

Screen Shot 2016-07-25 at 7.50.44 PM

Suaracitizen.com – Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa dipahami oleh nalar adalah Isra Miraj. Dengan kuasa Allah, beliau melakukan perjalanan menyusuri negeri dan menembus waktu. Salah satu yang dilihatnya adalah kehidupan penduduk neraka yang begitu mengerikan dan penuh siksa.

Di dampingi Malaikat Jibril, Nabi tidak berhenti bertanya tentang dosa yang dilakukan oleh penduduk neraka ini. Beliau berharap, kelak umatnya dapat menghindari dosa-dosa tersebut. Ternyata sebagian besar dosa itu sudah dilakukan umat sejak kehidupan pada zamannya.

Namun, ada penduduk neraka yang tidak dikenali. Mereka melakukan perbuatan dosa yang sama sekali tidak pernah dilihat manusia kesayangan Allah ini. Ternyata dosa tersebut justru terlihat pada era kini. Tidak heran jika Nabi belum pernah melihat calon penghuni neraka ini sebelumnya. Siapa dan bagaimana dosa yang diperbuat?

Ternyata terdapat dua golongan yang akan menjadi calon penghuni neraka namun tidak dikenali oleh Nabi Muhammad SAW. Mereka adalah golongan pria yang membawa cambuk, serta wanita yang berjalan berlenggak-lenggok dengan kepalanya menyerupai punuk unta. Hal ini dijelaskan dalam hadist riwayat Muslim berikut ini.

Abu Hurairah ra menuturkan, Nabi Muhammad SAW bersabda “Ada dua macam penghuni neraka yang belum pernah terlihat olehku saat ini. Pertama, orang-orang yang membawa cemeti seperti seekor sapi yang digunakannya untuk melecut manusia. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian namun seperti telanjang dan pandai merayu. Rambutnya disasak seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak dapat masuk surga, bahkan tidak akan pernah mencium wangi surga. Padahal wangi surga dapat dicium dari jarak yang sangat jauh ” (HR. Muslim)

Hadist ini merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad dan menjadi bukti kenabiannya. Pada zaman kehidupannya, kedua golongan ini belum ada hingga masa pemerintahan kekhalifahan Islam.

Golongan ini menjadi ancaman besar bagi kaum Muslim. Bahwa pada akhirnya, akan ada pria yang membawa cemeti yang bisa mencambuk sesukanya. Al Qurthubi meyebutkan hadits ini tatkala menafsirkan firman-Nya tentang kisah ‘Ad kaum Nabi Hud serta menyebutkan beberapa sifat-sifat tercela mereka yang dilarang Nabi mereka (Hud. As) :

Artinya : “Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.” (QS. Asy Syuara : 130)

Al Qurthubi menjelaskan ini merupakan sifat tercela namun banyak terjadi didalam tubuh umat. Mereka bisa mencambuk dan menyiksa manusia lainnya dengan cemeti yang diartikan sebagai kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki.

Dalam Markaz al Fatwa No. 50866 dijelaskan jika yang dikatakan dalam hadist ini bisa jadi polisi dan para pembantu penguasa yang dzalim. Mereka bisa menyiksa manusia lainnya dengan kekuatan dan kekuasaan yang mereka miliki.

Sementara itu golongan kedua adalah wanita-wanita yang berpakaian namun seperti telanjang dan pandai merayu. Rambutnya disasak seperti punuk unta yang miring. Pada zaman Nabi, wanita lebih memilih berada di dalam rumah dan menjaga kehormatan diri untuk melayani suaminya seorang. Mereka percaya bahwa dengan berbakti kepada suami sudah cukup sebagai bekal untuk mendapatkan surga. Wallahualam, pada zaman kini, wanita-wanita yang disebutkan Nabi sudah banyak wira wiri. Semoga Allah, tidak membiarkan kita lebih jauh masuk dalam golongan ini.

Hadist Ini Akan Buat Anda Berhenti Tertawa

Screen Shot 2016-07-25 at 7.48.07 PM

Suaracitizen.com – Tertawa merupakan bentuk ekspresi yang muncul ketika seseorang merasa bahagia atau melihat kejadian lucu. Terkadang, tindakan ini tidak bisa dikontrol sehingga bisa tertawa begitu lepas dan terbahak-bahak. Memang, sepintas tidak ada yang salah dengan tindakan ini.

Hal tersebut bahkan dianggap sebagai salah wujud ekspresi bahwa seseorang itu bahagia dalam hidupnya. Terlebih, tawa tersebut juga bisa menular kepada orang-orang di sekelilingnya sehingga dianggap baik bagi kesehatan.

Namun tahu kah anda jika dalam Islam tertawa juga sudah diatur porsinya? Hadist berikut akan membuat anda memilih diam dan berhenti untuk tertawa. Karena ternyata ada dampak mematikan dari kegiatan yang nampaknya membahagiakan tersebut. Bagaimana isi hadistnya? Berikut ulasannya.

Agama Islam mungkin dianggap lebai dengan fakta ini. Mengingat, hal kecil seperti tertawa pun diatur langsung oleh Rasulnya. Namun begitulah indahnya agama Allah ini. Karena semua hal ternyata sudah diatur oleh-Nya. Termasuk urusan tertawa. Ternyata kebanyakan tertawa tidak baik untuk hati. Menurut Rasulullah SAW perbuatan yang demikian dapat mematikan hati pelakunya. Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Hurairah ra dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi).

Tentu sja kita harus mematuhi perintah yang telah diberikan oleh Rasulullah SAW tersebut. Dalam kehidupannya, Rasulullah juga tidak pernah tertawa terbahak-bahak. Hal ini disampaikan oleh Aisyah Ra.

Dari Aisyah Ra, bahwa dia berkata: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Imam Nawardi di dalam kitabnya Adab ad Dunia wa ad Diin menyebutkan bahwasanya tertawa itu menjadi sebuah aktivitas yang dapat membuat diri kita sibuk dengan perkara-perkara yang tidak penting. Hal ini dapat membuat kita lalai dari berfikir dan melupakan berbagai musibah memilukan yang seharusnya direnungi.

Tidak hanya mematikan hati, ternyata orang yang banyak tertawa itu tidak memiliki kehormatan dan kemuliaan di dalam hidupnya. Diriwayatkan Oleh Abu Idris al Khulani dari Abu Dzar al Ghifari berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Waspadalah kamu terhadap banyak tertawa. Sesungguhnya ia dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah”.

Bahkan alangkah lebih baik kita menangis daripada banyak tertawa sebab menangis itu merupakan pertanda hati yang sehat dan jernih. Ibnu Abbas berkata saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ Ada dua mata yang tidak disentuh api neraka: Mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata semalaman berjaga di berjihad jalan Allah “ (HR. Tirmidzi).

“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al Qur’an ) dibacakan kepada mereka , mereka menyungkurkan wajah, bersujud dan mereka berkata “Maha suci Rabb kami; sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi,” Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk” (Al Isra 107-109).

Demikianlah informasi mengenai hadist Rasulullah yang melarang umatnya untuk banyak tertawa karena dapat mematikan hati. Maka dari itu, hindarilah kebiasaan ini sebab tidak ada manfaatnya bagi kehidupan. Alangkah lebih baik apabila kita tertawa sewajarnya saja dan tidak berlebih-lebihan.

Ulama Besar Dari Indonaesia Yang Pertama Yang Pernah Jadi Imam Di Masjidil Haram

Screen Shot 2016-07-16 at 11.57.09 PM
Suaracitizen.com – Jakarta Selama ini kamu mengetahui hanya orang Arab sajalah yang bisa menjadi imam besar di Masjidil Haram, Arab Saudi. Namun tahukah kamu, ternyata warga Indonesia tepatnya putra Minangkabau, Sumatera Barat pernah didapuk sebagai imam, khatib, sekaligus guru besar di sana? Pasti penasaran, siapa orang luar biasa ini. Dia Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah. Yuk kita berkenalan dengan sosok beliau.
Syaikh Khatib menjadi imam besar di Masjidil Haram sekaligus mufti bermahzab Syafi’i yakni ulama yang memiliki wewenang untuk memberikan fatwa pada umat di akhir abad ke-19. Dia berdarah Koto Gadang, desa yang dikenal memiliki keunikan dan warganya sangat intelek ada zaman kolonialisme. Syaikh Khatib lahir di Sumatera Barat pada 26 Juni 1860. Dia pergi ke Kota Makkah di saat usianya masih sangat muda, 9 tahun!
Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah | Via: kaskus.co.id
Saat di Makkah, dia berguru dengan beberapa ulama terkemuka. Saking fasihnya, Syaikh Khatib merupakan tiang tengah dalam mahzab Syafi’i ini. Muridnya sungguh banyak. Ratusan ribu orang datang kepadanya saban hari minta diajarkan fiqih Syafi’i. Dua diantara muridnya pasti kamu kenal. Mereka adalah Kyai Haji Hasyim Asy’ari yang mendirikan organisasi Nahdatul Ulama, dan Kyai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.
Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah | Via: kaskus.co.id
Selain menguasai ilmu fiqih, Syaikh Khatib juga menguasai sejarah, aljabar, ilmu falak, berhitung, serta geometri. Canggih banget, ya. Syaikh Khatib kecil belajar agama pada sang ayah, Syaikh Abdul Lathif. Sejak kecil beliau sudah khatam dan hafal beberapa juz dalam Alquran. Mantap abis!
Syaikh Khatib yang jadi imam besar pertama di Masjidil Haram asal Minangkabau ini akhirnya menghembuskan nafas selama-lamanya pada 13 Maret 1916. Meski demikian namanya masih terngiang terutama di kalangan santri dan penerus mazhab Syafi’i. Kita sebagai bangsa Indonesia turut bangga dengan nama besar beliau. Apalagi beliau masih fasih berbahasa minang meski lama di Makkah. Luar biasa, salut!

Profesor Dari JEPANG Ini Menganggap ISLAM ADALAH HAL TERINDAH DALAM HIDUPNYA

Screen Shot 2016-07-16 at 11.54.43 PM

Suaracitizen.com – Prof. Dr. Atsushi Kamal Okuda, Profesor bidang Politik di Universitas Keio yang juga merupakan Ilmuwan muslim Jepang dan pendidik ahli di sejumlah universitas di Tokyo Jepang.

Dr Kamal Okuda telah lama berjuang mencari kebenaran dan agama yang haq, sampai akhirnya ia memutuskan untuk memeluk agama Islam. Dia menjelaskan hidupnya sebelum memeluk Islam:

“Sebelum memeluk Islam hidup saya adalah barbar .. Sangat barbar! Jahil.. saya buta akan kebenaran!”

Dr. Okuda adalah contoh yang sangat baik bagi umat Islam di Jepang. Dia mengambil minat dalam perundang-undangan Islam, ia pindah ke Aleppo-Syria untuk melanjutkan studi dan belajar bahasa Arab. Dia mengatakan: “Pada saat itu saya masuk Islam .. Saya percaya bahwa ini adalah hadiah terbesar dari Allah dalam hidup saya!”.

Saat ini, Dr Okuda bekerja keras dengan rekan-rekannya dan para mahasiswa di Jepang untuk menyebarkan Islam di Jepang untuk menyelamatkan bangsa mereka. Semoga Allah memberi mereka keberkahan dan kelancaran dalam dakwahnya. Amiin

Ini Alasan Kenapa Muhammad Ali Memilih Islam Sebagai Agamanya Dan Diumumkan Di Ring Tinju

Screen Shot 2016-07-16 at 11.40.16 PM

Suaracitizen.com – Keputusan petinju legendari Amerika Cassius Marcellus Clay Junior mengubah nama menjadi Muhammad Ali dan mengumumkan diri memeluk Islam menjadi pusat perhatian publik Amerika dan Dunia pada tahun 1964.

Diatas ring tinju dan ditonton oleh jutaan penonton dunia, Clay mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengumumkan pergantian namanya menjadi Muhammad Ali Clay.

Muhammad Ali menjelaskan bahwa dalam Islam tidak membeda-bedakan warna kulit, entis dan ras. Semua sama dihadapan Allah, yang memberdakan yang paling bertaqwa.

Menurut Muhammad Ali Islam merupakan agama yang sangat rasional. Seperti dalam hal ketuhanan, Islam berbeda dengan keyakinan Trinitas Kristen. Ali mengungkapkan tidak mungkin tiga Tuhan mengatur satu alam dengan rapi seperti ini. Hal tersebut dinilainya sebagai suatu hal yang mustahil terjadi dan tidak akan memuaskan orang yang berakal dan mau berpikir.

Keyakinannya terhadap Islam makin bertambah manakala Ali membaca terjemahan Alquran. Ali mengaku bertambah yakin bahwa Islam adalah agama yang hak, yang tidak mungkin dibuat oleh manusia.

Muhammad Ali kemudian bergabung dengan komunitas Muslim dan mendapatkan suasana yang sangat menentramkan, hal yang tidak pernah didapatkan ketika menjadi pemeluk Kristen.

Sejak saat itu, Muhammad Ali membelanjakan uangnya beberapa ratus ribu dolar untuk buku-buku dan pamflet-pamflet Islami untuk lebih mengenal lebih dalam tentang agama barunya yaitu Islam.

Sumber:islamedia/mh

Buat Kamu Para Suami Yang Tergoda Wanita Idaman Lain, Ingatlah Anak Istrimu Di Rumah !!! Share Yaa ..

Screen Shot 2016-07-15 at 2.53.18 AM

Suaracitizen.com – Memiliki suami yang setia tentu menjadi dambaan untuk tiap-tiap kaum istri. Kesetiaan adalah bentuk kasih sayang yang nyata dari suami kepada istrinya dalam membina suatu rumah tangga. Bak mutiara, tindakan setia ini memanglah bernilai sangat mahal, bahkan hal initidak bisa ditukar dengan uang.

Walau demikian, setiap hubungan tidak pernah lepas dari yang namanya cobaan, termasuk juga permasalahan ketidak setiaan dari suami dikarenakan tergoda wanita lain. Godaan berwujud seprti ini dapat terlihat dari mana saja sampai melemahkan keimanan. Sering kali hubungan rumah tangga yang sudah bertahun-tahun harus kandas ditengah jalan.

Rasulullah SAW sebagai tauladan Umat Islam ternyata sudah memberikan nasehat pada para suami yang tergoda wanita selain istrinya. Apa saja isi dari himbauan Rasulullah itu? Berikut ini informasi selengkap-lengkapnya.

Ada satu cerita dari Rasulullah yang dapat di jadikan contoh untuk seorang suami, betapa kesetiaan itu sangatlah penting dalam satu rumah tangga.

Waktu itu, di kisahkan Rasulullah masih tetap ke Masjid Nabawi dalam keadaan rambut basah setelah mandi jinabat. Kemudia Rasulullah menyampaikan  pada beberapa sahabat untuk mendatangi istri mereka apabila mereka tergoda dengan wanita lain.
Apabila engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka cepatlah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu mempunyai segalanya seperti yang dimiliki oleh wanita itu. ” (HR. Tirmidzi)
Inilah anjuran yang diberikan Rasulullah SAW agar selalu mengingat istri. Istri merupakan seorang yang halal dan sudah mengikatkan janji pada suami. Oleh karenanya, waktu seorang suami mulai tergoda pada wanita lain sebaiknya ia segera mendatangi istrinya.

Menjadi seorang suami, maka ada kewajiban jadi pemimpin. Sudah sepantasnya seorang suami itu memberi contoh dan tauladan pada istri dan keluarganya dengan senantiasa setia pada istrinya dimanapun ia berada.

Jadi, sungguh merugilah apabila seorang suami tergoda pada wanita lain. Hal itu dikarenakan segala yang diliat dan dipikirkan olehnya dari wanita yang memikat hatinya itu nyata-nyatanya sudah dipunyai oleh istrinya yang sah. Sungguh miris jika seorang suami masih tetap memikirkan wanita lain.

Mungkin banyak suami yang berfikir bila wanita yang membuatnya tergoda itu memiliki segalanya dan lebih menarik. Walau sebenarnya, itu semua hanya perasaanya saja dan hanya tipu daya dari setan yang selalu menggoda hamba Allah yang lemah.

Sekianlah penjelasan mengenai saran Rasulullah untuk suami yang tergoda dengan wanita lain. Apabila mulai tergoda dengan wanita lain, jadi cobalah untuk mengingat kembali anjuran Rasulullah itu. Janganlah nodai mahligai rumah tangga dengan suka pada wanita lain. Mudah-mudahan berguna.

Wahai Wanita Cantik Yang Sombong, Tidakkah Kalian Sadar Kelak Akan Jadi Santapan Cacing Tanah !!!

Screen Shot 2016-07-15 at 2.45.13 AM

Suaracitizen.com – Seseorang wanita umumnya terlena dengan raut wajahnya yang sangat menawan serta banyak disanjung orang. Ia lupa kalau sebenarnya, kecantikannya itu bakal binasa. Serta suatu saat kelak bakal menjadi santapan cacing-cacing tanah.

ALLAH SWT menganugerahkan muka yang rupawan nan menawan pada seseorang wanita. Keindahan wajahnya sangat enak dilihat orang. Sanjungan demi sanjungan didapat lantaran kecantikannya. Inilah yang kebanyakan membuat sorang wanita jadi terlena. Ia membanggakan dirinya sendiri karena kecantikannya.

idak sedikit wanita yang menyombongkan diri atas kelebihan yang ia punya, yaitu berwujud kecantikan serta keindahan bentuk raut wajahnya. Kalau wanita yang cantik itu ingin berfikir mengenai kecantikannya. Pastinya ia akan menyadari kalau kecantikannya akan menjadi santapan cacing-cacing tanah.

Kalau seorang wanita ingin membayangkan dirinya sendiri sesudah dikubur. Dimana, saat cacing-cacing tanah menyantap daging, mata serta dagunya. Pasti bakal terbayang pemandangan yang begitu mengerikan serta menyeramkan.

Bahkan, kecantikan didunia bisa saja hanya mengundang bermacam bencana serta penyakit. Berapa banyak penyakit yang membuat wanita yang sebelumnya cantik rupawan jadi buruk rupa. Hingga, manusia sangat jijik saat memandangnya, setelah sebelumnya menjadikannya pujaan. Sampai pada akhirnya, orang-orang pun menghindar serta menjauhinya. Padahal sebelumnya mereka begitu terkesan memandanginya.

Seorang penyair menuturkan :

Hai orang yang berlaku sombong serta bangga dengan penampilannya
Perhatikanlah selain dirimu, bau busuk tersebar darinya
Andaikata manusia ingin memikirkan apa yang ada didalam perut mereka
Pasti kesombongan tidak akan menyapa pemuda serta orang tua
Adakah milik manusia yang lebih dimuliakan seperti kepalanya ?

Ada lima tempat mengalirnya kotoran
Hidung yang mengalirkan ingus, telinga yang baunya busuk
Mata berlubang serta mulut yang mengeluarkan air liur
Wahai anak bumi serta yang akan menjadi santapan tanah, kelak
Berhentilah berbuat maksiat, karena engkau adalah santapan serta minuman tanah.  (‘Adabud Dunya wad Din’ : Hal. 212)

Referensi : Ruqyah Jin, Sihir serta Terapinya/Karya : Syaikh Wahid Abdussalam Bali/Penerbit : Ummul Qura

Photo : www. azkapraditya. com

Kamu Agamanya Apa Sih, Jilbabnya Lebar Banget?

Screen Shot 2016-07-14 at 9.08.48 PM

Suaracitizen.com – Dahulu saya seorang yang tak mengenal agama Islam. Meski saya orang Islam tetapi saya tidak mengenal apa yang seharusnya saya ketahui tentang islam. Saya sering kali tidak memikirkan apa yang seharusnya saya ketahui. Saya juga dari keluarga yang biyasa sajah tidak begitu mendidik saya untuk urusan berpakaian.

Saya sering kali berpakain apa adanya tidak memikirkan bahwa wanita harus menutupi auratnya. Ketika saya melanjutkan sekolah yang lebih tinggi di universitas, mulailah sedikit demi sedikit saya mengubah penampilan, saya mengubah penampilan karena saya melihat teman yang begitu cantiknya memakai hijab. Saya mulai tertarik seketika itu dan merenung apakah saya bisa seperti itu.

Hari demi hari saya pun mengubah penampilan dengan hijab syar’i. Hari-hari itu saya mulai banyak cobaan, dari mulai dimarahi keluarga, teman-teman SD sering menyebut saya dengat sebutan “Katro”. Bahkan sering kali tetangga menanyakan, “Kamu sebenarnya agamanya apa sih, penampilan yang sangat aneh?”

Ketika itu saya hanya bisa diam terhadap tetangga yang sering bicara seperti itu.

Bahkan pernah kakak yang awalnya diam akan pakaian yang saya pakai, suatu pagi hari melontarkan kata-kata yang membuat hati ini semakin sedih.

Kakak : “Kamu berpakaian seperti itu disuruh siapa dan apa bagusnya kamu menggunakan hijab?”

Saya jawab karena ingin mengubah diri.

Kakak : “Apa pantas ingin mengubah diri, kamu harus berpakaian seperti itu?”

Saya mulai menjawab dengan perlahan untuk meyakinkan kakak. “Saya dengan berpakaian syar’i ini atas dasar keinginan dan saya mulai memahami bahwa dalam agama Islam itu berpakaian seorang wanita haruslah menutup aurat dan tidak boleh menampakkan aurat kita ke lawan jenis.”

Saya berpakaian syar’i penuh dengan cobaan dan halangan. Halangan itu terus menerus datang. Ketika saya sedang bermain dengan teman di daerah saya, saya sering diejek bahkan pakaian dan hijab saya sering ditarik-tarik biar lepas dan biar saya melepaskan hijabnya. Tetapi Saya menghadapi itu dengan senyuman dan dengan sabar. Kemudin kakak yang selalu bicara bahwa saya ikut aliran sesat.

Hingga pada akhirnya saya mulai lelah dengan semua itu. Saya merenung dan mengadu kepada Allah dan meminta yang terbaik untuk jalan hidup yang saya pilih ini. Saya sering mengadu dan menangis karena saya tidak kuat menahan cercaan yang setiap hari pasti datang.

Tetapi saya sudah bertekad sekali pun ada cercaan dan ejekan, saya tetap pada pendirian saya. Walau saya tidak mempunyai uang yang begitu banyak, setiap hari saya menyisihkan uang untuk membeli hijab karena dahulu pakaian saya yang pendek-pendek membuat Saya semakin harus menyisihkan uang untuk membeli pakaian hijab.

Setelah itu datang lagi cobaan yang begitu menyakitkan hati. Tetangga yang menjauhi keluarga saya karena menganggap ada aliran sesat dalam keluarga saya. Saya pun terus dimarahi keluraga dan pernah sempat dijauhi keluarga karena penampilan saya. Saya hanya bisa diam dengan semua ini.

Hari demi hari saya lewati. Suatu hari di daerah saya ada pengajian anak-anak dan ada penceramahnya juga tentu saja. Setelah penceramah bercerita, kemudian penceramah memberi kesempatan para ibu-ibu untuk bertanya. Ada seorang ibu yang bertanya: “Berpakaian seorang wanita itu seperti apa sebenarnya, Ust?”

Ustad menjawab: “Sebenarnya berpakaian seorang wanita itu haruslah menutupi semua kecuali telapak tangan dan muka. Kenapa kita harus berhijab? Untuk menjaga aurat kita.”

Di situlah para warga perlahan mulai memahami dan mulai mengerti. Hari pun terus berganti. Pada waktu saya berpapasan dengan tetangga, ia tersenyum pada saya dan saya pun tersenyum balik.

Sekarang ini alhamdulillah keadaan mulai membaik. Bahkan ibu pun sudah mengenakan hijab meski terkadang dibuka sesaat.