Category Archives: Al-Qur’an

Ketawa Saat Ahok Olok-Olok Al Maidah 51, Djarot Juga Dipolisikan, Share yang setuju

Suaracitizen.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan memperolok-olok Surah Al Maidah 51. Laporan itu dilayangkan seorang warga bernama Damai Hari Lubis dan didampingi kuasa hukumnya, Eggi Sudjana.

“Saya melapor bahwa Ahok melakukan penodaan atau memperolok-olok Al Maidah lagi. Itu (Eggi Sudjana) kuasa hukum saya, pelapornya saya,” kata Lubis di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017).
Dirinya melaporkan Ahok karena tersinggung atas pernyataan yang terkesan memperolok-olok Surah Al Maidah 51 dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Dalam potongan video berdurasi 40 detik dengan judul ‘Rapat Pimpinan Pemprov DKI Jakarta 12 Oktober 2015 Al Maidah 51 Dijadijan Bahan Olok-olok’ itu, Ahok mengatakan akan memasang fasilitas wifi dengan nama akun ‘Al Maidah 51’ dan dibubuhi password ‘kafir.’ Kontan, pernyataan Ahok itu langsung disambut tawa oleh Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang duduk di sebelahnya.

“Dilaporkan dengan Pasal 156a juncto Pasal 421 KUP juncto Pasal 55 KUHP. Jadi kami laporin dua-duanya, Ahok dengan Djarot, karena Djarot ikut-ikut ketawa. Bagi saya itu memperolok-olok. Kalau lagi (rapat) dinas enggak perlu sampai ketawa-ketawa gitu,” ungkap Lubis.

Lubis menambahkan, laporannya itu dimasukkan ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dan diterima oleh perwira piket siaga I, AKP Hery M Samosir, dengan nomor laporan: LP/208/III/2017/Bareskrim. Ia juga membawa sejumlah bukti-bukti untuk menguatkan bahwa Ahok telah kembali menodai Ayat Suci.

“Bawa bukti CD dan portal online Voa-Islam.com. Kita juga sudah siapkan saksi-saksi ada lima orang,” pungkas dia.

Sumber: okezone.com

PBNU: Orang Muslim Saja Tak Boleh Sembarangan Menafsirkan Al Quran, Apalagi Non-Muslim

Suaracitizen.com – Wakil Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar yang menjadi saksi ahli dalam sidang kesebelas, kasus dugaan penistaan agama menyebutkan, mereka yang beragama non muslim dilarang menafsirkan isi dari Al-Quran. Maka itu, pidato terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) pun dianggap sesat.

Menurut Miftahul, orang yang beragama muslim saja tidak boleh menafsirkan Al-Quran, apalagi orang di luar Islam. Bahkan, tafsiran dari orang yang beragama Islam pun masih kerap diperdebatkan.”Hanya ahli agama saja yang boleh menafsirkan. Itu pun masih bisa diperdebatkan,” ujarnya dalam persidangan di Kementan, Jaksel, Selasa (21/2/2017).

Dia menerangkan, terdakwa Ahok dalam perkara dugaan penistaan agama, telah dua kali melakukan kesalahan. Pertama, Ahok merupakan orang non muslim yang telah menafsirkan ayat Al-Quran. Kedua, Ahok juga sudah menyebut ayat Al-Maidah sebagai ayat untuk membohongi mayarakat.”Apalagi, tafsir (yang dikeluaran Ahok) ini adalah tafsir yang sesat,” tuturnya.

Lebih jauh, bebernya, Ahok sudah tiga kali menyinggung surat Al Maidah ayat 51. Meski dia tidak pernah melihat langsung saat Gubernur DKI Jakarta itu menyinggung surat Al Maidah, tapi dia tahu berdasarkan rekaman video di YouTube.

[sociallocker]”Minimal yang saya ketahui tiga kali (menyinggung surat Al Maidah). Selain ini (pidato di Kepulauan Seribu), (Ahok) pernah menyinggung setelah menjadi calon (gubenur) di suatu tempat menyampaikan surat Al Maidah. Semua ada di YouTube, kalau tak keliru di salah satu partai juga pernah (menyinggung Al Maidah),” katanya.[/sociallocker]

Sumber: sindonews

[Video] Pernyataan Tegas PKS di Sidang DPR Soal Bendera: “Apakah Laa Ilaha Illallah Kata-kata Yang Menodai?”

Suaracitizen.com – Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf melakukan interupsi saat Rapat Paripurna DPR hari ini, Selasa (24/1/2017).

Anggota Fraksi PKS dari Lampung ini mengingatkan Presiden RI Joko Widodo jangan sampai sejarah “mencatat” dalam kepemimpinan Jokowi ada warga negara yang diproses hukum dengan cara tak patut hanya karena yang bersangkutan menulis kalimat tauhid di bendera Merah Putih.

Hal ini terkait perlakuan sewenang-weang terhadap Nurul Fahmi (28) yang ditangkap malam-malam bak gembong teroris lantaran dituduh menodai lambang negara karena menulis bendera Merah Putih dengan kalimat tauhid Laa Ilaha Illallah.

“Sungguh tidak

masuk nalar jika kata-kata mulia “Laa Ilaha Illallah” dimaksud untuk menodai, menghina, dan merendahkan bendera negara sebagaimana dimaksud UU 24/2009,” kata Al Muzammil.

“Apakah “Laa Ilaha Illallah” adalah kata-kata yang menodai? Kata-kata yang suci ini dianggap menodai? Yang pantas menodai adalah kata-kata kotor, perlawanan terhadap NKRI, kata-kata keji,” tegasnya.

Al Muzammil mempertanyakan kenapa perlakuan berbeda terhadap penulis kalimat tauhid di bendera merah putih yang langsung ditangkap sedangkan pelaku lain dibiarkan, seperti bendera merah putih bertuliskan Metallica, Dream Theater, Bebaskan Ahok, dll.

“Kalau proses (kasus Nurul Fahmi) ini dilanjutkan, artinya kita membiarkan makna ‘Metallica, Dream Theater, dan berbagai kata lainnya (yang dicoret di bendera merah putih)’ lebih mulia daripada kata “Laa Ilaha Illallah”… sebuah kata yang telah membebaskan Indonesia dengan perjuangan para pahlawan nasional melawan penjajahan,” ujar Muzammil.

Berikut selengkapnya video…

https://youtu.be/xsTik7d-IGA

Sumber : portal-islam.id

BIKIN NANGIS!! Video Pengantin Pria Hadiahkan Mahar Surat Ar-Rahman Dengan Suara Yang Sangat Merdu, Subhanallah…

screen-shot-2016-11-22-at-4-42-39-pm
Pemuda bernama Dodi Hidayatullah ini, lantunkan dengan merdu Surat Ar-Rahman sebagai hadiah mahar pernikahannya dengan Auliya Rahmi Fadhillah. Kedua pasangan ini, sama-sama penghafal Al Qur’an.
Pemilik dua akun Facebook Dodi Hidayatullah dan Dodi.Hidayatullahi ini, suaranya tak kalah merdu dengan Fatih Seferagic, seorang pemuda asal Amerika yang juga merdu suaranya saat membaca Al Qur’an.
Dalam salah satu video lain di Youtube, dengan diiringi nasyid ciptaannya sendiri dan juga dinyanyikannya sendiri, “Ikrar Cinta’, ia menceritakan tentang pernikahannya sebagai berikut,
“1 Januari 2011, kubuktikan bahwa cinta suci itu dengan mengkhitbah. Tanggal suci pernikahan pun ditentukan. Tiba waktunya ikatan suci itu diikrarkan, 2 Juni 2011. Kuikrarkan kalimah suci ini. QS. Ar-rahman menjadi mahar berharga. Bisnis sambil kuliah dan Alhamdulillah istri hamil. Malaikat kecil kami Danish Ibadurrahman pun hadir menghiasi hari-hari indah kami.”
Dan inilah video Surat Ar-Rahman yang dilantunkannya saat pernikahan:
[sociallocker]

Link Video : LIHAT 

[/sociallocker]

Sumber : http://www.curhatmuslim.com

Felix Siauw: Jika Ahok Lolos dari Kasus Penistaan Al Quran, Keadilan di Negara ini Sudah Mati

screen-shot-2016-10-28-at-6-38-29-am

by @felixsiauw

1. Tak habis protes berdatangan, tak henti pula aksi demi aksi ditunjukkan oleh kaum Muslim

2. Hari demi hari, kota demi kota, tak pernah sepi dari tuntutan keadilan

3. Mulai dari menyayangkan, pengumpulan tanda tangan, petisi, kecaman, kutukan,

4. Sampai laporan resmi sudah dilayangkan kaum Muslim, namun tetap tak ada hasilnya

5. Pihak berwajib tampaknya kehilangan taji, sampai kini tetap berdiam diri,

6. Alasan demi alasan dikarang, proses hukum harus ditekan, itupun berjalan sangat lambat

7. Padahal video sudah terekam sempurna, penistaan terhadap Al-Qur’an dan Ulama yang membawanya jelas

8. Bahkan rekaman penistaan itu bisa diputar berapakalipun diinginkan

9. Ulama sudah menegaskan bahwa yang dilakukan Ahok adalah penistaan, pakar linguistik sudah angkat bicara,

10. Yang awam pun tak akan menilai lain selain itu tindak penistaan, semua bisa melihatnya dan merasakannya

11. Yang sudah jelas dan terang benderang, Muslim
Indonesia terluka.12. Tapi sang penista dan gerombolannya masih bersikeras, ini hanya isu politik, ini kampanye hitam

13. Sementara ummat yang makin marah hari ke hari, terus disudutkan,

14. Mereka yang membela kehormatan diri dan kitab sucinya dikatakan rasis, dianggap merusak kesatuan bangsa

15. Umat yang masih percaya pada proses hukum, menunggu keadilan tegak,

16. Semua bukti sudah didepan mata, mereka masih menanti, pertanyaannya, sejauh mana umat sabar?

17. Polisi seolah terbelenggu, begitu cepat dan tangkas dalam hal lain,

18. Tapi dalam pelanggaran yang sudah begitu besar reaksinya, polisi tampak sangat-sangat lambat dan lalai

19. Keadilan adalah pilar keutuhan dan ketertiban, yang kita lihat ia jauh dari ditegakkan saat ini.

20. Yang kita tahu, tiap kejahatan pasti ada balasannya, kini atau nanti

[sociallocker]

21. Wajib kita bertanya pada pihak berwajib, apalagi yang ditunggu untuk memberikan hukuman yang setimpal buat penista Al-Qur’an?

22. Satu-satunya cara meredakan amarah ummat adalah penegakan keadilan, agar tak terulang hal serupa di masa depan

23. Yang jelas, jika Ahok lolos dari hukuman dalam kasus penistaan Al-Qur’an ini, terang bahwa keadilan di negara ini sudah mati.

24. Artinya bila penegak keadilan sudah tak bisa diharapkan, bisa jadi keadilan akan mencari cara lain untuk eksis.

___
*dari twitter @felixsiauw (SELASA – 25/10/2016)[/sociallocker]

Mahfud MD : Kata “Awliya” di Al Maidah 51 Artinya “Pemimpin”, Bukan “Teman Setia”

screen-shot-2016-10-26-at-5-05-40-am

Suaracitizen.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Mahfud MD mengungkapkan pendapatnya bahwa kata “Awliya” dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51 memiliki arti “Pemimpin” bukan “Teman Setia”. Pernyataan ini disampaikan Mahfud melalui akun twitter pribadinya.
“Menurut saya, Awliya yang di surat Al-maidah ayat 51 itu artinya “Pemimpin” ” tweet Mahfud melalui akun twitternya @mohmahfudmd, ahad (23/10/2016).

Meskipun demikian Mahfud juga menerangkan bahwa arti kata “Awliya” juga bisa bermakna “para wali atau “kawan setia” tergantung konteksnya, namun khusus untuk Al-Maidah 51 sudah sangat jelas bahwa maksudnya adalah “Pemimpin”.

“Ada ayat “Alaa inna auliyaallah falaa khawfun…” Ingatlah, para wali Allah itu tak pernah takut, Tapi “Awliya” yang di Al-Maidah artinya “pemimpin”. Tergantung konteks” jelas Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan bahwa dalam ilmu tafsir, baik agama maupun hukum (ilmu penafsiran hukum), selalu ada tafsir berdasar teks dan berdasar konteks.

“Tak usah berpolemik, apalagi kalau dikait-kaitkan dengan politik terkini. Kembali ke pendapat dan sikap yang diyakini masing-masing saja.” imbuhnya [islamedi.id]

((VIDEO)) Hafizh Cilik Ini Menangis Saat Sambung Ayat, Alasannya Bikin Kita Merinding anda Akan Juga Ikut Menagis Ketika Melihatnya

Hafizh Cilik Ini Menangis

Suaracitizen.com – Dalam sebuah kompetisi hafizh, seorang hafizh cilik menangis saat sambung ayat. Awalnya ia begitu lancar meneruskanayat demi ayat, namun di satu ayat, ia menangis sesenggukan. Bukan karena tidak hafal.

Salah seorang juri membacakan surat Al Jumu’ah ayat

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا

Dengan lancar, hafizh cilik ini meneruskan ayat tersebut

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (5) قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (6) وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ (7) قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَة

Sampai di situ ia berhenti. Sebenarnya sejak mulai ayat kedelapan ini ia sudah menahan tangis. Dan tangis itu tak bisa ditahan ketika sampai pada “tsumma turadduuna ilaa ‘aalimil ghaibi wasy syahaadah” (kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata).

Cukup lama ia menangis hingga membuat salah satu juri ikut berkaca-kaca. Lalu ia menuntaskan ayat itu.

إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Ayat 8 Surat Al Jumu’ah inilah yang membuatnya menangis.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kami lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Al Jumu’ah: 8)

Rupanya bocah sekecil itu tidak hanya hafal Al Quran namun juga memahami isinya dan mentadabburinya. Sehingga ketika ia membaca ayat yang menjelaskan tentang kematian dan apa yang akan terjadi setelah mati, ia tak kuasa menahan tangisnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

LIHAT VIDEONYA

[sociallocker]

[/sociallocker]

Luar Biasa Manfaat Membaca Al-Quran Setelah Maghrib dan Subuh

Screen Shot 2016-07-16 at 11.59.25 PM

Suaracitizen.com – Tahukah Anda ? Ternyata Membaca Al-Qur’an Setelah Maghrib & Subuh Itu Manfaatnya Luar Biasa, Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 %. Hal ini karena disana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari

Disamping itu, ada tiga aktivitas sekaligus, yakni membaca, melihat dan mendengar. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang itu kuat ingatan atau hafalannya, diantaranya:

Menyedikitkan makan
Membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam
Dan membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf

Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat manusia, dan juga memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca dengan Kitab Suci Al-Qur’an. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga mendatangkan pahala dari Allah SWT.

Dokter ahli jiwa, Dr. Al Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat (AS) berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, maka seorang Muslim itu, baik mereka yang bisa berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan sebagai berikut:

Fisiologis yang sangat besar
Penurunan depresi, kesedihan
Memperoleh ketenangan jiwa
Menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yg dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya

Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.

Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bahwa membaca Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97 % dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984 disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97 % bagi mereka yang mndengarkannya. Masya Allah…

Untuk itu, mari sekarang ini kita mulai meluangkan waktu kita beberapa menit dari 24 jam di hari kita, yang diberikan oleh Allah SWT untuk membaca, merenungi, mentadaburi dan memahami isi yang ada didalam Kitab Suci Al-Qur’an.

*Jika Bermanfaat Tolong Dishare