Bayi Lahir Dengan Kondisi Langka, Dokter Katakan Belum Pernah Melihat Yang Seperti Ini

screen-shot-2016-10-01-at-2-11-25-am

Progeria membuat seorang bayi baru lahir di Bangladesh tampak seperti kakek-kakek. Tubuh si bayi penuh dengan keriput, mata cekung, tubuh yang kurus, dan lapisan rambut tebal di punggungnya.

Dokter setempat meyakini bahwa progeria-lah yang menyebabkan kondisi bayi ini seperti itu. Namun, orang tua si bayi, Biswajit Patro dan Parul mengaku tetap bahagia menerima keajaiban yang diberi Tuhan ini.

“Kami hanya bisa bersyukur pada tuhan. Tidak perlu merasa sedih dengan penampilan anak kami. Kami akan menerima anak kami bagaimanapun kondisi dia dan kami senang ada anak laki-laki di rumah ini,” kata Patro seperti dilansir┬áDaily Mail.

Saat ini banyak pula tetangga yang berdatangan ke kediaman Patro karena ingin melihat kondisi si bayi sekilas. Nah, dokter yang menangani Parol saat melahirkan mengatakan jika kondisi si bayi baik-baik saja. Sementara, anggota keluarga tetap optimistis bahwa si bayi bisa tumbuh sehat meski kebanyakan anak dengan progeria hanya bisa bertahan sampai usia 13 tahun.

Dikutip dari India Today, paman si bayi, Arabindu Mindal mencoba berpikir positif. Ia mengatakan si bayi tampak tua karena memang ayahnya terlihat lebih tua dari usianya. Bagaimanapun, ia berharap si bayi bisa terus tumbuh sehat.

Progeria sindrom adalah kelainan genetik yang ditandai dengan penuaan yang terjadi di masa kanak-kanak. Anak yang mengalami progeria akan terlihat normal saat lahir dan di awal-awal kehidupannya.

Namun, mereka mengalami gagal tumbuh. Karakteristik wajah yang dialami pasien progeria di antaranya mata menonjol, hidung tipis dengan ujung yang berparuh, bibir tipis, dagu kecil, dan telinga yang menonjol. Progeria juga bisa menyebabkan rambut rontok, kulit keriput, kelainan sendi, dan hilangnya lemak di bawah kulit.

“Kondisi ini tidak memengaruhi perkembangan intelektual atau motorik seperti duduk, berdiri, dan berjalan. Orang dengan progeria bisa mengalami pengerasan arteri yang parah sejak masa kanak-kanak yang menambah risiko mereka terkena serangan jantung atau stroke di usia muda,” demikian tulis National Institutes of Health (NIH).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *